Sejak kejadian anakku meninggal setelah operasi jantung itu, aku tidak lagi percaya dengan dokter dan rumah sakit.
Andai waktu bisa diulang kembali, hanya andai andai andai dan juga penyesalan yang tidak bisa lagi dirubah.
Penyesalan terbesarku adalah :
1. Operasi Amandel
2. Operasi Wasir
Terutama OP Wasir. Saya percaya semua dokter dan Perawat adalah manusia terpilih dengan IQ diatas manusia rata-rata. Tapi mungkin karena saya mengurus administrasi dan semua hal sendiri, dibarengi rasa ketakutan dengan ruang operasi, mungkin saja aku lupa bertanya. Tapi beberapa kali aku bertanya, semua tidak pernah ada jawaban, baik sebelum bahkan sesudah OP.
Mba, yang mungkin masih berstatus mahasiswa, 4 kali kamu gagal menemukan pembuluh darahku, dan 2 diantaranya kamu menusuk mencikam sampai ke tulang hingga ada bunyi pletuk, meninggalkan bengkak, memar dan membiru selama kurang lebih 1,5 bulan bahkan 3-4 pasca operasi, punggung tangan saya masih sangat nyeri dibagian tulang yg kamu tusuk. Dioperasi eprtama (amandel) saya hanya ditusuk sekali langsung terpasang infusnya. (sama-sama BPJS)
Tim perawat dan asisten dokter serta dokter jaga malam, apapun yg saya tanya, jawabannya : Nanti dijelaskan Dokter . Tapi saat saya bertanya ke Dokter, Jawabannya : Aman itu, nanti juga biasa saja. Tidak pernah ada jawaban. Bahkan saya tidak tau bentuk bahkan jaringan yang benar2 diangkat itu seperti apa.
Pak dokter, dikontrol ke dua pasca op (minggu ke 3). Diminggu pertama dan kedua dokter itu cuti (bertepatan dengan saya keluar rs dan seharusnya kontrol saya diminggu depannya). Di kontrol kedua dokter itu mencabut benang jahit di anus yang masih basah dan merah, rasa sakit yg luar biasa, saya juga sendirian saat kontrol. Rasa sakitnya membuat saya meraung berteriak sehingga semua orang mendengar dilantai itu, dan saya mencengkram dinding yang membuat kuku saya ada lapisan cat yang tergores.
Dan, setelah benang itu dicabut. sebelumnya saya juga sudah bertanya tentang bagaimana proses op kemaren, apa metodenya dan sebesar apa jaringan yg diangkat, apakah semua atau separoh. Dokter cuma menjawab, aman itu sudah semua. Tapi, saya menyadari ada benjolan yang lebih besar diluar anus dan didalam anus serta ada beberapa skin tag (yang sampai hari ini benjolan2 itu masih ada, dan tidak hilang)
Karena kurang puas dengan dokter ini, saya memutuskan cek ke dr bedah lain. Dan sialnya dokter itu shock. "kamu op dengan dokter siapa, kok begini, ini beneran di op, ini aja masih ada wasir grade 3 yang harus di op segera, apa mau saya jadwalkan opnya" saya shock dan menangis "tapi saya baru op 3 minggu silam dok, dengan dokter di RS Ini juga, Dr A". Dr itupun kemudian terdiam, "waduh, kok begini". Panjang cerita, saya pulang kerumah sambil menangis dan kecewa atas semua pelayanan di RS itu.
Sampai hari ini, hampir 1,5 tahun pasca OP. Bahkan jika BABnya dengan tekstur normal tapi anus tetap mengluarkan darah segar, after BAB ada rasa perih, panas dan terbakar berjam-jam. jangan lupa ada benjolan diluar anus yg tidak masuk lagi setelah op itu, dan masih ada benjolan didalam, dan didekat benjolan itu ada beberapa skin tag. Oiya, untuk tangan, sampai hari ini un nyerinya sering kambuh berhari2😭
Kataku, aku ga mengeneral semua Dr dan Tenaga medis, tolong bekerjalah dengan tulus dan kompeten, ini nyawa. Kami menyerahkan diri sepenuhnya untuk dirawat dengan harapan sembuh, bukan malah memperburuk keadaan kami.
