@LambeSahamjja - Anak kami butuh gizi MBG
Kalian yg punya anak
Kok pemerintah yg harus memberikan makanan bergizinya?
Memberi makanan bergizi utk anak itu tugas orang tua, bukan tugas pemerintah
mau lu adhd, bipolar, fatherless, abandonment issue, atau trauma apapun, ga ada orang yang wajib handle itu kecuali lu sendiri. stop romantisasi trauma sampe jadi excuse buat ngerusak hidup orang lain.
semua orang punya trauma. tapi bukan berarti lu boleh trauma dumping ke orang lain trus ngarep mereka heal lu. sembuhin diri lu, jangan malah jadi villain pake shield ‘aku trauma’.
sorry to say kalau terkesan kasar, tapi literally ga semua orang punya kapasitas buat nerima energi toxic lu. heal in silence, jangan bikin korban baru cuma karena lu males healing, trauma lu bukan lisensi buat bikin orang lain trauma. tapi semoga apapun yang buat kita trauma tidak menciptakan korban-korban baru di dunia ini yaa! Periodt.
Guys, yang ke PRJ please ramein UMKM di Kampung Betawinya, posisinya ada di belakang panggung konser. Mereka juga bayar lapak btw.
Sepi banget disini dibanding tenant-tenant yang di dalamnya, emang bukan hal baru sih, tiap tahun emang kayak gini. Padahal kan PRJ tuh buat rayain ultah Jakarta, tapi Kampung Betawinya menyedihkan banget weh 🥲
@baseconvo pagi makan telur rebus 2 butir, siang makan setengah centong nasi+telur+sayur+tempe, malem klo laper makan yoghurt. banyak minum air putih dan jalan aja yg jauh
benci bgt sama orang yang suka ngeremehin perasaan orang lain, kayak “gitu doang nangis, gitu doang sakit hati, gitu doang ngeluh, gitu doang stress”. padahal perasaan orang tuh beda-beda, hal yang menurut lu kecil bukan berarti menurut orang lain juga kecil.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.