Jika kamu nobody, dari keluarga gak punya, bahkan ga punya saudara yg punya nama.. fakultas teknik itu menurutku paling egaliter dan bisa membawamu dan keluarga keluar dari structural poverty.
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Guys, ada dua hal yang Luhut bilang dalam wawancara ini yang menurut gue jarang keluar dari mulut pejabat senior Indonesia dan keduanya perlu lo dengar dengan serius.
MBG bolong sana bolong sini dan Luhut bilang itu sendiri:
Luhut tidak membela MBG secara membabi buta. Dia bilang tegas:
programnya baik,
tapi eksekusinya masih ada bolong sana bolong sini
dan harus diperbaiki ramai-ramai.
Yang jadi masalah bukan programnya tapi cara menjalankannya.
Luhut menyebut bahwa idealnya MBG dilakukan bertahap dan targeted ke kelompok paling miskin,
bukan langsung diserbu ke puluhan juta orang sekaligus di seluruh Indonesia.
Dan ini yang paling menohok:
ada laporan bahwa banyak makanan MBG yang tidak dimakan anak-anak yang di rumah sudah makan lebih enak dipaksa terima MBG di sekolah,
akhirnya tidak dimakan dan jadi sampah.
Itu bukan cerita dari pengkritik itu yang diakui sendiri ada di lapangan.
Luhut optimis kalau sistem Govtech dan data yang lebih akurat sudah berjalan, Presiden bisa membuat keputusan lebih tepat:
daerah mana yang betul-betul butuh diprioritaskan, mana yang kondisi gizinya sudah cukup dan bisa ditunda dulu alokasinya ke yang lebih membutuhkan.
Koperasi Desa Merah Putih jangan ulangi kesalahan yang sama:
Rencana rollout Koperasi Desa Merah Putih ke puluhan ribu titik sekaligus sudah di depan mata.
Dan Luhut secara terang-terangan memperingatkan: jangan buru-buru, jangan langsung skala besar sebelum tata kelolanya beres.
Ini peringatan yang sangat serius karena artinya orang yang duduk di Dewan Ekonomi Nasional yang tiap Senin laporan ke presiden pun tidak yakin kesiapan teknisnya cukup matang untuk dijalankan serentak di skala nasional.
Kalau MBG saja yang sudah jalan lebih dulu masih bolong sana bolong sini, apa jaminannya program baru yang lebih besar tidak akan bernasib sama?
Gaya komunikasi Prabowo yang bikin investor takut dan Luhut mengakuinya:
Ini bagian yang paling jujur dan paling berani dari seluruh wawancara.
Pewawancara menanyakan langsung: presiden sering ngancam-ngancam di pidato, kesan yang dibangun adalah suasana ketakutan, dan itu berpengaruh ke investor.
Luhut tidak mengelak.
Dia paham kejengkelan Prabowo melihat angka-angka yang selama puluhan tahun dimanipulasi wajar marah.
Tapi dia bilang tegas: sudah cukup itu. Sekarang waktunya tata ulang, bukan terus mengancam.
Dan yang lebih mengejutkan Luhut mengaku sudah bilang langsung ke Presiden: "Bapak jangan terlalu baik juga jadi orang."
Kalimat itu terdengar aneh tapi maknanya dalam: jangan terlalu mudah dikasihani dan dilobi,
tapi juga jangan sampai suasana ketakutan yang dibangun justru membuat pengusaha tidak berani bergerak,
tidak berani investasi, tidak berani ekspansi.
Karena ketakutan itu bukan hanya merusak suasana itu merusak ekonomi secara nyata.
Soal rumor hostile takeover dan hukum tanpa pengadilan:
Luhut menegaskan dua hal sekaligus.
Pertama: semua harus diputuskan lewat pengadilan.
Jangan ada yang dihukum sebelum ada keputusan hukum yang sah sekeras apapun tindakan seseorang dianggap salah.
Kedua: soal rumor yang beredar bahwa ada orang-orang dekat presiden yang mengancam atau mengambil alih saham perusahaan secara paksa Luhut bilang itu tidak ada.
Dan dia meminta publik tidak menyebarkan berita tanpa bukti.
Tapi dan ini yang perlu dicatat fakta bahwa Luhut merasa perlu merespons rumor itu secara publik justru menunjukkan bahwa rumor itu sudah cukup tersebar dan cukup dipercaya oleh kalangan pengusaha sampai perlu diklarifikasi oleh orang seniornya langsung.
Yang paling berharga dari dua poin ini bukan optimisme Luhut soal masa depan itu sudah bisa ditebak dari seorang Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Yang berharga adalah kejujurannya yang tidak biasa: MBG bolong, gaya komunikasi presiden bermasalah, dan rollout program besar-besaran berikutnya perlu direm dulu.
Itu bukan bahasa orang yang asal senangkan presiden. Itu bahasa orang yang cukup senior dan cukup dipercaya untuk bisa ngomong jujur dan berharap didengar.
Apakah Presiden benar-benar mendengar?
Itu yang harus kita kawal bersama.
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mengkritik syarat TOEFL tinggi pada beasiswa LPDP. Menurutnya, aturan tersebut hanya menguntungkan anak keluarga mampu dan menyulitkan siswa dari kalangan kurang mampu serta santri.
Baca di sini: https://t.co/YbpccpYfgl
~TR #Bahlil#LPDP #TOEFL
Setuju mas, Pak Gita Wirjawan pernah bahas yang sama soal hobi. Cari hobi yang kalau bisa bertolak belakang sama pekerjaan.
Misal background & pekerjaan kita sebagai computer science, pas ditanya hobi kita ngoding, sama aja boong. Kalau pekerjaan kita pemain sepak bola, ditanya hobi kita main bola, sama aja boong juga.
Tapi kalau background kita mungkin computer science/finance/dll, coba belajar aja main gitar, coba explore olahraga lari, coba aja belajar bikin puisi.
Semakin kita divergent, semakin multi dimensi, akan semakin kita bisa lihat blind spot & jadi anti fragile.
So let’s check in, coba mention background/pekerjaan kalian & hobinya apa? 😅
Setuju mas, Pak Gita Wirjawan pernah bahas yang sama soal hobi. Cari hobi yang kalau bisa bertolak belakang sama pekerjaan.
Misal background & pekerjaan kita sebagai computer science, pas ditanya hobi kita ngoding, sama aja boong. Kalau pekerjaan kita pemain sepak bola, ditanya hobi kita main bola, sama aja boong juga.
Tapi kalau background kita mungkin computer science/finance/dll, coba belajar aja main gitar, coba explore olahraga lari, coba aja belajar bikin puisi.
Semakin kita divergent, semakin multi dimensi, akan semakin kita bisa lihat blind spot & jadi anti fragile.
So let’s check in, coba mention background/pekerjaan kalian & hobinya apa? 😅