Mas Ketum Kaesang ditemani istri tercinta mbak Erina membuka Career Expo, bursa lapangan kerja, di Jakarta untuk anak muda lulusan SMA hingga S2✨
Hal ini menjadi langkah konkret PSI untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia🇮🇩
Career Expo ini adalah salah satu program bekerja sama dengan komunitas Job Fair😎
Dalam program ini ada lebih dari 40 perusahaan yang berpartisipasi dalam memberikan kesempatan buat kalian mendapatkan pekerjaan 😍
Oiya ini terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja dan tidak dipungut biaya ya alias Gratis!
Cukup datang membawa persyaratan seperti: CV, Fotocopy Ijazah/SKL dan Fotocopy KTP. Mudah sekali kan, sis dan bro...🕺🏻
Selain meresmikan dibukanya Carrer Expo PSI, Mas Ketum juga menyempatkan untuk berkeliling stand dan ngobrol santuy dengan beberapa pelamar kerja💬
“Saya akan meminta ini dibuka di seluruh Indonesia, tapi balik lagi kepada antusias masyarakat.” Kata Mas Ketum Kaesang 🫶🏻
Harapan Mas Ketum dan PSI, semoga anak muda yang sedang semangat mencari kerja, bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai kemampuannya🥰
Hari ini mulai kampanye. PSI 3,6%, dikit lagi sampai 4%, lolos PT, Insya Allah.
Gassss! Para caleg dan pengurus terus bergerak lebih kencang. Kerja keras. Kerja tuntas. Rawe-rawe rantas malang-malang putung!
Mohon terus dukungan simpatisan dan relawan Pak Jokowi. Semoga PSI jadi rumah politik baru para relawan Pak Jokowi yang belum terafiliasi partai.
Bismillah!
"Saya Melawan Sampah Medsos"
Kalau Anda menyerang Anies-Muhaimin dengan kebencian, saya akan bela Anies-Muhaimin.
Kalau Anda menyerang Prabowo-Gibran dengan kebencian, saya akan bela Prabowo-Gibran.
Kalau Anda menyerang Ganjar-Mahfud dengan kebencian, saya akan bela Ganjar-Mahfud.
Kita tak memilih bukan karena kita benci, tapi karena kita memilih yang lebih baik.
Lawan kita sebenarnya di Twitter adalah orang yang menebar kebencian. Yaitu orang-orang yang melawan perbedaan pendapat dengan kata-kata kotor dan kasar.
Anda dibayar oleh pasangan capres, silakan saja. Namun jika Anda menebar kebencian, atau menghina orang lain yang beda pendapat, maka Anda-lah sampah media sosial sesungguhnya.
PSI sangat mengapresiasi bagi anak muda yang ingin bergabung bersama, berperan aktif untuk kemajuan bangsa.
Di tangan anak mudalah kedepannya arah bangsa ditentukan. Jangan sampe nih, kita jadi anak muda yang apatis dan hanya mau nonton tanpa mau berkontribusi aktif!
Jadikan politik, sebagai jalan pengabdian untuk bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat luas!
Sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Bung Sjahrir
“Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan,”
Generasi Optim15 Log In PSI🇮🇩✊🏻
@TopanTj Sgt masuk di akal. Isu yg paling relate bagi Gen Z adalah mental health dan bullying. Mayoritas mereka antipati thd strategi menyerang yg dilakukan tim GAMA, apalagi dgn diksi yg hampir menyerupai bullying. Mrk lbh suka konten PG dan AMIN krn lucu dan santai.
Beginilah kondisi real dunia politik kita sampai hari ini. Kita sbg rakyat hrs belajar utk memilah mana informasi mendidik dan mana yg bersifat provokasi. Jika bingung dengan isi kontennya, cek gaya bahasanya. Tdk ada konten mendidik yg menggunakan bahasa tdk mendidik.
