udara luar terasa lebih ringan. Ponsel gue bergetar lagi: pesan dari bokap. “Ingat Nak, kamu tidak sendirian.” Gue ketawa kecil, buka kancing atas kemeja, lalu jalan ke lift. Jakarta malam sudah menunggu, masih dengan segala keruwetan yang anehnya bikin gue betah.
Tamat.
nggak tepuk tangan kayak cheerleader. Cukup senyum miring aja, biar elegan.
Rapat ditutup dengan setengah hati—ada yang masih mendengus, ada yang pura-pura sibuk ngetik di ponsel. Tapi gue tahu, perang ini udah selesai. Begitu keluar dari ruang rapat, https://t.co/VQqeugYAPb