✅ Anda menista nabi
✅ Anda tidak pernah minta maaf
✅ Anda ujuk-ujuk cerahamin orang "yuk gunakan kata-kata lebih baik".
The audacity.
Buat modelan kayak lu ya minimal harus diciduk dulu buat shock therapy. Udah berapa kali gw bilang, omongan begini ga bakal didiemin. 👍
Berita penting!
Pesta gay Zionis Israel yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 1-4 Juli 2026 di Laut Mati diubah menjadi tanggal 3-5 September 2026 akibat alasan keamanan.
Laut Mati adalah tempat diazabnya kaum Sodom di masa lampau, mengadakan acara LGBT pride di Laut Mati ini ibarat nantangin ke Tuhan, "Mana Azabnya?"
Tetap tekan agar acara jahanam ini dihentikan!!
Akun IG acara gay tsb menjadi target Julidfisabilillah dan sudah dimasukkan ke website Julid: https://t.co/lhW5TH0Bqk
“Setiap pagi aku mengantarnya berangkat. Setiap malam aku menunggunya pulang. Aku bekerja agar dia bisa kuliah, bisa meraih masa depan yang lebih baik daripada ayahnya. Tapi hari ini, justru aku yang harus berdiri menanggung malu karena pilihan hidup anakku sendiri.”
Lelaki itu datang ke kampus dengan pakaian kerja dan ransel yang masih tergantung di punggungnya. Mungkin ia mengira hanya ada persoalan biasa yang perlu diselesaikan. Namun sesampainya di sana, dunia yang selama ini ia bangun untuk anaknya seakan runtuh dalam sekejap.
Ia mendapat kabar bahwa putranya, seorang mahasiswa PNJ, dipergoki mahasiswa lain sedang berciuman dengan pasangan sesama jenisnya di area kampus, dekat perpustakaan. Peristiwa itu memicu kemarahan dan menjadi perhatian banyak orang.
Di hadapan mahasiswa, dosen, dan kamera-kamera yang merekam setiap detik kejadian, seorang ayah mendadak kehilangan pijakan.
Bukan karena lelah mencari nafkah.
Bukan karena beratnya pekerjaan.
Tetapi karena kenyataan yang baru saja menghantam hatinya jauh lebih berat daripada semua beban yang pernah ia pikul selama hidup.
Anak yang selama ini ia antar, ia didik, ia banggakan, dan ia perjuangkan pendidikannya dengan keringat serta pengorbanan, tiba-tiba menjadi sumber luka yang tak pernah terlintas dalam bayangannya.
Wajahnya tertunduk.
Air matanya jatuh.
Harga dirinya seakan tercerai-berai di hadapan banyak orang.
Lalu ia bersujud dan meminta maaf.
Seorang ayah yang mungkin tidak tahu apa-apa tentang perbuatan anaknya, tetapi tetap merasa harus menanggung beban moral dari semua yang terjadi.
Kadang yang paling menyakitkan bagi orang tua bukanlah kemiskinan.
Bukan pula sakit badan.
Melainkan ketika mereka merasa telah berusaha memberikan yang terbaik, namun melihat anak yang dicintai justru berjalan ke arah yang tidak pernah mereka harapkan.
Mungkin malam itu ia pulang dengan langkah yang lebih berat daripada biasanya.
Memikirkan apa yang harus ia katakan kepada istrinya.
Memikirkan di mana letak kesalahannya sebagai ayah.
Memikirkan doa-doa yang selama ini dipanjatkan.
Dan memikirkan masa depan anak yang tetap ia cintai, meskipun hatinya sedang hancur.
Menjadi orang tua di zaman ini memang tidak mudah.
Karena yang kita hadapi bukan hanya persoalan ekonomi atau pendidikan, tetapi juga berbagai pengaruh yang datang tanpa henti dari lingkungan, pergaulan, dan media yang setiap hari membentuk cara berpikir anak-anak kita.
Semoga Allah menjaga anak-anak kita saat mereka berada jauh dari pandangan kita.
Semoga Allah menguatkan para ayah dan ibu yang diam-diam memikul beban besar di dalam dadanya.
Dan semoga Allah menjadikan anak-anak kita penyejuk mata, pembawa kebanggaan dunia dan akhirat.
Sebab tidak ada air mata yang lebih berat bagi seorang ayah, selain menyaksikan anak yang selama ini diperjuangkannya dengan seluruh hidup, justru menjadi alasan mengapa dadanya terasa sesak untuk bernapas.
Alfaqir
UHF
Prabowo menghabiskan Rp. 5,8 M sekali kunjungan ke Paris...
