🧒: "Pa, aku mau nikah ya abis lebaran haji. Udah mantep kayanya sama cewek yang sekarang"
🧓: "minta maaf dulu!"
🧒: "minta maaf buat apa?"
🧓: "minta maaf cepet!"
🧒: "iya Pa minta maaf buat apa dulu, kan harus jelas salahnya apa!"
🧓: "MINTA MAAF!"
🧒: "Iya Pa, aku tulus minta maaf"
🧓: "Ya udah kalo mo nikah, kamu udah lulus uji sebagai laki-laki. Minta maaf disemua situasi bahkan ketika kamu ga salah".
mencintaimu adalah hal adiktif yang legal dan pemerintah sekali pun tak berhak mencampurinya; dan mencintaimu adalah pottasium yang sengaja kusuntikkan tanpa resep dokter.
buat yg ngejer LAILATUL QADAR,
solat tiap malem bro, jangan malam"
ganjil doang.
"kita ga bakal tau tuh, LAILATUL QODAR turun di malam nu atau muhammadiya"
biarkan aku menyinggahi matamu dan rembulan meranum di dadamu. seperti salam sepasang kekasih kepada perpisahan: setidaknya aku pernah mengenalmu dalam sajak-sajak indah di pengantar tidurmu, Kekasih. ya, kamu.
Kaligawe, 9 Maret 2026
"Kekasih, lama kita tak saling bertukar kabar. Musim hujan segera usai dan hatiku adalah kemarau panjang tanpa deras kasihmu lagi. Setidaknya, aku senang pernah bersamamu meski hanya dalam sajak dan nuansa romansa yang sengaja kunalarkan: meski semua tampak maya dan semu."
tiba-tiba saja kau datang menghampiri dan menggoyah bunga tidurku. seakan, kita adalah sepasang kekasih yang bermesra di bawah lampu kota.
matamu adalah rembulan subuh yang kedinginan, bekas sisa hujan semalam; dan bibirmu adalah sepenggal puisi yang tak mampu kuselesaikan.
pada suatu hari, aku seperti menjangan jalang yang melompat manja di hadapanmu. seusai senja itu—dalam munajatku: aku ingin sekali menjelma kupu-kupu putih yang menghinggapi putik mawar hitam di antara temu dua tulang selangkamu, Kekasih.
— SMG, 2026.
kubayangkan, ada busur pelangi yang sedang menyambung sudut—tepat di indah kedua bola matamu;
kubayangkan lagi, kedua bibirmu adalah lengkung rembulan sabit di musim kemarau;
dan, bisikmu adalah tengara kidung suci yang kusemogakan.
malam ini, kurayakan cintaku padamu:
pada sepasang daun berbasahkan gerimis
dan tak ada gemerlap penerang kota yang lebih indah daripada rembulan yang tertusuk pepohonan.
kita pun memutar lagu "Tonight I Celebrate My Love For You" di penghujung waktu.
: Tamansari dan taman hati.