Izin, 🙏
untuk point ketiga, saya bantu menjelaskan dari sudut pandang street photography dengan bahasa bayi 🤓
Biasanya sebelum 'nyetreet' kami selalu dibekali dengan etika memotret dan privasi.
Hasil itu nomer ke 17, etika, sopan santun dan privasi selalu ditegaskan menjadi yang utama.
______________________________________
Oke sekarang kita bahas yang agak serius! 😼
1. Hukumnya: "Bebas, tapi Ada Batasnya!"
Kita mulai dari yang paling krusial: Aturan Main Legal.
Di Indonesia, ruang publik itu milik bersama. Secara hukum, memotret di tempat umum itu LEGAL.
📌 Catatan Penting:
Menurut UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, potret yang diambil di tempat umum untuk kepentingan artistik, jurnalistik, atau dokumentasi pribadi itu sah-sah saja.
TAPI (pake tapi yang gede ya!), hukum bisa berbalik nyerang kita kalau:
1. Komersial Tanpa Izin: Lu foto muka orang secara close-up, terus lu jual foto itu buat iklan baliho gede tanpa Model Release (surat izin). Siap-siap aja dituntut!
2. Pencemaran Nama Baik: Lu foto orang lagi apes atau dalam posisi memalukan, terus lu sebarin di medsos pake caption ngejek. Ini bisa kena UU ITE.
Kesimpulannya: Di jalanan lu bebas motret, tapi begitu foto itu mau lu pakai buat cari duit atau diunggah ke medsos, pastikan tidak merugikan atau mempermalukan subjeknya 😉
cont ...
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
@Madariyanhadi aku masih pakai VSCO dan aplikasi lainnya seperti Dazz Cam, Snapseed, LR.
kadang satu foto bisa aku edit di 4 aplikasi itu, buat cari2 tone yg pas 🤣
Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan