@j&t
Layanan J&T Muara Teweh. Sangat buruk sekali, kurir tidak pernah melakukan pengantaran oe alamat tujuan.
Semua paket disurh ambil ke kantor dan harus antri ber jam-jam
Nasib laki-laki
1. Waktu kecil dimarahin emak
2. Sudah sekolah, dimarahin guru
3. Sudah kerja, dimarahin atasan
4. Berumah tanggal, dimarahin istri
5. Saat sudah meninggal duni, masih dimarahin malaikat
Alhamdulillah, Setelah bertahun-tahun dilanda kekeringan, hujan lebat turun di Iran
Pada 2011, mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad “Mereka mencuri hujan kita.” Tidak ada yang mempercayainya.
Setelah Iran menyerang pangkalan AS, iklim Iran berubah
https://t.co/PYrEjivXEn
Jubir Iran:
"Sepanjang sejarah Iran tidak pernah memberlakukan tarif toll atas jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun semua kebaikan itu berakhir setelah Eropa dan dunia Internasional berdiam diri dan membiarkan AS melakukan agresi militer terhadap rakyat Iran".
🔻
Trump dan Netanyahu adalah akar dari kekacauan di kawasan, mereka itu para pembunuh bayi dan anak-anak yang harus diseret ke pengadilan internasional.
Selat Hormuz "ditutup".
"Kami akan membukanya atas perintah pemimpin kami, bukan atas tweet dari seorang idiot." "Semua kapal yang terkait dengan musuh kami akan diserang jika mencoba melewatinya."
19/4/2026
Former Iranian President Mahmoud Ahmadinejad:
No one has the right to deprive us of our nuclear rights, and what we demand is fair treatment among all nations.
Segala yg warga dunia saksikan di Iran, adalah hasil karya dari pria agung ini yang pernah berkata:
'Kekalahan adalah bagi mereka yang menjadikan dunia sebagai akhir cita-citanya. Adapun orang yang terhubung dengan Allah, maka ia tidak akan terkalahkan.'
Abbas Araghchi "Mengapa kami bersikeras pada pengayaan uranium?"
- "Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan (uranium) ini, dan masih bersikeras hingga kini? Mengapa kami tidak rela melepaskannya bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak memberi tahu kami apa yang harus kami miliki atau tidak miliki. Ini didasarkan pada prinsip penolakan terhadap penindasan (nefy-i sulte).
Menurut hukum, melakukan pengayaan adalah hak saya, dan apakah saya menggunakannya atau tidak hanya menyangkut saya sendiri. Sudah bertahun-tahun kami diberi tahu, dan masih terus diberi tahu, bahwa 'Anda tidak berhak melakukan pengayaan, pengayaan harus nol'... Mengapa? 'Karena kami khawatir,' kata mereka.
Jika Anda khawatir, kami siap menghilangkan kekhawatiran itu. Ada pertanyaan? Kami akan menjawab. Tidak ada kepercayaan? Kami akan membangun kepercayaan. Tapi tidak ada yang berhak mengatakan kepada kami 'Kamu tidak boleh punya ini karena aku menginginkannya begitu'.
Rahasia gerakan kami selama bertahun-tahun adalah ini; kami bersikeras atas hak kami sendiri. Pengayaan penting, tetapi di samping itu, yang lebih penting adalah membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak menerima perintah dari siapa pun dan tidak tunduk pada penindasan apa pun.
Jika ada pertanyaan atau ketidakjelasan mengenai tujuan program nuklir damai Iran, kami siap menjawab dan menghilangkan ketidakjelasan itu. Jalannya hanya melalui diplomasi. Mereka telah mencoba jalan lain dan tidak mendapatkan hasil.
Musyawarah hanya akan mencapai hasil ketika hak-hak rakyat Iran diserahkan, dihormati, dan kami dapat menggunakan hak kami. Kami tidak menunggu pengakuan hak dari siapa pun; hak kami sudah sah dengan sendirinya, hak kami ada. Yang kami inginkan adalah penghormatan terhadap hak kami."
