@BPJSKesehatanRI apa benar pasien dengan DMD duchenne muscular dystrohy hanya boleh terapi dengan menggunakan BPJS kesehatan hanya sampai umur 10 tahun saja?
@BPJSKesehatanRI tapi says mendapat kabar bahwa pasien DMD hanya boleh terapi rehabilitasi cuma sampai Umur 10 tahun, setelahnya hanya boleh terapi di rumah tanpa pakai jaminan BPJS ?
bahkan di kota Mekkah dan Madinah yg sudah dipastikan semua yg ada di kota itu adalah Muslim saja hanya terdengar suara adzan dari masjidnya, itupun soundnya terdengar sangat nyaman dan indah tidak yang mengagetkan
gw minoritas bisa protes sama masjid yg brisik gasih, ini udh jam 10 malem tp masi brisik bgt lagi ada acara apa dah? mana yg dinyanyiin lagu duniawi tp liriknya diubah, masa liriknya "saya mau bertamasya berkeliling keliling kabah" bukannya intoleran, tp inget jam dong anjir
@fsapradana tapi tetep kita sebagai nakes memang harus menyampaikan secara halus dan mudah dimengerti sih, mungkin komplain karena memang penjelasannya yang kurang baik jadi tidak bisa dimengerti oleh pasien
izin meluruskan ya sejawat nakes dan masyarakat, diagnosa kejang demam itu masih bisa ditanggung BPJS di Rumah Sakit JIKA dalam kondisi pasien masih kejang dan yg terdekat dari rumah adalah IGD RS karena masuk kriteria gawat darurat yg mengancam nyawa, betul kan @BPJSKesehatanRI
@Anjrit23456@apralzolam Maaf kak, maksudnya itu jika ingin pakai BPJS untuk diagnosa2 tertentu gak bisa dirujuk ke RS karena kompetensi nya di puskesmas / klinik saja, kalau kondisinya emergency ketentuannya seperti di bawah ini baru bisa diklaim ke BPJS, ada yg masih ditanyakan?
@PartaiSocmed Kalau begitu berarti ada 2 kemungkinan, RS memang sengaja mengklaim kelas 1 yg berarti fraud dan bisa kena surat peringatan atau RS masih belum paham regulasi nya berarti klaim pending, disesuaikan dulu kelas nya
Iya kak jauh sekali beda harganya, di indo misal kanker payudara, dari pasien masuk, kontrol, operasi, kemoterapi cuma bayar premi BPJS, kalau mau VVIP bisa naik kelas iur maksimal gak sampe 10jt, di Malaysia habis 65jt belum pesawat dll ya jauh sekali harganya 🙏🏻
@UlyaAmaranggana@valiisaa@NanaNovita30 Ya selama ini memang seperti itu adanya, memang butuh manajemen RS yg solid dan terarah untuk bisa mengelola bpjs ini
@valiisaa@NanaNovita30 Maaf tidak boleh ya jika RS meminta pasien beli obat sendiri kecuali permintaan pasien, karena sudah masuk dalam janji layanan, jika obat memang diresepkan dokter dan perlu diberikan ya jadi tanggungan RS, kalau meminta pasien beli sendiri jadi fraud / tindakan kecurangan
Ini kriteria gawat darurat nya, kejang demam kalau anaknya di igd masih kejang tetap masuk sih jaminan karena bisa masuk mengancam nyawa, tapi balik lagi perlu inap atau rawat jalan saja tergantung kondisi setelah ada penanganan kejang
Iya kak jauh sekali beda harganya, di indo misal kanker payudara, dari pasien masuk, kontrol, operasi, kemoterapi cuma bayar premi BPJS, kalau mau VVIP bisa naik kelas iur maksimal gak sampe 10jt, di Malaysia habis 65jt belum pesawat dll ya jauh sekali harganya 🙏🏻