THIS.
beberapa laki tuh kalo direspon ramah malah mikirnya mereka punya kesempatan buat bertindak lebih JAUH. Ntar argumennya "loh, dia aja gak nolak. Dia aja senyumin saya tadi. Berarti gak keberatan dong" PEREMPUAN LAGI YANG SALAH
“turunkan ego, turunkan gengsi, sesuaikan gaji dengan gaya hidup” is such a tone-deaf take. seolah-olah kemiskinan itu cuma akibat orang yang nggak becus ngatur uang, padahal akses pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan layak, udara bersih, sampai kebutuhan dasar aja masih (1)—
Aku performatif. Kontribusiku buat gerakan nggak signifikan. Aku cuma koar-koar di sosmed, share template IG story, dan donasi sesekali. Aku belum pernah turun ke jalan dan masih titip nasib pada mereka yang berani. Tapi aku janji nggak akan defensif ketika kekuranganku dikritik
seen a lot of discourse about hijabs on my timeline. as a person who wears it willingly, it makes me sick to my stomach reading that some people genuinely think that none of us want to wear it simply because it aligns with our religion and values, but only cause we are forced to
“ure too political” people are dying, trying to survive, while all the government does is stay corrupt and make us suffer. god forbid a girl who’s “loud” is just trying her best to speak up. and btw, we’re not mad enough.
Liat wo, rakyat lu bahkan ada 5rb org ngerasa makan itu boros. how WORST you’re. Demi wujudin program lu yg less manfaat dibanding berhasilnya dan kabinet super GENDUT dan gk terarah itu rakyat lu jd ngerasa BOROS buat makan.
Kalian bisa matikan hp ga baca berita lalu membuat jarak dari kebakaran hutan.
Tapi aku yang di Kalimantan ini, biarpun udah matikan hp, ga baca berita, tetep sesak nafas dan batuk batuk.
Nyuruh touch some grass udah kebakar rumputnya. Nyuruh walk in nature racun semua isinya.
Sebagian negara lu lagi sekarat air bersih trus lu dengan kesadaran penuh generate foto AI cuma buat nyumbang muka lu manasin data center yang perlu berliter-liter air untuk cooling down OH are you dumb or ARE YOU DUMB