Baru2 ini beredar potongan video Ibu Sri Mulyani yang diimbuhi narasi yang kurang pas. Kami tegaskan, itu wawancara 7 bulan lalu dan tidak terkait dinamika politik saat ini. Berikut link lengkap sebagai rujukan. Terima kasih🙏😇
[FULL] Blak-Blakan Sri Mulyani Klarifikasi "Badai" di Kemenkeu | ROSI EK... https://t.co/iG7y7wOgSE via @YouTube
Kalau ingin membandingkan kerjasama transaksional, jangan hanya menyoroti yang diterima satu pihak.
Masa iya kayak lagu, ‘hanya memberi tak harap kembali’. Nanti kalau dibuka dapat apa malah ribut nggak terima.
🥱🥱
"Sekali lagi, apakah Jokowi berutang pada PDIP? Tidak!"
Pendukung PDIP terus menyatakan bahwa Jokowi itu berutang ke PDIP karena Jokowi dan anak-anaknya bisa menang pilkada hingga pilpres berkat PDIP.
Termasuk disebarkannya video ini.
Panda Nababan pada video ini mem-framing bahwa naiknya Gibran jadi Walikota Solo itu karena "Megawati sayang Jokowi."
What the hell...-
Coba perhatikan ucapan Panda pada bagian ini: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega. Mau minta supaya Gibran (yang maju). Mega karena sayangnya sama Jokowi, yang sudah diproses ini dibatalkan. Untuk Gibran."
Misal ucapan itu dibuat versi lain: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega dan bilang bahwa Teguh dan Sugeng masih kurang bisa memastikan kemenangan PDIP. Jokowi karena sayangnya sama PDIP, ingin memberikan kemenangan mutlak ke PDIP dengan mencalonkan Gibran."
Ini soal presepsi dari sudut mana kita memandang.
Pilkada itu soal elektabilitas. Semua ingin bisa memastikan kemenangan. Apakah dengan kemenangan Gibran di Solo kemarin tidak menguntungkan PDIP Solo? Ya jelas juga diuntungkan.
Jangan merasa Gibran punya utang ke PDIP. Harus diingat bahwa PDIP juga sudah diuntungkan selama Gibran menjabat (baca twit saya di bawah).
Pemikiran ini sama dengan ketika pendukung PDIP bilang: "Megawati bisa saja mencalonkan Puan. Tapi dia lebih mencalonkan Ganjar untuk kepentingan bangsa dan negara."
Preketek itu namanya.
Siapa yang bakal memilih Puan? Puan tidak dicalonkan ya karena tidak punya elektabilitas. Memilih Ganjar (dan juga Mahfud), itu untuk kepentingan PDIP karena Ganjar-Mahfud punya elektabilitas sangat bagus.
PDIP secara partai sangat diuntungkan ketika capresnya menang. Begitupun ketika cawali, cabup hingga cagubnya menang.
Jangan mengungkit-ungkit jasa PDIP ketika memilih kandidat. Kan PDIP juga sudah dapat banyak keuntungan ketika kandidatnya menang.
Masih saja mau bilang Jokowi punya utang ke PDIP?
Bangga menjadi saksi sejarah rekonsiliasi besar bangsa ini setelah hampir 10 tahun terbelah. Memang betul, bangsa ini terlalu besar dan kompleks untuk dikavling satu dua golongan sendirian. Politik persatuan it is!
#PrabowoGibran2024
Saya sempat menyatakan tak akan pilih Gibran kalau maju cawapres. Namun jika kondisi nanti menempatkan pilpres sebagai perseteruan antara PDIP versus Jokowi, rasanya saya akan ada di kubu Jokowi.
Yang bikin malas pilih Ganjar-Mahfud itu adalah arogansi PDIP.
Dinasti Jokowi masih ditentukan suara rakyat yang memilih. Dinasti Megawati adalah dinasti mutlak. Dan pendukung PDIP tanpa merasa berdosa mendukung partai seperti itu.
Ada yang merasa dinasti di presiden itu salah, kalau di parpol tidak masalah. Sebuah pendapat yang salah kaprah.
Parpol itu bagian penting dari demokrasi. Kalau dari parpol saja sudah tidak demokratis, bagaimana mungkin dia akan menegakkan demokrasi?
