Anda bisa membohongi seseorang sepanjsng waktu. Anda juga bisa membohongi semua orang satu waktu. Tapi Anda tidak bisa membohongi semua orang sepanjang waktu. (Abraham Lincoln, Preslden ke 3 USA).
Allah has 99 Names.
He used 98 of them throughout the Qur’an to describe His attributes
But one Name appears only once in the entire Qur’an.
And it is the strongest weapon against anxiety ever revealed.
Allah punya 99 nama.
98 nama digunakan berulang kali
di seluruh Al-Qur'an.
Tapi ada satu nama
yang hanya muncul satu kali.
Dan itu adalah senjata andalan
Untuk melawan kecemasan
"Al-Ahad"
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
———
Banyak yang menyamakan Al-Ahad
dengan Al-Wahid.
Padahal berbeda.
Al-Wahid artinya satu dalam kategori,
satu-satunya dari jenisnya.
Al-Ahad artinya jauh lebih dalam:
tidak bisa dibagi, tidak bisa dibayangkan,
tidak bisa direplikasi oleh apapun.
Mutlak. Absolut. Tidak bisa dipecah.
———
Lalu kenapa hanya disebut sekali?
Karena Tauhid bukan pengulangan.
Tauhid adalah fondasi.
Satu kali sudah cukup.
Karena sekali pun sudah mengguncang segalanya.
———
Kenyataan pahitnya?
Kita memiliki "savior complex", masalah penyelamat yang bahkan tidak kita akui.
Kita minta makhluk melakukan
apa yang hanya bisa dilakukan Al-Ahad.
Memperlakukan pernikahan, karir, dan kawan
supaya apa?
menyembuhkan kita, melengkapi kita, dan mendefinisikan kita.
Kita menikah dengan harapan:
"Kalau aku sudah punya dia,
kesepianku akan selesai."
Tapi pasangan adalah manusia biasa.
Ia tak bisa sepenuhnya menyembuhkan kita
Ia tidak bisa mengisi kekosongan
yang hanya muat diisi oleh "Yang Tak Terbatas".
Kita kejar jabatan dan gaji
dengan keyakinan:
"aku akhirnya jadi orang."
Tapi jabatan adalah fungsi, bukan identitas.
Sesuatu yang sementara
tidak bisa memberi nilai yang permanen.
Kita bergantung pada teman
untuk menyembuhkan luka batin kita.
Lalu merasa dikhianati, ketika mereka tidak sanggup.
Padahal mereka memang tidak pernah dirancang untuk sanggup.
———
Ini bukan salah pasangan, jabatan,
atau teman-teman kita.
Ini salah kita.
Kita taruh di pundak makhluk
beban yang hanya bisa dipikul
oleh Al-Ahad.
———
Untuk memahaminya,
lihat Bilal bin Rabah ra.
Ia disiksa di bawah terik Makkah.
Batu besar ditindihkan di dadanya.
Tubuhnya di atas pasir yang membakar.
Ia hanya mengulang satu kata:
"Ahad. Ahad. Ahad."
Bukan karena ia tidak tahu kalimat lain.
Tapi karena satu nama itu sudah cukup
untuk menahan semua rasa sakit
yang ada di dunia.
Orang yang dihukum karena berbisik "Ahad"
kelak dipilih Allah untuk mengumandangkan Adzan
dari atas atap Madinah.
———
Lepaskan.
Pasanganmu adalah rekanmu, bukan tuhanmu.
Pekerjaanmu adalah rezekimu, bukan identitasmu.
Temanmu adalah teman seperjalananmu,
bukan penyelamatmu.
Hanya Al-Ahad yang bisa menyembuhkan.
Hanya Al-Ahad yang bisa melengkapi.
Hanya Al-Ahad yang bisa mendefinisikan
siapa kamu sebenarnya.
Allah menyebut nama itu satu kali
di seluruh Al-Qur'an.
Karena satu kali sudah lebih dari cukup.
BISAKAH TUHAN MENCIPTAKAN SESUATU YANG LEBIH KUAT DARI DIRINYA?