Sementara itu di sebuah daerah ada seorang bapak yang mewarnai kaki anaknya dengan arang, karena gak mampu untuk membeli kaos kaki...
SHARLY TJOANDA, sebagai Gubernur Maluku Utara, seharusnya tidak melupakan nasib Suku Togutil yang kini terancam punah di tanah kelahiran mereka sendiri.
Kalian pasti pernah melihat video viral itu kan wak,ada tiga orang dari suku Togutil mendatangi pekerja tambang di hutan Halmahera, meminta makan. Bukan karena mereka pemalas wak, tapi karena hutan tempat mereka berburu, meramu, dan hidup secara turun-temurun kini semakin habis digerus oleh ekspansi tambang nikel wak. Sedih kali lihat mereka wak😭
Bayangkan wak Hutan yang selama ini menjadi rumah, apotek, dan gudang makanan mereka pelan² hilang wak. Tanah kelahiran, ruang hidup, dan identitas budaya mereka terancam hilang seluruhnya. Orang itu bukan pengganggu mereka korban dari pembangunan yang tidak memihak pada masyarakat adat wak.
Tapi, rwspon, Sherly Tjoanda awak lihat belum cukup hadir dan bersuara tegas membela kaum tertindas ini. Padahal suku pedalaman ini adalah bagian integral dari Halmahera yang harus dilindungi, bukan dikorbankan demi tambang.
Mungkin gubernur dari hasil tambang tidak perna peka terhadap dampak yang di timbulkan. Teruslah serakah sampai tanah menutup mulut kalian suatu hari nanti
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI.
Salah satu alasannya:
"sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)"
Ohh pantes moment sih ini haha
Saya dukung pelaporan ini. Semoga aparat penegak hukum mendengar keresahan masyarakat dan segera mengambil tindakan utk Abu Janda. Siapapun bekingannya, harusnya semua sama di mata hukum.
https://t.co/KDxrjEzimV
Semua harus dibuka.
Kita berterima kasih kepada pembuat film “pesta babi” karena dari film itulah kita tahun siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua.
Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yg memberikan tanah tersebut ke mereka.
Guys, ada satu nama yang menurut gue paling banyak menimbulkan pertanyaan dari semua orang yang paham sistem militer Indonesia.
Bukan nama jenderal bintang empat.
Bukan nama menteri senior.
Bukan nama tokoh yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Namanya Teddy Indra Wijaya.
Letkol. Baru 14 tahun dinas.
Dan dia mungkin pejabat paling berpengaruh di sekitar Presiden Prabowo saat ini.
Dan ini faktanya angka demi angka:
Teddy lulus Akademi Militer 2011.
Artinya pada tahun 2025
dia baru 14 tahun berdinas.
Di usia dinas 14 tahun itu
dia menerima Bintang Mahaputra Utama.
Sebuah penghargaan negara tertinggi.
Dan ini yang membuat seluruh komunitas militer tergeleng-geleng:
Untuk sampai ke Bintang Mahaputra seseorang normalnya harus melewati sekitar 15 tingkatan penghargaan secara berurutan:
Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun belum punya. Satya Lencana 16 tahun belum punya.
Satya Lencana 24 tahun belum punya.
Satya Lencana 30 tahun belum punya.
Bintang Kartika Eka Paksi Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Yuda Dharma Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Dharma belum.
Bintang Mahaputra Nararia belum.
Pratama belum.
Dan Teddy langsung dapat Bintang Mahaputra Utama.
Melompati 15 tingkatan sekaligus.
Dalam 14 tahun dinas.
Dan bandingkan dengan yang lain:
Panglima TNI bintang empat
belum dapat Bintang Mahaputra.
Wakil Panglima TNI bintang empat belum dapat.
Tiga Kepala Staf Angkatan semuanya bintang empat belum dapat.
Mereka yang sudah berdinas 33-37 tahun.
Yang sudah memimpin pasukan di berbagai operasi.
Yang sudah menanggung tanggung jawab strategis negara selama puluhan tahun.
Belum dapat.
Teddy 14 tahun dinas, pangkat Letkol sudah dapat.
Dan bukan hanya dapat tapi dapat yang Utama.
Dan ini karir Teddy yang perlu diketahui:
Dari Akademi Militer langsung menjadi ajudan.
Dari ajudan ke ajudan.
Tidak pernah menjadi komandan kompi.
Tidak pernah bertugas di daerah operasi.
Tidak pernah ditugaskan ke Papua atau perbatasan. Kulitnya kata para senior TNI masih terlalu bersih untuk seorang perwira tempur.