>> Parpol kan boleh punya aturan sendiri. Kalau tidak suka ya tinggal pilih partai lain. <<
Ya sama saja, kalau tak suka Jokowi mencalonkan anaknya, ya tinggal pilih capres lain, tak perlu teriak dinasti-dinasti.
Selamat untuk Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka.
Mari berkompetisi secara sehat, santuy dan santun. Politik riang gembira. Let’s go!
@TopanTj@TeddGus Di musim pemilu ini fakta memang sesuatu yang bersifat selektif. Semut di seberang pulau lebih tampak jelas dibanding gajah depan mata.
@hasyimmah@Yudi_yunus Sy jg berpikir hal yg sama. Dua tokoh besar ini sptnya punya visi berbeda utk Indonesia. Visi Jkw sdh jelas dan bisa dilihat dlm 9 thn ini. Visi Megawati baru sebatas visi misi tertulis GAMA - yg msh hrs didengar lbh lanjut lewat debat capres.
Apakah bangsa ini memang tidak ingin maju, maunya diajak dungu?
Barangkali karena sudah terlalu lama,
kita bekerja tanpa kajian,
bekerja tanpa memikirkan output,
bekerja tanpa memikirkan impact,
kajian ilmiah tidak penting,
riset dan development dianggap memboroskan.
Selalu melihat ke belakang,
melihat masa lalu,
masa lalu membelenggu pemikiran,
tak mampu lagi melihat masa depan,
tak mampu lagi membangun gagasan.
Sehingga ketiga diajak berpolitik gagasan,
banyak yang menertawakan,
banyak yang pesimis,
tak percaya bangsa ini akan punya gagasan,
gagasan yang kan diwujudkan,
karena memang begitu selama ini,
yang terjadi dengan bangsa ini.
Gen Z, Gen Millenial,
apakah seperti itu juga kalian memandang bangsa ini?
Jika iya,
lupakan yang namanya PERUBAHAN,
tetaplah terkungkung dalam kejumudan,
biarkan politisi tanpa gagasan yang memimpin kalian,
dan pada akhirnya protes dan demo tak banyak membawa perubahan,
karena gagasan sudah dikubur.
@LiongFreddy@Buns1510@Uki23@03__nakula @12owmanov @willsarana Org selalu terjebak pada copras capres. Pdhl yg sgt menyentuh masy langsung adl kebijakan kota/prov. Siapapun presiden terpilih, sepanjang pemain level kota/prov msh sama, sulit tjd perubahan. SKB menteri tdk akan terasa jika legislator kota/prov tdk serius mengawal.
Saat dimintai tanggapan soal Golkar mendukung Gibran sebagai cawapres, Kaesang dengan santai bilang agak kecewa kakaknya itu tak masuk partainya, PSI. https://t.co/KmhaGjzPmd
Pertemuan Mas Ketum Kaesang dengan anak-anak muda dan influencer di Indramayu jadi penutup kegiatan hari ini, Sis dan Bro✨🙌🏻
Seru sekali,ngobrol dengan anak muda emang ga ada habisnya yagesyaa😌
Setiap pertemuan dengan siapapun, Mas Ketum Kaesang selalu menitip pesan untuk hormati siapa pun capresnya. Menjaga perdamaian dan tidak berpikir negatif😎
Adem ya kalau semua politisi berpikiran kayak Mas Ketum? Politik jadi makin asik dan #antiruwetclub
Anak muda, yuk sama-sama bangun Indonesia! Ciptakan pemilu damai tanpa hoax!
Yang jomblo mending bangun Indonesia dulu aja yuk, daripada nunggu bangun rumah tangga sama dia, tapi ga pernah direspon🙃 *eh gimana?
#GenerasiOptim15
#NoGolputGolputClub
#PolitikRiangGembira
Menjaga keberlangsungan negara salah satunya bisa dgn cara memilih presiden wapres terbaik.
Jual kelebihan pilihan kita spy publik percaya mrk lah yg terbaik.
Jika pilihan kita gagal, msh ada cara lain, yaitu mjd oposisi terbaik dgn tetap menjaga persatuan bangsa.