Menurut saya, penjelasan Abbas Araghchi ini bukan hanya untuk AS, melainkan jawaban yang mulia terhadap pola pikir yang selama sekitar seratus tahun mewakili pandangan merendahkan mereka terhadap kami umat Muslim. Jawaban ini adalah pernyataan bahwa era tirani dan pengendalian nilai-nilai Anda telah berakhir. Jika Iran keluar dari perang ini dengan kepala tegak, maka AS tidak akan lagi menjadi AS yang dulu, dan umat Muslim pun tidak akan lagi menjadi umat Muslim yang dulu, insyaallah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan rakyat Lebanon.
Pernyataan ini disampaikannya menyusul serangan udara Israel yang menyasar permukiman warga meski telah ada gencatan senjata.
“Agresi terbaru rezim Zionis terhadap Lebanon jelas melanggar kesepakatan awal gencatan senjata,” tulis Pezeshkian dalam unggahan di akun X miliknya pada Kamis dikutip dari laman presstv,ir, Jumat 9 April 2026.
Pemerintah Pakistan memastikan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang mereka mediasi. Namun, Israel dan Amerika Serikat menyatakan sebaliknya, dengan Israel menegaskan akan tetap melanjutkan serangannya ke Lebanon.
“Tindakan seperti ini menunjukkan adanya penipuan dan ketidakpatuhan, sehingga membuat negosiasi menjadi tidak berarti. Kami tetap siaga. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara kami di Lebanon,” lanjutnya.
Baca selengkapnya disini: https://t.co/woSfp2lGUq
___
#VIVANEWS #IRAN #ISRAEL #LEBANON
Kisah Menteri Paling Miskin, Menguasai 9 Bahasa Dunia tapi Hidup Mengontrak Dari Gang ke Gang Sampai Akhir Hayatnya
Dunia mengenalnya sbg "The Grand Old Man" Diplomat jenius yg menguasai 9 bahasa asing.
Pria yg disegani lawan debatnya di Liga Bangsa Bangsa (sekarang PBB). Dialah H. Agus Salim
Tapi dibalik jas mentareng dan rokok kreteknya tersimpan kehidupan asli yg jauh dari kata mewah, bahkan bisa dibilang sangat melarat untuk ukuran seorang pejabat Negara.
Di balik keteguhan Agus Salim ada seorang wanita hebat bernama Zainatun Nahar. Beliau bukan sosok isteri pejabat yg sibuk arisan atau pamer kemewahan, Zainatun adalah wanita yg rela hidup Nomaden. Selama mendampingi suaminya mereka tidak pernah memiliki rumah pribadi, mereka selalu berpindah dari kontrakan sempit ke kontrakan lain di gang-gang becek Jakarta (Tanah Abang, Jatinegara, Karet)
Gaji Agus Salim sebagai pejabat sering kali habis untuk perjuangan dan sedekah. Saking sulitnya ekonomi mereka, Zainatun sering memutar otak agar anak2nya bisa makan. Pernah suatu hari tidak ada uang belanja tapi Zainatun tidak mengeluh, ia mengolah apa yg ada, ia tetap tersenyum menyambut suaminya pulang meski di meja makan hanya ada nasi dan kecap.
Kisah paling legendaris terjadi saat mereka mengontrak di gang sempit Tanah Abang, saat itu hujan deras dan rumah mereka bocor parah, air masuk ke ruang tamu. Kebetulan ada tamu penting (Tokoh Pergerakan) yg datang berkunjung.
Apakah Agus Salim malu? Tidak, ia justru mengajak isterinya bernyanyi sambil menaruh ember2 di bawah bocoran air.
Dengan jenaka Agus Salim berkata kpd tamunya "Maaf, nyonya (Zainatun) sedang sibuk mengatur bendungan, sebentar lg kita akan punya kolam renang di dalam rumah".
Mereka tertawa bersama, Zainatun tidak merasa hina ia justru bangga. Bahwa kemiskinan harta tidak bisa merampas kebahagiaan dan harga diri keluarga mereka.
Sebenarnya mudah saja bagi Agus Salim untuk menerima "hadiah" rumah atau uang dari kawan2nya, tapi ia dan Zainatun sepakat menolaknya. Mereka memegang prinsip "Leiden is Lijdn" Memimpin itu menderita. Mereka tidak mau hidup enak dari fasilitas Negara sementara Rakyatnya masih sengsara.
