5. Hindari font klise, terlalu banyak digunakan, tidak unik. Misalnya Comic Sans dan Papyrus, jangan gunakan keduanya. Font tersebut membuat desain kita terlihat tidak kreatif.
Kembali ke brand dan apa yang digambarkan atau direpresentasikan. Apa yang kita inginkan dari audien ketika mereka melihat brand kita?
Ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah terjawab semua, tinggal kita lanjutkan ke proses desain.
#memilihfont
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan font yang digunakan oleh kompetitor. Apalagi jika kompetitor sudah banyak dikenal. Itu akan menjadi pilihan yang buruk bagi brand kita.
Mereka tipe orang yang fun atau serius. Setelah mengetahui hal tersebut, baru kita bisa menentukan jenis huruf yang tepat. Yang sekiranya bisa menarik perhatian mereka.
Bagaimana kita mengetahui besar tekanan yang dibutuhkan? Cari tahu di mana text itu ditempatkan. Sebagai nama brand atau sebagai tagline? Jika sebagai nama brand, pilih jenis huruf yang bisa dengan mudah untuk dibedakan dengan tulisan yang lain.
Beberapa jenis huruf memberikan tekanan yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Sebagai contoh dampak dari ketebalan huruf sesuai namanya akan memberikan dampak yang berbeda, huruf Bold akan lebih menonjol daripada yang thin pada satu jenis huruf.
6. Pastikan font mudah dibaca dengan mengecek setiap huruf. Dan mudah dibaca juga ketika antar huruf disandingkan. Cek juga apakah bentuk hurufnya memakan banyak tempat.