tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Menurut gw, ga fair rasanya anggota DPR RI menyudutkan BI saat rupiah melemah.
Pelemahan rupiah itu banyak faktor
- Tekanan geopolitik seperti selat hormuz yang menaikkan harga minyak
- Ketidakpastian ekonomi global akibat masalah geopolitik.
- Pengaruh suku bunga dari FED
- Sentimen investor terhadap pasar Indonesia. Contohnya, kasus MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks global. Bikin IHSG kurang dipercaya.
Dan terakhir.,. Kekhawatiran domestik soal fiskal dan juga ketidakpercayaan pasar.
Ya wajar...
MBG itu program besar dan butuh uang besar.
Kalau pemerintah ga bisa jelasin spendingnya gimana, menjaga APBNnya agar tetap aman, dll, pasar ya makin takut sama kondisi keuangan negara.
Jadi DPR harusnya ga menyoroti BI saja, tapi juga ke PEMERINTAH.
Serius deh, tanyain disiplin fiskalnya. Masa pas harga energi melambung malah makin gas bikin MBG dan Kopdes?
Negara lain sibuk menghemat, kita malah boros.
DPR: kenapa rupiah melemah walaupun semua instrumen BI sudah dikerahkan?
BI: masalahnya di fiskal
DPR: Gubernur BI mundur saja
Pecah kepala wa dengernya...
Kalo pemerintah ga denial dan mengakui ada masalah, kita bisa lebih tenang. Minimal mereka memikirkan solusinya buat mengatasi ini.
Ini malah "Rakyat desa gak pake Dollar kok", "Selama Purbaya masih senyum, tenang aja".
Prett lah
Dolar AS tembus Rp17.661
IHSG ambruk ke 6.462
Asing terus jualan saham lokal
Rupiah makin melemah
Banyak saham nyangkut berjamaah
Untungnya orang desa ngga pakai Dolar
Guys, Prof. Ferry Latuhihin ekonom dengan 40 tahun pengalaman baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling mengerikan yang pernah gue dengar soal rupiah dalam beberapa tahun terakhir.
Dan yang bikin ini mengerikan
bukan hanya angkanya.
Tapi fakta bahwa prediksi-prediksi dia sebelumnya semua terbukti.
Track record prediksi Ferry yang perlu lo ketahui dulu:
Tahun lalu dia prediksi rating Indonesia akan di-downgrade.
Terjadi outlook dari stable menjadi negatif.
Tahun lalu dia prediksi dolar akan ke Rp17.000. Terjadi sekarang sudah Rp17.600.
Tahun lalu dia prediksi IHSG akan ambruk.
Terjadi sekarang di 6.700-an dan terus turun.
Bahkan ketika seluruh pasar modal Asia naik Indonesia satu-satunya yang minus.
Tiga prediksi.
Tiga-tiganya benar.
Dan sekarang dia punya prediksi baru.
Prediksi terbaru Ferry dan ini yang bikin gue tidak bisa tidur:
"Ramalan saya bisa 22.000 sampai 25.000 di semester kedua."
Dolar Rp22.000 sampai Rp25.000.
Dalam hitungan bulan.
Dan dia punya alasan yang sangat konkret bukan spekulasi kosong.
Mengapa bisa sampai ke sana penjelasannya:
Pertama — harga minyak yang terus naik.
Harga minyak sudah di atas Rp100 per barel.
Kalau spot price-nya menyentuh Rp120 Indonesia yang masih mengimpor minyak dalam jumlah besar akan membutuhkan jauh lebih banyak dolar.
Permintaan dolar meledak.
Rupiah makin tertekan.
Kedua — badai PHK yang sudah di depan mata.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sendiri yang bilang: badai PHK di depan mata.
Di tengah klaim pertumbuhan 5,61% dari Prabowo menterinya sendiri memberikan antitesis yang sangat telak.
Bisnis kaing-kaing karena dolar mahal.
Royalti pertambangan dinaikkan.
Komisi ojek online dipaksa turun ke 8% padahal 20% saja GoTo masih bleeding selama 10 tahun lebih.