Ringkasan dari jawaban Ust Nur Fajri Ramadhan:
- Pertanyaan ini biasa disebut dengan 'The Omnipotence Paradox' atau sebuah dilema dari Yang Maha Kuasa.
- Kejadian di alam semesta ini ada yang nomologically impossible dan logically impossible. Nomologically impossible adalah suatu yang masih bisa dibayangkan dalam khayalan, tapi sulit untuk dilakukan. Sedangkan logically impossible adalah sesuatu yang sulit dibayangkan dalam khayalan dan tidak bisa dilakukan.
- Contoh dari nomologically impossible adalah perjalanan dari Mekah ke Al Quds dalam satu malam. Bagi penduduk Quraisy zaman Nabi, itu masuk nomologically impossible yang menurut mereka hanya ada dalam khayalan tapi sulit dilakukan. Namun bagi kita zaman sekarang, hal itu adalah sautu hal yang mudah dengan adanya pesawat.
- Contoh dari logically impossible adalah 2+2=5 atau sebuah lingkaran bersudut empat. Suatu hal yang sulit dibayangkan dalam khayalan dan tidak bisa dilakukan. Nah, pertanyaan di atas itu masuk dalam logically impossible. Kenapa? Karena hal itu sulit dibayangkan dan memang tidak akan kejadian.
- Logically impossible is no a thing. Artinya, segala hal yang masuk dalam logically impossible itu 'bukan sesuatu'. Nah, kita bandingkan dengan ayat 'innallaha ala kulli sya'in qadir' = Allah mampu atas SEGALA SESUATU.. Trus gimana? Okey lanjut...
- Untuk jawab pertanyaan itu, maka bisa menempuh dua cara. Pertama adalah bahwa pertanyaan itu yang salah. Karena untuk menjawab sesuatu, maka harus yang berwujud sesuatu. Sedangkan logically impossible bukanlah sesuatu.
- Kedua, kita jawab 'GAK BISA!'. Kenapa? Karena Allah SWT tidak pernah melakukan suatu hal yang konyol. Allah tidak pernah melakukan suatu hal yang logically impossible dan TIDAK SEMUA YANG TIDAK BISA itu LEMAH.
- Sama seperti ketika anda memaksa Prof John Lennox, seorang ahli matematika zaman ini untuk membuat rumus baru 2+2=5. Beliau tidak akan bisa melakukan itu, tapi tidak mengurangi pengakuan dunia atas kepakaran beliau di bidang matematika. It's a logically impossible.
Kalau kamu ingin hidup lebih tenang, hati lebih kuat, dan akhir yang indah, pesan-pesan ini jangan dilewatkan.
Al-Waqiah berpesan:
“Bacalah aku setiap malam, niscaya Allah akan melindungimu dari kemiskinan.”
Ayat Kursi berpesan:
“Bacalah aku setelah sholat, maka hanya kematian yang menjadi jarak antara kamu dan surga.”
Al-Ikhlas berpesan:
“Bacalah aku 10 kali setiap hari, agar Allah SWT membangunkan untukmu sebuah istana di surga.”
Sholat berpesan:
“Jagalah aku selama di dunia, maka kamu akan masuk surga tanpa hisab.”
Al-Mulk berpesan:
“Bacalah aku sebelum tidur, maka aku akan menemanimu di alam kubur yang gelap.”
Sholawat berpesan:
“Bacalah aku setiap hari, kelak kamu akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah.”
Surat Ar-Rahman — Terapi Kesyukuran Pertama di Dunia
Surat Ar-Rahman adalah satu-satunya surat yang memiliki satu ayat diulang 31 kali.
Dan jika kita bedah psikologinya, ini bukan pengulangan biasa ini adalah terapi.
Dimulai dari penciptaan manusia dan alam
menyadarkan betapa besar nikmat yang sering diabaikan. Lalu keseimbangan alam semesta menunjukkan bahwa hidup ini dirancang dengan sempurna.
Kemudian gambaran surga — memberi harapan kepada jiwa yang lelah.
Dan terakhir pertanyaan yang diulang 31 kali memaksa jiwa untuk berhenti dan merenung.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
— QS. Ar-Rahman: 13
Yang paling mencengangkan: penelitian psikologi modern oleh Martin Seligman membuktikan bahwa praktik kesyukuran secara konsisten adalah intervensi paling efektif melawan depresi dan kecemasan.
