@CiptaBuana_ Pajak progresif buat properti aja ga ada kak, apalagi pajak beginian.
Negara ini surga buat pemodal besar tapi menekan kelas menengah. Ya karena yg membuat peraturannya kan pemodal besar. Mana mau mereka membuat aturan yang merugikan diri mereka sendiri?
@txtdaritaxpayer bapaknya pasti cinta dan sayang banget sama mas2nya itu, mas2nya udah berhenti pun ditarik biar ikut lari lagi dan gak jauh2 dari bapaknya 🫶🏽
@gastronusa Wah bukan nasi goreng ya min? Dulu almarhum om saya pernah bersabda kalau nasi goreng adalah cerminan breakfast dan makanan hotel. Kalau nasi goreng di hotel itu enak sekali, maka makanan lainnya dipastikan enak juga
@radixhidayat tapi 70 tahun atau 1 generasi itulah yg membuat China maju sekarang. Mungkin China gak akan semaju sekarang kalau Dinasti Qing gak bubar saat itu. Entahlah~
@BudiBukanIntel Ditambah dengan kondisi negara seperti ini, mereka tentu pengen kumpulin cuan lebih banyak sehingga ketika ada gonjang ganjing, mereka bisa langsung kabur ke luar negeri & hidup enak~
@UyanXxx64854@txtdrbekasi Penduduk bekasi yang tinggal di bekasi, dan kerja di jakarta menggunakan transjabodetabek.
Tentu ia juga berkontribusi terhadap perekonomian jabar (ia membayar PBB jabar, pajak kendaraan jabar, bahkan belanja di jabar saja turut memutar perekonomian jabar kak) 🙏🏽
@azwardiiqbal Setiap hari nabung seribu, sebulan bisa 30ribu, setaun bisa 10.950.000, kalikan 30 tahun atau 300 bulan bisa nabung hampir 4 miliar!!
Sekali lagi ini hanyalah mindset, dari seribu rupiah per hari bisa jadi 4 miliar!!
@AdianaGrindr justru dengan bertanya kita respect waktu orang lain dan waktu kita:
maaf, berapa set lagi ka?
5 set lagi (oke cari alat lain)
1 set lagi (oke tungguin bentar paling 3 menit)
aman damai sejahtera ga perlu pake anjing anjing~