Temen gw pengacara perceraian. 7 tahun bolak-balik Pengadilan Agama. Udah megang ratusan kasus cerai.
Gw nanya iseng: "Klien lo yang paling bikin lo merinding itu yang kayak gimana?"
Dia gak jawab "yang berantem hebat" atau "yang suaminya selingkuh."
Dia jawab:
"Yang paling mengerikan itu istri yang dateng TENANG. Duduk rapi. Senyum tipis. Suaranya datar. Gak ada air mata."
"Kenapa itu mengerikan?"
"Karena kalau dia udah TENANG, keputusannya udah final. Biasanya sejak 6 bulan lalu."
Yang membuat hancur seseorang itu adalah serakah.
Ga bisa merasa cukup.
Serakah ini mengakar dari semua kalangan.
Mau kerja enak, santai tapi duit gampang banyak.
Enough is enough.
Ra iso berpikir ngono.
kalo suka versi bahasa indonesianya, berarti memang editornya dan pengalih bahasanya keren banget.
catat namanya, follow social media-nya kalo ada, cari info buku apa aja yg dia terjemahkan.
menurutku, alih bahasa aset besar di setiap penerbit.
belum bisa digantikan AI.
random fact lainnya, predatornya moose adalah seguni a.k.a orca.
di wilayah seperti Alaska dan British Columbia kadang si moose ini bisa berenang antarpulau.
nah, ada laporan kalo orca serang moose yang lagi berenang di laut terbuka.
oiya, si moose ini bisa nyelam hingga kedalaman 6 meter untuk makan tumbuhan air.
salah satu rejeki orca hewan darat, beberapa rejeki moose di dasar air.
Ini pemikiran yg menarik tentang gimana kebiasaan buruk bisa bikin masa depan kita suram.
Intinya dia bilang:
Waktu umur 22, ngabisin 3 jam buat scroll di media sosial keliatannya sepele. Tapi pas udah 28, tiba2 jadi susah fokus baca artikel karena mesti ngecek handphone tiap paragraf.
Terus pas udah 32, kamu mulai bingung kenapa proyek yang diimpikan ga pernah kelar. Masih punya impian, tapi seolah ga ada waktu buat mulai.
Dan di umur 40, kita ga bisa menyelesaikan 1 buku satu pun.
Kebiasaan kaya gini emg harus dihilangkan dari sekarang, karena waktu ga akan bisa kembali.
Setuju ga?
Ada sebuah cerita, pasangan muda Gen Z. Suami istri,
Gajinya Rp 8 juta. Istrinya Rp 6 juta.
Total: Rp 14 juta sebulan.
Dua orang kerja.
Dua karir.
Dua sarjana.
Tiap akhir bulan, mereka cek saldo rekening bersama.
Bulan ini: minus Rp 340.000. Bulan lalu: minus Rp 820.000. Dua bulan lalu: minus Rp 1,2 juta.
"Gaji kita segitu. Kok makin minus?"
Sampai suatu malam mereka duduk. Hitung satu per satu.
Dan hasilnya, bikin mereka terkejut
Mereka tulis semua pengeluaran tetap:
Kontrakan: Rp 3.000.000
Listrik + air + internet: Rp 800.000
Cicilan 2 motor: Rp 1.500.000
Makan harian: Rp 2.500.000
Bensin: Rp 600.000
Kebutuhan anak: Rp 1.200.000
BPJS + asuransi: Rp 400.000
Kiriman ke orangtua: Rp 1.000.000
Total: Rp 11.000.000
Sisa: Rp 3.000.000
"Masih ada Rp 3 juta. Harusnya cukup."
Tapi bulan ini ada:
Kondangan teman kantor +nengok bayi: Rp 600.000
Anak demam + dokter + obat: Rp 450.000 Seragam anak baru: Rp 380.000
Tagihan kartu kredit bulan lalu: Rp 870.000 Service motor: Rp 350.000
"Lain-lain": Rp 700.000
Total tak terduga: Rp 3.350.000
Rp 3.000.000 sisa. Dikurangi Rp 3.350.000.
= MINUS Rp 350.000.
Dan "lain-lain" itu selalu ada.
Setiap bulan.
Berbeda wujudnya.
Tapi selalu datang.
+62 pasangan muda, pada ngerasain jg kah?
Source : thread
Fun fact
Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan
Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG
Chromebook vs MBG
• Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total)
• Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari
Chromebook vs IKN
• 97% Chromebook udah digunakan pelajar
• IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Di Indo tuh kalau gak menderita belum dianggap hemat. Belanja di supermarket aja dikomen katanya mending di pasar, beli kopi dibilang boros. Padahal dinegara lain belanja di supermarket dan beli kopi itu hal yang NORMAL dan bukan pemborosan. Kita cuma pengen hidup normal?!?!?
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
thissss☝️😭
"jangan hedon" "jangan boros" meanwhile boros yg dimaksud cuma makan cukup, angka kebutuhan gizi terpenuhi, tempat tinggal nyaman & bersirkulasi baik.
Sebenernya kita ga boros ges, emg negaranya miskin aja sampe standar hidup minimum jadi kayak boros.
Jujur, ketakutan terbesar gue itu hidup tapi gak bermakna isinya beneran cuma kerja, kerja, dan kerja.
Atau intinya gak bisa menikmati hidup seutuhnya. Gak punya experience lain di luar kerjaan.
Salah satu quotes terbaik yang pernah gue baca adalah “you can’t beat someone who is having fun”
Dan ini circulating pas Alysa Liu jadi Olympic champion dengan bubbly personality-nya
Bayangin lo ngelawan orang yg talented, obsessed sm gameplay-nya, stay composed di situasi apapun, tahan pressure/psy-war, and on top of that, is just… having fun?
How could you possibly beat them?
(((nikah nikmat asal ilmui dulu)))
relateeee🫠☝️
bener bener semua ilmu agama dipraktekkin pas nikah. ya sabar, ya nahan ego, ya seni memaafkan, ya komunikasi, ya taat, ya ikhlas, ya tawakkal, ya bersandar pada Allah, semua deh.
minimal kalo sama sama punya visi misi sesuai syariat, pas lg ada slek tuh mikirnya “yaudahlah, toh ujungnya buat sama sama ke surga” “yaudahlah, toh yg diharepin ridho Allah”
kalo ga mikir gitu, berat bgt coy. nikah ga seindah bayangan kita. ups and downsnya bener bener perjuangan😆