Al-Qur'an sudah melakukannya 14 abad lalu bukan dalam bentuk jurnal ilmiah, tapi dalam bentuk ayat yang indah dan berulang sehingga meresap ke dalam jiwa.
Pengulangan 31 kali bukan karena Allah lupa.
Tapi karena manusia yang sering lupa.
Al-Qur'an mengajarkan bahwa kesyukuran bukan sekadar ucapan terima kasih ,tapi kesadaran mendalam yang harus dilatih setiap hari hingga menjadi karakter.
Surat Yusuf
Novel Psikologi Pertama di Dunia
Surat Yusuf adalah satu-satunya surat yang menceritakan satu kisah secara utuh dari awal hingga akhir.
Dan jika kita bedah strukturnya, ia mengandung hampir semua elemen psikologi manusia modern:
Dimulai dari mimpi — psikologi bawah sadar. Lalu kecemburuan saudara — dinamika keluarga dan rivalitas.
Kemudian godaan seksual — ujian nafsu dan integritas.
Lalu penjara — ketahanan mental dalam kondisi terbatas. Kemudian kekuasaan — ujian apakah sukses mengubah karakter.
Dan akhirnya rekonsiliasi — pemaafan dan pemulihan hubungan.
Yang paling mencengangkan: di puncak kekuasaannya, ketika saudara-saudaranya datang meminta maaf, Yusuf berkata:
"Tidak ada cercaan atas kalian hari ini, Allah mengampuni kalian." (QS. Yusuf: 92)
Tidak ada dendam.
Tidak ada pamer.
Padahal ia punya kekuatan penuh untuk membalas.
Inilah yang Al-Qur'an sebut "ahsanal qasas" — bukan karena kisahnya paling dramatis, tapi karena karakternya paling sempurna.
Al-Qur'an mengajarkan bahwa kisah terbaik bukan yang paling menegangkan, tapi yang paling membentuk jiwa.🙏
Tidak ada pekerjaan yg mudah, tapi menjadi pengangguran pun tidak enak.
Menikah itu rumit, tapi melajang pun tidak selamanya menyenangkan.
Merantau itu berat, tapi diam di rumah pun juga tidak mudah.
Belajar itu melelahkan, tapi kegagalan pun sama sekali tidak indah.
Mempertahankan hubungan itu sulit, tapi memutuskannya pun bukan berarti lega.
Bahkan proses memantaskan diri menjadi lebih baik itu jalannya terjal, namun diam stagnan di tempat pun bukan pilihan yang tepat.
Pada akhirnya, setiap jalan itu melelahkan. Namun, jiwa cerdas yang sesungguhnya adalah keberanianmu untuk memilih lelah yang memang pantas diperjuangkan.
Kalo ga bangun rumah gw gabakal tau kalau:
1. Cat dinding rumah yg bagus : Jotun
2. Stop kontak /kelistrikan yg badak: Broco
3. Kran yang awet: Onda
4. Atap kanopi yang kuat: Alderon
5. Shower/sanitari bagus dan awet: Paloma
6. Kloset bagus dan affordable: Toto
7. Keramik lantai: Roman
8. Lampu terang hemat energy: Philips
Ada yg mau nambahin?
Ini cara tubuh mengontrol emosi kita:
Stres → lari
Sedih → push up
Overthinking → menulis
Malas → matikan HP
Panik → meditasi
Capek → mandi air dingin
Burnout → jalan-jalan
Marah → angkat beban
Tertekan → ke tempat hijau
Banyak pikiran → melukis
Gelisah → ibadah & berdoa
Cobain!
BAB KE TIGA PULUH LIMA
NGAJI KITAB AL HIKAM
SYEH IBNU ATHA' ILLAH AS -SAKANDARI
Syarah SYEKH ABDULLAH ASY-SYARQAWI AL-KHALWATI
Pangkal Setiap Kelalaian dan Maksiat adalah Merasa Puas Diri
Seorang mahasiswa bertanya kepada Einstein:
"Apa yang dimaksud dengan logika?"
