Indonesians are awfully performative kalau soal humanity. Cherry picking abis. Sok-sokan #nowar#noracism#fuckzionism tapi mayoritas malah memilih pelanggar HAM sebagai pemimpin dan masih suka menindas kaum marjinal. Hypocrisy at its finest
Isi Taklimat gak jauh jauh dari
- Nyindir Anies
- Nyindir yang kritik MBG
- Berhalusinasi ekonomi Membaik
- Berhalusinasi Keberhasilan MBG
- Berhalusinasi jadi mediator Perang
- Ditutup dengan BBM naik
Habis itu kerahkan buzzer bikin Tagar Tentang puja puji isi dari taklimat 🤣
keinget soal twt yg kubaca kemarin, "uang dipake buat kebutuhan primer dulu aja karena dunia lagi kacau" and i feel so sad that being a wni is hard enough that we kinda depend on small things to keep us sane trus sekarang mesti tahan pengeluaran... we are alive but are we living
Kok bisa penjelasan dari istana seblunder ini. Menjual narasi bahwa ngasih “pathway Palestinian statehood” sebagai hal yg positif dari BoP, sementara Indonesia sudah mengakui kemerdekaan Palestina dari 1988. Mundur dong diplomasi kita dengan join BoP yg baru mau ngasih pathway?
They just started WWIII to shut down the Epstein files.
There will never be arrests.
If we want justice for those children, we're going to have to make it happen ourselves.
Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
hi as an indonesian i want to clarify that i'm not agreeing to whatever that fuckass bastard prabowo subianto or the president did.
I've, i'm and i'll stand with palestine
I HATE THAT JERKKKK DNI IF YOU VOTE HIM, HARD BLOCK ME EVEN I DON'T CAREEEEE
Seorang Gibran nggak pantes bicara etika. Bahkan sebenarnya, wajahnya nggak seharusnya dipajang di depan kelas-kelas di sekolah.
Gibran adalah contoh buruk bagaimana seorang licik mengelabuhi sistem utk memenangkan pertandingan yg kotor.
Ia adalah ANTITESIS pendidikan moral.
That’s funny, because the biggest wars, genocides, and colonial massacres in history weren’t done by Muslims. If we’re playing the “generalize a whole religion” game, history wouldn’t be very kind to you. 🤡🤡
I had a feeling my neighbor is going to steal my car.
So I stole his car first. And kidnapped his children. Then burned down his house. Everything is normal.
Merusak lingkungan iya, dapur bau comberan ganggu tetangga, duit sewa ruko dikorupsi jadinya cuma mampu sewa kontrakan
Meracuni membunuh anak bangsa, jelas
Bercandaan pedofilia si sosmed, dikira bagus? Sekarang ketahuan, kepala dapur ternyata pedofil beneran. Najis.
Dosa apa rakyat Indonesia sampe dikasih program secacat ini, mau demo takut jadi angka statistik doang.