pola seperti ini disebut siklus idealisasi dan devaluasi. Saat baik, kamu merasa sangat dicintai. Saat marah, kamu direndahkan. Kontras yang ekstrem itu bikin kamu bingung dan tetap bertahan karena berharap versi baiknya kembali.
Tapi diludahi, dihina, disebut bodoh atau tidak bisa diandalkan, itu bukan dinamika pasangan yang sehat. Itu bentuk agresi dan kontrol. Lama-lama harga diri kamu yang terkikis.
Kamu masih sayang karena ada keterikatan emosional. Tapi rasa sakit hati yang terus muncul itu sinyal bahwa kebutuhan dasarmu, yaitu dihargai dan merasa aman, tidak terpenuhi.
Ini bukan soal kamu kurang sabar atau terlalu baper. Ini soal batas. Kalau seseorang marah dengan cara merendahkan, itu menunjukkan cara regulasi emosinya memang bermasalah.
Pertanyaannya sederhana kalau ini terus terjadi bahkan sampai kamu memilih menikah dengan dia apakah kamu siap ketika dia marah akah terus melakukan ini semua?