#GenshinImpact
Halo Traveler!
Kartu Flazz Kolaborasi Genshin Impact × BCA sudah hadir!
Mulai 1 Juli 2026, kartu edisi kolaborasi ini akan tersedia dalam jumlah terbatas. Periode penjualan berlangsung hingga 31 Desember. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengoleksi semua desain Kartu Flazz Genshin Impact × BCA!
Pantau terus media sosial resmi Genshin Impact dan BCA untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kolaborasi ini.
Bawalah Kartu Flazz kolaborasi Genshin Impact × BCA bersamamu di setiap perjalanan hidup yang kamu lalui.
👟: 💨 dang i farted twice at the same time
👟: from my left butt cheek and my right butt cheek that’s craaazy
🥽: *does speed face*
#IcaughtYu#ShuClip#NIJIENchanted2
🔗: i just spent 2 hours trying to bring 2 cows from a thousand blocks away all the way back to town to breed them
🔗: and a fucking creeper took out all 3 of them
👹: that is a nightmare... that is a nightmare...
🔗: i might die
🍸: www
🔗: OOC i might talk to 🦁 to spawn some cows
🍸: www
---
🍸: oh that's horrible
🍸: that wasn't smoky brisket talking, that was sonny brisko www
#GinjoClips #Brisklips #VoxPopuLIVE #NijiENchanted2
FYI Guys:
Saat PBX Finder ikut bergerak bersama mobilmu, tapi pemilik aslinya tidak berada di dekat tracker tersebut, maka iPhone akan mendeteksi tracker itu sebagai “item tidak dikenal” yang bergerak bersamamu.
Kamu akan mendapat notifikasi otomatis di layar kunci, biasanya berupa:
• “[Item] Found Moving With You”
• atau “Unknown Accessory Detected”
• atau pesan mirip “Item ditemukan bergerak bersamamu”
Syarat agar fitur ini aktif:
• Bluetooth ON
• Location Services ON
• iOS (minimal 14.5, lebih baik 17.5 ke atas)
• Notifikasi untuk Tracking diaktifkan
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.