Di era Wismoyo Aris Munandar sebagai Kasdam Udayana ada seorang komandan batalion yang kulitnya dinilai terlalu bersih.
Langsung dikirim ke Timor Timur dulu.
"Tunggu kulitmu gosong baru saya berangkatkan."
Teddy tidak pernah melewati proses itu.
Dan jabatannya sekarang:
Sekretaris Kabinet.
Dan ini yang aneh secara struktural Seskab yang seharusnya minimal setingkat eselon 1 atau setingkat menteri di era Prabowo menjadi eselon 2.
Dijabat oleh seorang Letkol.
Artinya secara struktural Teddy berada di bawah Sekretaris Negara dan Sekretaris Militer.
Tapi kenyataannya di lapangan Menko-menko yang bintang empat dan setingkat menteri senior tidak bisa bertemu presiden karena harus melalui filter yang ada di sekitar presiden.
Dan nama yang paling sering disebut sebagai filter itu adalah Teddy.
Dan ini yang paling mengkhawatirkan dari seluruh situasi ini:
Doktor Selamat Ginting profesor ilmu politik yang karya akademisnya seluruhnya tentang hubungan sipil-militer bilang dengan sangat tegas:
"Sebenarnya agak rawan kalau komunikasi presiden hanya melalui satu filter seorang Teddy Indra Wijaya.
Menko-menko, pejabat setingkat menteri sudah setahun lebih ada yang belum pernah bertemu presiden. Berarti ada masalah."
Dan dia menambahkan perbandingan yang paling mengerikan:
"Presiden Soeharto juga merasa tidak apa-apa. Sudah diingatkan oleh akademisi, oleh orang kritis soal krisis ekonomi.
Tapi Soeharto tetap berangkat ke Mesir.
Begitu pulang kondisinya sudah seperti itu.
Saya tidak mau Presiden Prabowo mengalami hal yang sama."
Dan soal Bintang Mahaputra yang diterima Teddy bersamaan dengan Mayor Jenderal Syamsudin:
Mayor Jenderal Syamsudin adalah purnawirawan yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Lulusan Akademi Militer 1959. Pensiun 1992.
Pernah membebaskan sandera dari OPM hanya dengan ajudannya tanpa menembakkan satu peluru pun.
Menyerahkan pistolnya sendiri sebagai gestur perdamaian.
Keberanian yang seharusnya sudah mendapat Bintang Sakti dari dulu.
Dan baru diakui sekarang setelah puluhan tahun.
Tapi dalam upacara yang sama
Teddy yang baru 14 tahun dinas dan 3 tahun saat Syamsudin pensiun menerima penghargaan yang sama.
"Ini ketidakadilan yang sangat nyata."
Dan soal Gibran ini yang belum banyak disorot:
Seorang wakil presiden secara otomatis mendapat 17 bintang tanda jasa negara.
Gibran Rakabuming usia 37 tahun, baru sebentar jadi walikota, belum ada rekam jejak pengabdian panjang secara otomatis sudah punya 17 bintang.
Sementara jenderal bintang empat yang sudah 35 tahun mengabdi belum dapat satu pun.
Sistemnya memang sedang diobrak-abrik.
Dan ini pertanyaan yang paling fundamental:
Apa yang istimewa dari Teddy?
Apa prestasi luar biasa yang membuat dia layak melewati 15 tingkatan penghargaan dalam 14 tahun dinas?
Negara belum pernah menjelaskan.
Tidak ada buku biografi yang diverifikasi sejarawan.
Tidak ada karya ilmiah tentang dirinya.
Tidak ada rekam jejak operasi lapangan yang bisa diverifikasi publik.
Yang ada hanya satu hal:
kedekatan dengan presiden.
Dan kedekatan dengan presiden bukan prestasi pengabdian seharusnya tidak pernah menjadi dasar penghargaan tertinggi negara.
Bintang Mahaputra bukan sekadar lencana.
Itu adalah simbol pengakuan negara atas pengabdian luar biasa yang sudah teruji oleh waktu, oleh medan, oleh tanggung jawab yang nyata.
Ketika simbol itu diberikan kepada orang yang belum melewati satu pun dari 15 tahapan yang seharusnya bukan hanya Teddy yang dirugikan.
Yang dirugikan adalah semua orang yang sudah melewati semua tahapan itu dengan jujur.
Dan yang paling dirugikan adalah presiden itu sendiri. Karena setiap penghargaan yang kehilangan legitimasi moralnya akan menghantui pemberi penghargaan jauh lebih lama dari yang menerimanya.
"Jangan karena seorang Teddy semua kepangkatan, jabatan, pemberian bintang, tanda jasa diacak-acak semua."