Hingga Agus Salim wafat pada 4 November 1954 ia tetap tidak punya rumah sendiri.
Ia mewariskan nama besar tapi tidak harta benda.
Zainatun melepas kepergian suaminya dgn tegar. Ia tahu suaminya adalah mutiara yg tak perlu dibungkus kotak emas untuk bersinar
Semoga saja kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi pejabat kita
terutama para petinggi BGN yg beli mtr listrik tanpa izin DPR
Guys, ada update besar dari Iran yang perlu semua orang pahami konteksnya.
Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi baru Iran baru keluarkan pernyataan pertamanya yang signifikan.
Dan kalimatnya sangat hati-hati dipilih.
Gue bedah satu per satu.
Kalimat pertama:
Iran tidak mencari perang dan kami tidak menginginkannya.
Ini sinyal de-eskalasi.
Dan ini penting karena keluar dari Pemimpin Tertinggi bukan dari presiden, bukan dari IRGC, bukan dari juru bicara.
Ini level tertinggi dalam hierarki kekuasaan Iran.
Pernyataan dari level ini tidak dikeluarkan sembarangan.
Kalimat kedua:
Kami tidak akan melepaskan hak-hak legitim kami dalam keadaan apapun.
Ini kontrabalansnya.
Iran mau damai tapi tidak mau menyerah.
Hak-hak legitim dalam bahasa Iran hampir selalu merujuk pada beberapa hal:
hak untuk memperkaya uranium
hak untuk mempertahankan program nuklir sipil
hak untuk mengontrol Selat Hormuz sebagai jalur strategis mereka
hak untuk mendukung kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai front perlawanan.
Kalimat ketiga yang paling penting dan paling jarang disorot:
Dalam hal ini kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan.
Ini bukan kalimat biasa.
Ini pesan diplomatik yang sangat jelas kepada Amerika dan Israel:
Kalau lo menyerang satu bagian dari jaringan ini lo menyerang semuanya.
Front perlawanan yang dimaksud Iran mencakup Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, dan berbagai kelompok proksi di Irak dan Suriah.
Artinya serangan Israel ke Lebanon yang menjadi pemicu penutupan Selat Hormuz kemarin — dari perspektif Iran, itu serangan ke seluruh jaringan mereka. Dan respons mereka seharusnya dilihat dalam kerangka itu.
Kenapa ini momen yang signifikan secara historis?
Mojtaba Khamenei baru saja menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang meninggal dalam serangan AS-Israel beberapa waktu lalu. Ini adalah pernyataan publik pertamanya yang substansial sebagai Pemimpin Tertinggi.
Tone-nya jauh lebih kalkulatif dibanding retorika IRGC yang lebih agresif. Dia memilih bahasa yang memberi ruang untuk negosiasi tapi tetap menjaga garis merah yang tidak bisa dilewati.
Ini adalah sinyal bahwa kepemimpinan baru Iran mau bermain panjang. Bukan eskalasi habis-habisan. Tapi juga tidak akan menyerah begitu saja.
Dibaca bersama dengan perkembangan lain hari ini:
China yang berhasil membujuk Iran untuk duduk di meja negosiasi dengan Amerika.
Singapura yang menolak membayar tol Selat Hormuz. Netanyahu yang menolak gencatan senjata Trump dan menyatakan perang di Lebanon berlanjut.
Semua ini terjadi dalam 24 jam yang sama.
Dan pernyataan Mojtaba Khamenei ini adalah respons terhadap seluruh dinamika itu bukan hanya satu peristiwa.
Apa artinya untuk ke depan?
Ada jendela negosiasi yang terbuka tapi sempit.
Iran mau bicara. Tapi selama Lebanon masih diserang Israel dan Amerika tidak menekan Israel untuk berhenti Iran punya justifikasi penuh untuk mempertahankan kontrol Selat Hormuz.
Imam Ali Khamenei ra mengutip surat Al-Fiil :
Apakah kamu sudah melihat gajah-gajah baja Amerika?
(Sebagai kiasan/metafora untuk kendaraan militer atau alat berat milik Amerika)
Peristiwa Tabas terulang lagi di Isfahan