Start to live for I Love, and Love what I live for | yet another freak and geek guy | a modest man who you can't lean on | follow my twitter at your own risk
Memang apa hebatnya baca karya Dostoevsky, Kafka, Marx, dan semua penulis yang kamu anggap keren itu?
Apakah itu yang membuatmu merasa superior sehingga mencela pilihan bacaan orang lain? Mengapa buku-buku itu tidak membuat POLA PIKIRMU menjadi lebih bijak?
Mahasiswa sekarang itu kok makin masif bubarin diskusi dan presekusi yah.
Apakah buat menutupi kebenaran dan fakta asli dari masyarakat?
Baru kali ini, di zaman ini ada mahasiswa kayak diktator gini, suka bubarin diskusi dimana-mana dan anti diskusi.
Gimana masyarakat mau empati ke gerakan mereka?
Di acara Mentan Amran tetiba ada mahasiswa PROTES
Ada kelompok petani kecil olah sawah 5 hektar tak optimal, pemerintah tdk peduli
Adik Mahasiswa bingung ternyata negara hadir seketika
Mahasiswa harus bantu petani, bawa traktor bantuan pemerintah hari itu juga
Gini kan enak
Sudah fix banget, masyarakat awam sepertinya sudah bisa membaca pola bahwa yg paling vokal ingin MBG dibubarkan itu bukan murni aspirasi rakyat, melainkan antek asing yg berkedok mahasiswa, akademisi, LSM, atau aktivis.
Mereka pakai narasi “kritik” tapi tujuannya jelas menghambat program prioritas nasional yg langsung menyentuh gizi anak-anak dan ibu hamil. Kenapa cuma MBG yg selalu diserang habis-habisan, padahal banyak program lain juga pny kekurangan?
Yang lebih aneh lagi, relawan & pendukung MBG langsung dicap “bayaran”, sementara yg demo menolak malah dianggap “suara rakyat”. Ini jelas diskriminatif & bikin konflik horizontal yg tidak perlu.
Padahal program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bukan cuma soal makan siang, tapi investasi jangka panjang buat generasi emas 2045.
Kalau ada kritik, ya kritik konstruktif dong, bukan langsung minta dibubarkan. Masyarakat awam sudah capek sama pola yg sama terus-menerus.
Pernah mikir gini gak pak, bu..
1. Gaji Rp3 juta
Target dana darurat: Rp18 juta
Kalau nabung Rp500 ribu/bulan: 3 tahun
2. Gaji Rp15 juta
Target dana darurat: Rp90 juta
Kalau nabung Rp5 juta/bulan: 1,5 tahun
Pendapatan menentukan seberapa cepat kita aman pak, bu..✅
Aku sih bukan dari PTN-PTN keren gitu lah. Tapi dulu saya dan anak2 lab ketika denger BEM mau ikutan demo pasti bilang, “halah ngapain sih demo2 gitu” 🤣🤣
Pernah jadi mahasiswa turun di jalan.. sebelum masuk UGM aku tu juga mikir ngapain sih mahasiswa nih panas2an demo, bikin macet aja.
One day ada temen angkatanku yg bilang,
“Kita kuliah di UGM itu dibayar rakyat sudah seharusnya menjadi penyambungi lidah rakyat”
Aku jawab dong, “hmm, papa aku bayar UKT”
“No, UKT kamu tu cuma bayar fasilitas. Dosen kita tu PNS digaji pake uang pajak rakyat. Ada jutaan rakyat yg mau kuliah di UGM tp cuma segelintir orang yg bisa masuk. Kita tu kaum terpelajar, sudah seharusnya memperjuangkan suara rakyat”
Disitu aku beneran jleb banget. Ga boleh belajar buat diri sendiri, aku kaum terdidik jadi harus melek dunia dan politik dan ikut bersuara 😭😭😭
Justru "SEKALI ITU" yang bahaya.Mirip:
‣Karena nila setitik rusak susu Sebelanga.
Bayangkan saja, ada orang 20 tahun kampaye anti korupsi, kutuk korupsi, caci-maki koruptor tapi:
‣Karena dia, korupsi "SEKALI SAJA".
‣Karena dia, tergiur korupsi "SEKALI SAJA".
‣Karena dia, hianati orang-orang yang percaya dia tokoh anti Korupsi "SEKALI SAJA".
Dicaci maki baik oleh musuh dan temennya sendiri.
Apakah adil kalau 20 tahun yang dia perjuangkan untuk melawan korupsi, jadi hancur dan tidak dihargai lagi?
Adil banget!! Bro.
Dunia memang sekejam itu.
Makanya image itu seperti cermin tipis, tidak peduli seberapa lama kamu jaga. Kalau hancur "SEKALI SAJA" maka tidak akan bisa dikembalikan lagi.
Setuju gak?
@kresbung Memang kenapa kalau gereja dilibatkan mengelola dapur MBG? Toh memang Gereja juga biasa mengelola dana sosial kan?
Justru berani gak Gereja ambil dan jadi contoh untuk pengelolaan dapur/SPPG yg bersih?