Beberapa pertanyaan yg ku tanya sebelum dan sesudah bahkan saat mau pulang ranap. 1. nanti dirumah, ada ga bu treatment yang bisa saya lakukan scra mandiri agar proses oemulihan lebih cepat? jawabannya : nanti dijelaskan dokter 2. bu, abis op ini ada larangan makan makanan atau minuman tertentu ga yg memperburuk kondisi apsca op?? jawabanya :nanti dijelaskan dokter 3. bu, saya ini opnya metode apa ya, dari kemaren saya nanya2 ke dr sebelum di op juga ga ada jawaban . Jawabannya :sama dokter aja
4. bu, saya kemaren ga lihat jaringan yg diangkat sama sekali, ada berapa benjolan ya yang diangkat? jawaban :sama dokter ya
Dihari ke 2 saya ranap, diinfo besok pagi sudah boleh pulang setelah dievaluasi dokter bedah ha, tapi sampai jam 10 malam baik dr bedah maupun dr jaga ga ada yg datang, dan saya pulang tanpa membawa informasi apa2. dan seharusnya seminggu setelah pulang sudah kontrol, tapi karena dokternya cuti sangat lama, saya harus menahan 2 minggu tanpa kontrol sama sekali.
Saya mencari panduan pasca op melalui sosmed dan halodoc untuk membantu pemulihan . saya juga membeli beberapa obat yang diresepkan halo doc. sebelumnya saya sudah bertanya baik ke perawat atau dokter apakah ada obat rekomendasi yg bisa saya beli secara umum diluar atau didalam RS sehingga bisa mengurangi sakit dan cepat pulih. jawabanya tidak ada, keluar dari RS dan setiap kali kontrol saya hanya diberi paracetamol dan antibiotik.
sementara tetangga saya yang juga op wasir di RS yg sama dengan dokter yang beda diwaktu yang hampir sama, saat dia pulang diberi informasi yg cukup banyak, dan obat2an yang jauh lebih banyak dari obat saya.
dan yg paling saya sangsi sampai hari ini, diruang OP dari awal sampai akhir hanya ada 2 perawat wanita dan satu dokter, saya masih ingat sebelum mulai op, dr bedah ini ke belakang punggung saya menyuntikkan sesuatu, dan setelahnya saya mulai mati rasa dari pinggang ke bawah, apakah saya di anestasi oleh dr bedah langsung? dan operasi hanya berjalan 10-15 menit. Kenapa saya tau, karena op wasir hanya dibius separoh badan dan saya totally sadar.
Dan jika semua hal ini telah terjadi dan benar terjadi kepada saya, dunia akhirat saya tidak redho atas "malpraktek" ini. Mungkin saya bukan siapa2 yang tidak memiliki power untuk menuntut, tapi semoga kelak akan diminta pertanggungjawaban di akhirat.
cc : woolandariiyy
Rekor tetangga paling red flag dan sosiopat di bumi jatuh kepada seorang dokter kaya di Beijing bernama Zhang Biqing.
Selama 6 tahun, dia DIAM-DIAM bangun gunung buatan lengkap pake batu raksasa, pohon asli, jalan setapak, sampai ruang karaoke di atap apartemen mewah lantai 26 miliknya!
Beban ribuan ton gunung pribadi itu bikin struktur gedung retak-retak sampai bawah dan air apartemen tetangganya pada bocor. Tiap ada tetangga yang protes, malah digebukin sama dia sampai itu tetangga trauma dan milih pindah rumah.
Biar gak ketahuan, dia ngangkut material batu sama pohonnya pake lift servis tiap tengah malam. Habis duit sekitar Rp1,9 Miliar demi obsesi punya villa puncak di atas awan.
Kasusnya baru meledak tahun 2013 pas foto satelitnya viral. Pemerintah langsung ngasih ultimatum 15 hari buat bongkar. Proses ngeruntuhin gunung egois ini butuh waktu 4 bulan lebih karena puingnya harus diturunin dikit-dikit. Bener-bener beban hidup nyata buat penghuni di bawahnya wkwk.