Untuk bisa bikin menteri jadi 48, Presiden Jokowi dan DPR sampai harus revisi UU Kementerian Negara, loh.
Tahu ga. Aslinya, Kementerian negara itu MAKSIMAL 34.
Lalu pas September 2024, dengan secepat kilat, UU itu direvisi.
Jumlah kementerian skrang BEBAS, yang penting SESUAI KEBUTUHAN PRESIDEN..
Makanya pas Presiden dilantik Oktober 2024, jumlah kementerian langsung membludak jadi 48 buah.
Banyak kementerian dipecah, seperti Kemenkumham yang dipecah jadi tiga (Hukum, Imigrasi-Pemasyarakatan, HAM).
Udah itu, beberapa kementerian punya Wamen 1-3 orang. Jadilah jumlah wamen membludak.
Efek langsung dari sini apa?
Membludaknya biaya operasional pemerintah, khususnya terkair pejabat.
Dari gaji-tunjangan menteri dan wamen yang bertambah.
Belum lagi makin banyak dirjen-dirjen yang bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah kementerian.
Bersyukur banget dulu ortu biasa aja soal nilai, dapet bottom 5 juga hahahihi aja. Buat mereka yg penting anak ada usaha belajar, jujur, ga pernah curang.
Dengan bangga aku bilang dari SD sampai kuliah aku ga pernah nyontek atau kecurangan apapun saat ujian.
Pas ambil raport bocil genzi
Aq : oh nggak masuk 5 besar (kcw)
Walas : ibu, kelasnya ini emang kelas olimpiade lho bu emang berat persaingannya
Aq : (nggak peduli)
Walas : anaknya ketua osis jg loh bu
Aq : (tetap nggak peduli)
Pernah loh punya presiden & wapres doktor & profesor. Sepertinya I took that era for granted.
Padahal ada opsi pilpres calon yg profesor ada, doktor ada, lulusan top 3.
Eh, konon 58% pilih yang ...
Ada hal yang sederhana: Nama
Waktu SBY menjabat, beliau dalam poster resminya menggunakan nama:
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Padahal beliau seorang Jenderal bintang 4 kehormatan, tapi lebih menonjolkan gelar akademik ketimbang pangkat militernya.
Sementara
Waktu Prabowo menjabat, dalam poster resminya menggunakan nama:
Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto
Yang terdapat beberapa poin kritis:
- beliau secara tidak langsung mengklaim sebagai jenderal dan presiden
- pangkat jenderal tersebut sejatinya sama dengan SBY yaitu kehormatan, entah kenapa kok ditulis “(Purn)” ketimbang “(HOR)”
- simbol atas kekuasaan militer
Beberapa minggu ini aku di tahap yang kalau ketemu orang yang adab jelek, gaada akhlak, kelakuan ga ngotak selalu bilang ke suami, "Paling kemarin dia nyoblos 02."
Tiyo Ardianto dilaporkan oleh manusia dengan gelar terpanjang: Adv. Dr. (c) M. Firdaus Oiwobo, S.H., S.H.I., M.H., CFLS, CLA, ALC, CMK.
Ia melaporkan Tiyo karena dianggap telah menghina Presiden, Wapres, serta program2 Pemerintah seperti MBG.
Btw lambang organisasinya kenapa ada Granat, Pisau, dan tembakan ya?