yap! aku sakit, cowokku ketiduran. kami bertengkar sampe aku nangis2 pun, cowokku ketiduran. tapi emyu main, dia melek sampe jam 1 pagi. katanya mau liat bruno mecahin rekor. wajar gak aku kesel?
To make my IG story clear. It's not a dig of any sort! I'm a MU supporter, and that remains. I was showing gratitude to the clubs and coaches that I have worked with over the past 18 months, they have played a big role in this 🏴 call up.
Arsenal main pas lebaran terus kalah. Ilang deh Carabao Cup. Abis itu pada international break, kelar, balik lagi, main lagi, kalah lagi lawan Soton. Ilang Piala FA. Malem ini main di EPL, kalah lagi lawan Bournemouth.
Selama itu semua terjadi, Manchester United ga ngapa-ngapain
After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal.What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.
Kali ini gue setuju dengan lu bang.
Beberapa temen gue di Indo Everton, Hammers Jakarta, dan Sunderland Indonesia juga mirip-mirip gini mindsetnya bang.
Coba kopdar aja bang Fans Arsenal dengan mereka jadi ngobrolnya tentang berapa kali menang di Old Trafford udah happy.
Sebagai orang yg mantau Bigmo dr subsnya masih <10k, mau yapping view pribadi aja soal dia
Ini orang anak koruptor, kurang bijak alokasiin uang iisma, sering ngelakuin questionable things on stream (nepok pantat, ngatain orang, mabok, dll) itu fakta semua & jelas ga bisa dibenerin, apalagi audience-nya yg mostly preteen/young adults
I’m not a fan nor a hater. Just an observer.
Ini orang ya fenomena baru di sini, US-raised kid yg bawa hint of culture Amerika ke sini di format livestream & sblmnya (kayaknya) blm pernah ada deh. Paling keliatan ya manner-nya (yg emang gue pribadi kl nonton kadang jg ga nyaman) ga cocok sm budaya di sini. Contoh ya flexing, openly shameless, dan gimana cara dia address lawan bicara yg lebih tua. Sometimes he just call them by names, krn kalo di US gitu kan ya.
Cuma kl liat dr sisi dia as creator, i like his grind tho. Cm setahun nama & numbers-nya grow cepet, then he did walk the talk jadi streamer gede di Indo. Dia dengan karakternya yg ngeselin kayak gitu ‘pinter’ mainin kartu-kartu yg dia punya, dan ya manfaatin salah satu ‘weakness’ (?) org Indo, ya digoreng pake gimmick/emosi/ragebait. Regardless itu gimmick atau real.
Kayaknya bukan tanpa alasan juga org2 sekaliber Pandji (yang direkom karyawannya) & Raditya Dika (yg direkom subscribernya) & Grace Tahir mau collab sm dia.
Nah buat yg ga nonton/tau background story-nya & udah punya prejudice kl dia anak koruptor mungkin mikirnya si Bigmo ini bisa grow cepet gini karna masih di-support uang bapaknya. Tapi dari yg dia ceritain di stream dan sih gak gitu ya. Of course ga tau juga behind the scenes-nya gimana tapi ketimbang fitnah, i just say the thing from what is being presented.
So if there’s one positive thing that i can take from him, is his hustle, his hunger. That’s it.
Hopefully you’ll be better on your mannerism & how you use your platform for the greater good. Like it or not, he got THE influence now. Use it wisely, Mok
Honestly, this would be a much tighter game than most people are thinking.
I still think United 2008 would scrape through with a 2–1 win, but it wouldn’t be comfortable at all. The only reason the scoreline is that close is because most of that United side is pushing 50 now.