Kita yang ngegaji melalui pajak, lah kita juga yang kerja self-funded pakai kuota sendiri 🫠💀
✨️Just a reminder✨️: this is not normal.
Yang normal jadi WNI berakal sehat, punya nurani (dan akun media sosial) merasa burn out.
gimana ya cara mengeducate orang indo kalo we have the right to wear whatever we want for our own happiness? kalo setiap kali ngeliat orang pakai baju yg menurut lo terbuka, otak lo langsung lari ke arah sexualizing, maybe it's time to question ur MINDSET, not their OUTFIT
Hari ini gue pertama kali ikut ngeinterview calon guru bahasa Mandarin di sekolah nemenin kepsek gue yg lg ga enak badan. Biasanya gue gamau ikut karna kan taulah rasanya diinterview gimana. Jd gue gapernah mau. Cuma pas gue liat CVnya, gue penasaran tuh. Kebetulan diajak jg.
Mana berulang kali manggil "Kak". Akhirnya kepsek gue malah cerita tentang gue yg emang kebiasaan, apalagi pake kata "Aku Kamu" jg kan tuh gue pada saat itu. Takut dikira tidak profesional. Agak memalukan sih, tp yaudahlah pengalaman. Jdnya malah interview santai gitu.
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
𝐒𝐌𝐎𝐊𝐈𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐇𝐈𝐍𝐃 𝐓𝐇𝐄 𝐒𝐔𝐏𝐄𝐑𝐌𝐀𝐑𝐊𝐄𝐓 𝐖𝐈𝐓𝐇 𝐘𝐎𝐔 𝟏
Telah terbit!🛒🔥
Komedi budak korporat stres & gadis iseng yang penuh kesalahpahaman sepihak ini dijamin bikin geregetan. Ongoing 9 vol!
<Kisah ini fiksi & tidak dimaksudkan untuk mempromosikan rokok>
Gimana ya caranya berhenti tergila-gila sama Shawn Hatosy? Karna damn setiap saat gue diem langsung tuh otak gue membuat skenario menggelikan yg pernah ada seabad ini🫣