Kalau platform ojek online berhenti operasi karena tidak bisa bayar 7 juta driver ojol menjadi pengangguran dalam semalam.
Ketiga — defisit fiskal yang makin tidak terkendali.
Kuartal pertama saja sudah minus Rp240 triliun. Ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
MBG saja menghabiskan Rp335 triliun pos terbesar dalam APBN untuk program yang Ferry sebut sebagai bancakan.
Dan ketika pemerintah kehabisan uang dan terus terbitkan surat berharga negara yang dibeli oleh Bank Indonesia sendiri itu bukan keuangan yang sehat. Itu money printing untuk menutup program bakar duit.
Keempat — El Nino yang masuk bulan Juli-Agustus.
El Nino akan memicu krisis pangan global. Indonesia yang masih impor kedelai, gula, beras, jagung, gandum semua dalam dolar akan menghadapi tekanan yang berlipat ganda.
Dolar makin mahal.
Bahan pangan makin mahal.
Rakyat makin tercekik.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh analisis Ferry:
"Kalau dolar ke atas Rp20.000 98 bisa terulang."
Dia tidak bilang ini untuk menakut-nakuti.
Dia bilang ini berdasarkan logika ekonom dengan 40 tahun pengalaman.
Masyarakat sekarang sudah tidak makan tabungan lagi.
Mereka makan pinjaman.
Pinjol sudah Rp110 triliun di luar sistem perbankan resmi.
Tabungan rata-rata masyarakat turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta.
Kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 46 juta.
Tinggal satu trigger.
Dan trigger itu bisa datang dari dolar yang menembus Rp20.000.
Dua rekomendasi darurat Ferry yang menurut gue sangat masuk akal:
Pertama — hentikan MBG sekarang juga.
Bukan bertahap.
Sekarang.
Karena ratusan triliun yang diselamatkan bisa menjadi bumper untuk menahan tekanan rupiah.
Kedua — ganti Purbaya dengan orang yang benar-benar dipercaya oleh market.
Karena selama Purbaya yang bicara dolar tetap naik. Market tidak berbohong.
Kalau kata-katanya dipercaya dolar tidak akan terus ngacir.
Dan soal pernyataan pemerintah yang bilang fundamental kuat:
Ferry bilang dengan sangat blak-blakan:
"Enggak dipercaya.
Lu mau ngomong apa juga di sana dolar tetap ngacir. Harga saham tambah ambruk.
Artinya omongan Anda tidak dipercaya oleh market."
Dan dia tambahkan sesuatu yang lebih pedas lagi:
Statement Purbaya soal kita keluar dari jebakan 5% menurut Ferry itu bukan untuk meyakinkan rakyat.
Itu untuk menghibur presiden supaya Purbaya tidak dipecat.
Ferry Latuhihin bukan dukun.
Dia ekonom.
Tiga prediksi sebelumnya terbukti semua.
Dan sekarang dia bilang Rp22.000 sampai Rp25.000 bisa terjadi di semester kedua 2026.
Kalau itu terjadi bukan hanya dompet yang terdampak.
Bukan hanya harga sembako yang naik.
Tapi fondasi dari seluruh sistem ekonomi yang sudah rapuh ini bisa runtuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari yang siapapun siapkan.
Dan presiden kita masih berdiri di podium bilang: "Selama Purbaya masih senyum tenang aja."
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo bisa melakukan apa saja dg bola
Namun, mereka memilih bermain efektif
Mengalirkan bola ke depan dan membuat ancaman setajam mungkin
Kombinasi dua predator yg saling memberi asis
Sederhana tp Vini-Mbappe sulit bisa 🙈 https://t.co/Wr0MbWF5S3
🚨RESMI!
Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji"
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026
Detailnya:
a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning;
atau
d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
Keterangan:
1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula,
garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C
merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding
level D.
2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
(bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over).
3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis
alami.
4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan
pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan).
Contoh pencantuman label ada di foto 3.
Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan.
Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.