Dapet undangan nikah, dan mukadimahnya menarik sekali. Begini bunyinya:
Ada dua pilihan ketika bertemu cinta, jatuh cinta dan bangun cinta.
Padamu, aku memilih yang kedua, agar cinta kita menjadi istana, menjulang meraih ridha-Nya.
(Ust. Salim A. Fillah)
“Aku yakin bahwa kematian akan mendatangiku dengan secara tiba-tiba, sehingga aku harus mempersiapkannya.
Dan aku yakin bahwa aku tidak dapat lepas dari pengawasan Allah, sehingga aku harus selalu malu terhadap-Nya." (Hatim Al Asham)
“Barangkali sesuatu ditunda karena hendak di sempurnakan, dibatalkan karena hendak diganti dengan yang lebih utama, ditolak karena dinanti dengan yang lebih baik”
~ Salim A. Fillah ~
Pada titik tertentu, aku tidak melawan diriku sendiri untuk merindukanmu. Aku lepaskan semua, membiarkan diriku sendiri bersimpuh berharap bertemu lagi, membiarkan harga diri itu pergi hanya untuk tersakiti melihat kabarmu sekali lagi. Dan ya, sekarang pun, aku rindu kamu.
Tolong jangan menyerah. Tolong bertahanlah. Aku tau ini berat, aku tau rasanya begitu melelahkan, tapi aku mohon jangan berhenti. Jika menangis saja rasa-rasanya sudah tidak bisa membantu, pulanglah. Pulang.
Entah di titik mana aku membuat kesalahan hingga kau pergi di saat aku sedang butuh-butuhnya. Mungkin, di luar sana, ada yang jauh lebih kuat mendoakanmu ketimbang doa-doaku selama ini.