Gw ke psikolog gara-gara ini, terus dibilang sama psikolognya, "Kehilangan mimpi juga tetap sebuah kehilangan." Jadi selama ini gw griefing tapi berusaha nyangkal itu.
serunya main twitter adalah tiba tiba ada yang mengungkapkan isi kepala gw dengan susunan kata yang lebih baik trus gw tinggal ritwit ritwit aja tanpa perlu ngetik
bayangin dapet cowo yang ambitious, punya goals yang jelas, and takes his future seriously, but still makes you feel loved and included in his life. like, he has a whole life to build, and he wants you by his side🥺🤍
Halo semua,
Berikut semua asset dokumentasi karhutla dari jurnalis di kalimantan, feel free to access dan tolong disebarkan seluasnya utk awareness https://t.co/V2BuFwAF1Q
Salah satu mantan volunteer Greenpeace spill tentang aksi Greenpeace yang ikonik hari ini, memasang spanduk di patung Bundarang HI
>Greenpeace mengincar eksposure, supaya mengajak masyarakat aware
>ternyata memang ada divisi panjat tebing tersendiri
>untuk memasuki divisi panjat tebing, harus tidak memiliki cita cita masuk PNS, sebab pasti akan berurusan dengan penjara dan SKCK
>aksi di Bundaran HI termasuk sukses, meski hanya 1 jam banner bertahab, traffic saat itu sedang bagus, diliput sana sini dan viral
Jika dilihat memang well callculated bgt sih, momennya pas : di hari yang sama mahasiswa turun aksi
Ukuran bannernya juga presisi
Yang bikin kagum, semua personilnya yang masang banner adalah cewe🙌
Sebagai manusia yang besar dengan menonton film, ga expect sama jawaban Koo Kyohwan soal kenapa kita butuh film di hidup kita?
Bahasanya ga ndakik2 tapi sangat related 😭
"Jujur, aku ga merasa film itu hal yang mutlak harus ada di hidup kita.
Menurutku, sejak lahir, kita sendiri itu sudah jadi sebuah film. Kita ini bioskopnya, kita aktornya, sutradaranya, bahkan penulis skenarionya.
Makanya, sekarang ini aku cuma pengen bisa merangkai dan menjalani 'film' kehidupanku ini dengan lebih baik lagi.
Sebelum nonton film, aku pengen lebih fokus melihat hidupku sendiri dulu.
Tapi, kalau ditanya kenapa kita sampai mau repot-repot meluangkan waktu buat nonton film.. kayaknya kita mencari semacam petunjuk, sikap, dan inspirasi tentang kehidupan dari film yang kita tonton.
Contohnya, waktu aku nonton film-filmnya sutradara Stephen Chow, aku jadi bikin janji sama diri sendiri, 'Gimana pun beratnya situasi yang bakal datang di hidupku, jangan sampai aku kehilangan selera humor.'
Dalam artian itu, film itu ibarat 'asisten penulis' buat kehidupanku.. buat film tentang hidupku. Ya, begitulah.
Intinya, kehidupan nyata itu jauh lebih penting daripada film."
byk org emg cuma jatuh cinta sama proyeksi ideal di kepala mereka, bukan sama sosok aslinya yg butuh dirawat. budaya dating skrg bikin orang cuma haus sama spark di awal, tapi kaget pas sadar kalo hubungan yg stabil itu bentuknya deliberate action dan pilihan sadar tiap hari.
Negara lu punya 1001 bencana tp jajaran pemerintahannya enteng ngadain parade ???? Kata gue ini selain otaknya gk fungsi emang pure setan ajasih
Tai kuda noh level negara lu tuh selevel tai
sebelum baca Substack: kangen banget anying.
setelah baca Substack: Boleh tidak, malam ini aku kirimkan ramuan rindu yang kutelan tiap hari ini kepadamu? Biar rasanya kita kecap bersama, bukan hanya di sisiku saja.
sebelum baca Substack: gue capek banget anying
setelah baca Substack: boleh tidak, hari ini aku tidak menjadi apa-apa? sebab, rasanya tubuhku sudah terlalu lama menjadi rumah bagi segala hal yang harus selalu baik-baik saja
sebelum baca Substack: aku gamau kecintaan sendiri.
setelah baca Substack: boleh tidak, aku memintamu mencintaiku dengan cara yang paling berisik? sebab, diriku sepi sekali, sayang.