First trailer for ‘YOUR MOTHER YOUR MOTHER YOUR MOTHER’, starring Mahershala Ali, Tramell Tillman and Giancarlo Esposito.
The film follows a religious hitman who struggles to balance work, faith & fatherhood.
In theaters on October 9.
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowo’s spending agenda, fuel price hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.
UPDATE: Demo lanjutan didominasi kampus swasta, 15 Juni di Jakarta
Titik aksi: Istana Negara
Massa: Universitas Bung Karno, Universitas Paramadina, Uhamka, Universitas MH Thamrin, Universitas Trilogi
Titik aksi: Bundaran HI
Massa: Universitas Nasional, -
🚨 JUST IN: Terpantau team brimob dan baracuda sudah menuju lokasi titik pengamanan pendemo. Yes, ada baracuda juga 🫨🤯
Stay safe untuk yg ikut aksi #demo hari ini, Jaga diri kalian, jaga teman kalian.
Jangan terprovokator! #WargaJagaWarga#IndonesiaGelap
Once seen as the darling of Southeast Asia, government policies under President Prabowo Subianto appear to be slowing Indonesia’s economic rise https://t.co/QDqdy9ovll
Update terkini🚨⚠️⚠️⚠️⚠️
Kondisi CHAOS
Situasi Terkini di lokasi situasi memanas diduga adanya provokasi yang memakai serba hitam .
Mahasiswa sudah pulang dan tidak ada di lokasi , dan saat ini polisi masih mencari siapa pelaku Anarko provokasi tersebut.
Indonesia was once seen as a darling of investors. But fears of corruption and policy missteps are raising concerns about the country’s economic future
https://t.co/Himk6JYfLr
Pulangkn TNI keBarak! & jadikan Polri sbagai negosiator yg baik&jujur!
Mhsw tdk perlu dhadang & dlarang, biarkan mreka bkumpul di BundaranHI sperti yg drencanakn.
Bawalah Presiden u/bdialog agar pmasalahan rakyat sgera slesai &aktivitas se-hari2 aman & nyaman
The Indonesian Mass Media is genuinely fucking embarrassing. FUCK THE TELEVISION. Y'all deadass gotta do something about this shit to change the narrative from those television stations.
Ini kalau berita demo tidak sampai ke Prabowo atau informasinya ada yang dikurangi berarti selain emang dia yang bego dan ngeyel, orang-orang di sekitar dan pembisiknya yang memang bedebah. Tapi tetap, yang nunjuk mereka adalah Prabowo juga. Manusia ambisius yang seharusnya tidak pernah jadi Presiden.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
Bagaimana kalau event lari Jakim Sabtu - Minggu besok dibatalkan karena eskalasi situasi?
Ya nggak apa2, dan kalau 45.000 runner mau marah, marahlah pada negara, bukan pada warga yang terpaksa harus menyatakan sikap dan pendapat di jalanan karena negara ini salah diurus
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.