Kadang satu hal yang kita selalu lupa ya "bersyukur" atas hal-hal kecil yang udah dicapai hari ini. Urusan kemaren biar jadi pelajaran, urusan besok dan seterusnya itu yang harus dipersiapkan.
Seru juga yaa film The Odyssey. Suka banget kata-katanya yang,
“The most we want is what the most we can’t have, and what the most we can’t have is what we already had and lost”.
Sakit hati banget pas dengar pemaparan Ketua Perpusnas di RDP DPR. Dia cerita kalau karena efisiensi, Perpusnas bahkan nggak punya anggaran untuk mengirim buku ke daerah. Mau daerah perlu dan minta kayak gimana pun ya nggak akan bisa dikasih, lha wong duitnya nggak ada. Kacau.
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
dr. Gia pernah ngomong:
Peluang kita meninggal itu 100%. Sedangkan peluang kita hidup sebenarnya sangat kecil. Jadi jangan sia2kan waktu yang berharga hanya untuk overthinking. Jalani, syukuri, nikmati saat ini.
UTANG USD 800 JUTA LUNAS, HARGA AMONIA TINGGI, APAKAH CUKUP UNTUK JADI KATALIS POSITIF ESSA?
#RangkumReport – $ESSA (KB Valbury Sekuritas, 24 Juni 2026) "Riding the Ammonia Price Tailwind"
📌 Rekomendasi: BUY
🎯 Target Harga: Rp940
📈 Upside: +42,4% dari harga Rp660 (close 23 Juni 2026)
ESSA adalah produsen amonia dan LPG swasta terbesar di Indonesia. Dua katalis besar bertemu di 2026: harga amonia yang melonjak akibat konflik Iran-AS, plus beban bunga yang nyaris nol setelah utang proyek raksasa lunas penuh.
Laporan ini menyebut 2026 sebagai tahun dengan laba terkuat ESSA sejak FY22.
Thread lengkap👇
KITA MASIH BERTAHAN DI EM. Tapi..
"MSCI: For Indonesia, market participants raised profound investability concerns stemming from these issues. MSCI acknowledges the recent transparency reforms announced by Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), including enhanced disclosure of shareholders with ownership above 1%, more granular investor classification, the introduction of a High Shareholder Concentration (HSC) framework, and a roadmap to raise the minimum free float requirement to 15%. While these announcements represent a step in the right direction, what matters for international institutional investors is the consistent implementation and sustained effect of these measures across the market. MSCI will continue to assess their scope, consistency and sustained effectiveness in the context of free float determination and broader investability assessments. Should sufficient progress not be evident by the time of the November 2026 MSCI Index Review, MSCI will consider a range of options for the appropriate treatment for the Indonesia market, potentially including a consultation on the reclassification of Indonesia from Emerging Markets to Frontier Markets."
Terjemahan:
Untuk Indonesia, para pelaku pasar mengemukakan kekhawatiran mendalam terkait keterinvestasian yang berasal dari berbagai permasalahan tersebut. MSCI mengakui adanya reformasi transparansi terkini yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang mencakup peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih terperinci, penerapan kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (High Shareholder Concentration/HSC), serta peta jalan untuk menaikkan persyaratan minimum saham free float menjadi 15%. Meskipun pengumuman-pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang terpenting bagi investor institusi internasional adalah implementasi yang konsisten dan dampak berkelanjutan dari langkah-langkah tersebut di seluruh pasar. MSCI akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutannya dalam konteks penentuan free float dan penilaian keterinvestasian yang lebih luas. Apabila kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Ulasan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi mengenai penurunan status Indonesia dari Pasar Berkembang (Emerging Markets) menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Markets).
Untuk saat ini masih aman. Tp kita secara tegas diancam turun tahta oleh MSCI jika tidak ada kemajuan berarti sampai pengumuman selanjutnya pd November 2026. Wdyt guys??
Kak...? Ini MUHAMMADIYAH 🙏😭 menurutku sangat wajar mereka menentang hal ini loh?????? 🙏😭 Universitas berbasis agama islam, di dalam islam kan menentang... jd sangat wajar. 🥲🙏 ga semua hal yg kamu inginkan bisa diterima kak apalagi kalau udh agama.