【 Makrab bersama S.A.S. 】
Murid baru yang menghadiri kegiatan malam keakraban bersama S.A.S, diharap untuk mengisi buku presensi berikut.
Presensi: tinyurl com/MakrabSAS-Presensi
DL: 21.45 WIB.
“Tak terasa sesi perkenalan kita telah selesai! Eh–tunggu dulu, masih ada agenda lainnya, kok. Kira-kira ada yang bisa menebak hal yang akan kita lakukan setelah ini?” Ia mengajukan tanya dengan satu alis yang terangkat.
Kuasanya bertepuk kembali menarik atensi pada murid baru. “Nah, tadi merupakan beberapa divisi serta anggota yang menjadi bagian dari S.A.S. Jangan sungkan untuk bertegur sapa apabila bertemu di koridor. Oke?” Acungan jemari ia berikan.
“Berikutnya, masih ada Divisi S03 atau Divisi Social. Tugasnya menjadi penggerak ide yang telah disediakan oleh S01 dan S02.” Ia menjelaskan dengan saksama. “Di ruangan ini kalian hanya akan bertemu Kak Regina. Yuk, disapa kakak di sana!” Sapaan ditujukan ke @demiguiseo.
Jisim membungkuk mengambil hiasan yang ada. “Divisi S02 atau Divisi Creative, ditempati oleh Kak Misaki dan Kak Zelts yang memiliki ide kreatif dan bertanggung jawab untuk dekorasi serta properti yang dibutuhkan,” ujarnya seraya melambaikan kuasa ke arah @disguism dan @desizres.
Jemala melakoni anggukan begitu jawaban beragam masuk ke dalam rungu. “S.A.S dikenal sebagai organisasi sekolah yang bertugas membantu para murid. Meskipun terbagi menjadi 4 divisi, tetapi kami saling membantu dan melengkapi sebagai tim,” jelasnya ringkas.
Riuh kuasa bertepuk tangan menciptakan gema dalam ruangan yang diikuti oleh figur lainnya. “Mantap sekali! Apabila masih ada hal yang membuat bingung, jangan sungkan untuk bertanya.” Usai kalimat berakhir, tampak peri rumah menyajikan kudapan. “Silakan langsung dinikmati.”
Lengkungan sabit dalam paras dihadirkan ketika berujar, “Wah, cuaca semakin dingin. Saya harap kalian tetap merasa hangat dan semangat.” Ia mengangkat kepalan tangan. “Tak kenal maka tak sayang, mari berkenalan! Saya, Saitō Kenji yang menemani kalian saat ini.”
Bumantara telah dipenuhi sinar rembulan yang menelusuri celah terbuka ‘tuk memasuki ruangan. Suasana di Ruang Kebutuhan terasa hangat meskipun semilir angin berembus mampu membuat siapapun terasa menggigil. “Selamat malam, semuanya! Yuk, waktunya berkumpul kembali.”
⠀ ⠀
⠀ ⠀Akhirnya peri rumah datang memberikan hidangan "Yeyy. . . Makan!!" Ucapku menyerukan dengan excited.
Aku mencoba hidangan didepanku satu satu "enak semua nih makanannya, eyis! Makan yang banyak." Ucapku ke @fairlyice
https://t.co/xaGFSyzoEa
Senyuman sebagai gestur mempersilakan ia berikan pada peri rumah yang datang dengan beragam hidangan. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” tuturnya dengan tulus. “Kalian pasti lelah dan lapar, ‘kan? Sudah saatnya kita mengisi energi lagi.”
Para peri rumah turut menyajikan cangkir berisi minuman hangat di setiap meja. Susunannya sajian yang ditata dengan rapi menggugah selera. “Silakan menikmati seluruh sajian yang ada. Selamat beristirahat sejenak, semua!”
Menit bergulir cepat, hingga tanpa sadar langit telah berubah warna menjadi jingga. Sebuah tanda agar mereka beristirahat sejenak. “Terima kasih atas partisipasi aktifnya, adik-adik. Semoga semua yang disampaikan tadi dapat dipahami dan diterapkan, ya,” ujarnya penuh harap.
“Tepuk tangan untuk kerja keras kita semua!” Ia menutup sesi permainan dengan riuh tepukan. “Omong-omong, ada hal lain yang ingin saya berikan pada teman-teman. Silakan dibaca dan dibawa pulang ke asrama.” Ia menerbangkan buklet pada tiap insan. (cutt ly/AHAB-2112)