Mo Salah having his contract mutually terminated despite having a year left...
Trent Alexander-Arnold being sold for just £8.5m, after running down his contract...
Ibrahima Konate leaving for free...
Andy Robertson leaving for free...
They would join Wijnaldum, Firmino, Oxlade-Chamberlain, Milner and Keita, as player to have left for free since 2021.
Liverpool used to be so, so smart. But that feels like they've missed out on at least £130m across Salah, Konate, Robertson and Trent since the start of last summer.
𝗣𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗚𝗼𝗿𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀 𝗞𝘂𝗯𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗶𝘁𝗲𝗹.
Purbaya mesem-mesem aja ketika ditanya wartawan soal papan bursa “Semerah gincu Drakula”. Bukan merah mawar yg romantis, tapi merah darah segar. Pak Menkeu merasa kerjaannya sudah benar, mungkin yg larinya belum kencang APH-nya.
Indeks tersungkur, anjlok 8%, bukan sekali, tapi dua kali dalam waktu dekat, gila nggak..? Sebuah double kill yg sempurna.
Tepuk tangan deh untuk para arsitek di balik layar...!!. Itu para emiten Kerah Putih yg lebih pantas disebut “Kerah Daki”, mereka duduk manis di gedung pencakar langit Sudirman/Thamrin, menyeruput single malt whisky, sembari menonton grafik harga saham mereka yg bergerak lincah dan liar sebelum akhirnya terjun bebas tanpa parasut.
Inilah zaman keemasan penipuan yg dibungkus rapi dengan pita IPO (Initial Public Offering). Tentu saja ada “Koki Gorengan” bintang lima disana.
Coba aja tengok dapurnya, mereka tidak sedang membangun bisnis, mereka sedang memasak, bahan bakunya..? ya saham sampah.
Bumbunya..? Laporan keuangan hasil “operasi plastik” dan janji manis tentang project masa depan yg fiktifnya ngalahin naskah film Hollywood.
Modusnya sungguh elegan, belajar via buku panduan paling hina dari selokan dunia crypto, seperti menerbitkan saham baru (rights issue), tapi bukan untuk ekspansi, hanya utk gali lubang tutup lubang mereka sendiri.
Uang ritel masuk, uang bandar keluar. Piramida Firaun pun kalah kokoh dibanding skema kebohongan mereka.
Atau model “Pump and Dump Syariah” (tanpa riba, penuh dosa). Mereka sewa “pom-pom ers” dan influencer saham yg koar-koar, seolah saham mereka akan ke bulan, valuasi murah..
Ritel yg lugu pun FOMO (fear of missing out), menyuntikkan dana pensiun dan uang susu anak mereka. Begitu harga di puncak, si Bandar Anjing jualan masif. Ritel naif ditinggal nyangkut di pucuk dingin daun kering, memeluk saham yg harganya kini cuma pantas buat ganjal pintu.
Modus licik lain adalah tanpa angin tanpa hujan, suspensi. Atau lebih kejam, Auto Reject Bawah (ARB) berjilid-jilid sampai saham terkunci di harga 50 perak, kuburan bagi aset yang tak bisa dijual.
Kerennya, mereka tidak lari membawa koper uang seperti penipu crypto, tidak. Mereka tetap di sana, tersenyum di RUPS, berkata, “Ini dinamika pasar..”
Wuiih…Bangsatnyo..!.
Mereka juga merayu investor dengan narasi “Green Energy”, “Digital Banking” atau “Electric Vehicle”, persis kayak bacotnya Gibran, main diksi kunci yg seksi. Padahal aslinya…? Kantornya ruko kosong.., karyawannya hantu.., dan asetnya cuma sebidang tanah sengketa di tempat Jin Buang Anak.
Mereka meng-injeksi racun ke dalam pasar modal kita. Pasar yg seharusnya jadi tempat pembentukan modal bagi kemajuan bangsa, diubah menjadi mesin penggiling daging Celeng.
Jatuhnya indeks 8% itu bukan koreksi wajar. Itu adalah jeritan ribuan investor ritel yg portofolionya diamputasi paksa. Itu adalah hasil karya para penjahat berjas yg memanipulasi bid dan offer dengan bot high-frequency trading, menciptakan ilusi likuiditas semu.
Mereka menjadikan BEI (Bursa Efek Indonesia) tak ubahnya Wild West.
Bedanya, di sini perampoknya tidak naik kuda dan pakai topeng tengkorak, mereka naik Alphard, pakai dasi sutra, dan dilindungi oleh regulasi yg tumpul ke atas.
Jadi, buat kalian para “Emiten Licik”, nikmati saja kaviar kalian malam ini, tertawalah di atas bangkai portofolio para korban. Kalian mungkin lolos dari hukum manusia karena kalian bisa membeli pasal, tapi ingatlah satu hal, di mata sejarah ekonomi, kalian hanyalah copet.
Bedanya, copet di pasar Tanah Abang masih punya nyali utk berhadapan fisik dengan korbannya, sedang kalian cuma pengecut yg bersembunyi di balik layar monitor dan press release penuh dusta.
Selamat menikmati uang haram hasil “menggoreng harapan rakyat”. Hati-hati kolesterol, dan hati-hati Kualat, karena “Kualat” tidak mengenal Auto Reject Bawah.
Sikat habis para bandit model begini Ndan @ahriesonta@himawansugeha95@DivHumas_Polri !
🚨 THE GATES ARE OPEN! 🚨
Liga FPL Kofpli Tangerang 2025/2026 RESMI DIBUKA!
Saatnya para manajer Tangerang Raya unjuk gigi. Buktikan timmu yang terbaik!
🏆 Prize Pool: RATUSAN RIBU HINGGA JUTAAN RUPIAH!*
🔑 Kode Liga: SKOSSY
@PNS_Garis_Lucu Sepertinya, pns dan pejabat2 itu pake yg manfaat pasti. So klo kurang, apbn yang nombok. Oh iya, satu lagi, iuran sendiri ga full potongan gaji ada bagian iuran beban perusahaan atau apbn lagi.
Jadi pensiun sedemikian membebani apbn ato pemberi kerja, ya iyes lah. 👍
@PNS_Garis_Lucu Wow, dari sekian banyak pemirsa. Yg paham tata kelola dana pensiun ternyata nyaris ga ada. Literasi dong.
Dapen itu ada 2 iuran pasti dan manfaat pasti. Klo iuran pasti berapa yg diiur, berapa akumulasi ditambah pengembangan, itu yang dibayarkan kepada peserta. Bayarnya bisa…
@PNS_Garis_Lucu bisa sekaligus bisa dicicil setiap bulan, tetap memperhitungkan hasil pengembangan.
Nah, klo manfaat pasti, jumlah yang dibayar pas pensiun telah ditetapkan, misal 75% gaji pokok. Dana pembayaran berasal dari iuran, hasil pengembangan dan kalo kurang pemberi kerja nombok…
Every goal, every clean sheet, every point, every transfer: it’s been an amazing season 👔
2023/24 has been a wild ride, thank you for being part of it all 🫶
Love from admin x
Jika warganya terdidik, yang diminta:
1) Pendidikan dasar yang berkualitas,
2) Layanan kesehatan yang prima,
3) Upah tenaga kerja yang layak,
4) Infrastruktur yang memadai,
5) Transportasi umum yang nyaman,
6) Diplomasi ke LN sampai paspor bebas visa ke mana-mana,
7) Riset dan penelitian level dunia,
8) Universitas dalam negeri selevel dengan LN.
Susah lah menuhinnya, kalau warganya tidak terdidik, cukup dikasih:
1) Makan.