Einstein menjawab: "Aku akan menjawab mu dengan sebuah pertanyaan."
"..Bayangkan ada dua orang pekerja masuk ke dalam cerobong asap untuk membersihkannya. Setelah keluar, pekerja pertama wajahnya kotor penuh debu, sedangkan pekerja kedua wajahnya tetap bersih. Menurutmu, siapa yang akan pergi mencuci muka?"
Tanpa ragu,
si mahasiswa menjawab, "Tentu saja pekerja yang wajahnya kotor."
Einstein berkata: "Jawabanmu salah. Yang akan mencuci muka adalah pekerja yang wajahnya bersih.
Mengapa?
Karena dia melihat wajah temannya yang kotor, lalu mengira wajahnya sendiri juga kotor.
Sebaliknya,
pekerja yang wajahnya kotor melihat wajah temannya bersih, sehingga dia mengira wajahnya pun bersih."
Mahasiswa itu pun menyahut: "Benar juga, itu sangat logis!"
Namun Einstein kembali menjawab: "Tidak, itu juga salah. Karena pertanyaannya sendiri sudah tidak logis. Tidak mungkin ada dua orang masuk ke cerobong asap yang sama pada saat yang sama, lalu yang satu keluar bersih sementara yang lain kotor."
Terkadang logika bisa runtuh karena masalahnya bukan terletak pada jawabannya, melainkan pada pertanyaannya yang sudah cacat atau tidak masuk akal sejak awal.
SC: @ImtiazMadmood / @GlobalIJournal
kita kerap terjebak dalam logika intuitif, juga logika relatif.
tapi lupa mengasah logika kritis.
BIOGRAPHY OF M U H A M M A D (S. A. W)
▪Name : Muhammad (SAW)
▪Father : Abdullah
▪Mother : Aminah
▪Date of Birth : 12th Rabi Al - Awwal
▪Date of Death :08 Jun 632 11 after Hijra
▪Age : 63 yrs
▪Place of Birth : Makkah
▪Place of Death : Madinah
▪Residence : Makkah then moved to Madina
▪Profession : Businessman , then a Prophet
▪Age : 63 years
▪Lived in Makkah : 50 years
▪Nabowat Age : 40 years
▪Lived in Madinah ; 13 years
▪Yrs of Preaching : 23 years
▪Merchant : 26 years (583–609 CE)
▪Preacher : 23 years (609–632 CE)
End of Worldly Life : 08 June 632 (11th after Hijra)
A C T I O N S
1. Virtue
2. Preaching
3. Jihad in Islam
B E H A V I O U R
1. Peace and Justice
2. Loving everybody
3. Liking of Muslims
4. Philanthropic
5. Respectful of any organ.
WIVES & MARRIED PERIOD
1. Khadija bint Khuwaylid 595–619
2. Sawda bint Zamʿa 619–632
3. Aisha bint Abi Bakr 619–632
4. Hafsa bint Umar 624–632
5. Zaynab bint Khuzayma 625–627
6. Hind bint Abi Umayya 625–632
7. Zaynab bint Jahsh 627–632
8. Juwayriyya bint al-Harith 628–632
9. Ramla bint Abi Sufyan 628–632
10. Rayhana bint Zayd 629–631
11. Safiyya bint Huyayy 629–632
12. Maymunah bint al-Harith 630–632
13. Maria al-Qibtiyya 630–632
C H I L D R E N
Boys :
1. Al-Qassem
2. Abdullah
3. Ibrahim
Girls :
1. Zaynab
2. Ruqayyah
3. Ummu Kalthoom
4. Fatima
8 Miracles Everyone Must Know About Prophet MUHAMMAD (S.A.W)
Did you know?
1. "Flies, insects, ants and mosquitoes" never land on his body, let alone of bitting him?
2. He did not "yawn" in his lifetime?
3. Both "domestic and wild animals" were never for a second angry with him?
4. During his "sleep," he heard all "conversations?
5. He could see everything both in "front" and at the "back" at the same time without turning?
6. He was always "one foot taller" than anybody that came "near" him?
7. He was "circumcised, washed and cleaned in his Mother's womb before he has been born to this world?
8. He had no shadow even in the Sun, Moon, or Light?