The Monetary Board of the Bangko Sentral ng Pilipinas raises policy rate by 25 basis points to 4.75 percent.
It says monetary policy tightening is warranted as it will help keep inflation expectations anchored and mitigate the risk of second-round effects.
Apresiasi buat Gus Nusron, Mas Sudar dan Mas Bud yang membuka akses untuk berdiskusi dengan mahasiswa walaupun pada akhirnya dibubarkan oleh mahasiswa yang biasanya paling marah kalau diskusinya dibubarkan.
Mahasiswa paok : "anda pernah nonton pesta babi gak"
Nusron : "klo nuduh saya menyengsarakan rakyat papua ayo saya ajak ke merauke"
MP : " klo gak pernah nonton jgn jawab"
(Gw yg nonton gatel banget pengen getok congor mahasiswa paok itu🤪😂)
Diajak diskusi di forum dialog dibubarin, giliran udh masuk mobil dicari ditarik suruh datengln ngobrol sambil duduk ngemper.
Ngajak ngobrol tapi maunya cuma didekte suruh dengerin gonggongan mereka aja
Mau jawab katanya gak boleh jawab klo belum nonton film pesta babi.... Diajak ke papua buat liat kenyataan sebenernya gak mau.... Dah gitu teriak "kalian gak merasa bersalah" Wooo bocah pekok🤪
Ada lagi yg lebih dongok lagi sampe bilang2 urusan santri....
Kayak gini masih ada orang dongok ngaku pinter yg belain model mahasiswa paok spt ini....
Membawa aspirasi apa klo modelan cuma jadi spg film pesta babi🤣 gw aja mikir mereka sibuk promot pesta babi, justru para babi yg bikin film ini lagi berpesta🤣🤣 krn provokasi mereka berhasil gak tanggung2 lho cuma film yg sama sekali gak ada dialog embanding dijadikan sumber terpercaya oleh mahasiswa paok yg mengaku sedang membela rakyat.....
@kresbung Menerima perbedaan pendapat tidak berarti harus mengikuti pendapat yang berbeda kan min? Protestan dan Katolik berbeda pendapat dalam banyak hal. Tapi ya gak harus juga orang Protestan jadi Katolik atau sebaliknya 😌😌
@Brutus_Istn2045@ferrykoto@budimandjatmiko@NusronWahid1 Ya kalau ini sih saya jujur tidak tahu.. saya kan bahas sikap mahasiswa ketika diajak berdialog dengan pemerintah ya. Kalau memang mahasiswa ada data-data seperti ini, diklarifikasikan saja dengan wakil pemerintah saat itu. Biar jelas 😌😌
@Brutus_Istn2045@ferrykoto@budimandjatmiko@NusronWahid1 Udah dong.. ngeles mencla-mencle gimana? .. kalau gak setuju ya dibalas argumentasinya. Dibantah dengan data. Terus pas dijalan, langsung ditanya “anda merasa salah” tanpa tau konteks. Jelas2 mahasiswa yg selalu ubah topik. Cih.. ditanya siapa koordinator, gak mau jawab
@Brutus_Istn2045@ferrykoto@budimandjatmiko@NusronWahid1 Ya bagaimana tahu KEBENARAN yg SEJATI dan bagaimana tahu KEBENARAN itulah yg benar kalau tidak ada diskusi?
Kalau memang niat untuk mencari “kebenaran sejati” ya kedua pihak sudah harus “siap salah”.. tapi disini, satu pihak merasa benar dan mengusir pihak yg dirasa salah
@ferrykoto@budimandjatmiko@NusronWahid1 Kalau bicara “indoktrinasi”.. Menurut saya ini masalah perspektif ya Pak. Aktivis/mahasiswa pun berusaha mendoktrin kawan-kawan atau anggotanya agar melihat masalah dari sudut pandang mereka. Demikian pula dengan pejabat. Harusnya biarkan saja. Biar audiens/“rakyat” yg memilih
Wamen Sudaryono menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi demokrasi.
Menurut Sudaryono, sejak awal dirinya dan para narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk bertanya maupun mengkritik kebijakan pemerintah. "Ditanya apa saja tidak masalah. Dihadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis,"
Namun, di tengah jalannya forum, Sudaryono menyebut terdapat sekelompok peserta yang tidak menginginkan diskusi dilanjutkan sehingga situasi menjadi tidak kondusif.
Di ajak diskusi Emosi. Mahasiswa harusnya Diskusi Adu argumet berdasarkan data dan fakta, bukan berdasarkan film. Padahal di ajak kesana rame2 dibiayai itu lebih jelas (harusnya semangat ambil andil) request bawa jurnalis hebat Indonesia, diliput secara live. Pertanyaan "anda merasa bersalah" itu memancing amarah (nggak jelas bersalah dari segi yg mana) padahal kalau di tanya semester berapa pasti biar buka pemikiran dia bahwa itu bisa jadi program PKL/KKN (Volunteer) di semester akhir (kan bisa jadi begitu). Emosi doang yg di besarin berdasarkan film.