Selamat, @Arsenal 🏆
Arsenal resmi mengunci gelar juara Premier League musim ini, setelah berpuasa selama 22 tahun.
Boaz punya pengalaman berharga, saat menjadi kapten Timnas Indonesia kala berhadapan dengan Arsenal & pelatih Arsenal saat ini, Mikel Arteta pada 2013 silam 🔥
Numbers don't lie 📊🔥
Semalam, Boaz Solossa resmi mencatatkan gol ke-100 nya bersama Persipura di usia 40 tahun, terhitung sejak musim 2011/12. Hormat tong pu kaka 🫡
#MutiaraHitam#SatuHatiSatuTujuan
“kesalahan yg banyak org muslim lakukan adalah menganggap solat itu beban, padahal solat itu sejatinya adalah privilege kita sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
kenapa? karena umat umat sebelumnya, jika ingin meminta pada Allah, mereka harus minta lewat Nabi dan Rasul mereka sebagai perantara. mereka gabisa langsung minta ke Allah. makanya kalo buka Quran, banyak kita temukan kisah umat umat sebelumnya spt bani israil, mereka minta makanan, minta bantuan, minta apapun itu selalu bilang “wahai Nabi, mintakan kpd Tuhanmu agar menurunkan makanan kpd kami” (Al Maidah : 111-115)
tapi khusus kita, umat muslim, kita dikasih solat yg mana salah satunya adalah sbg wadah kita komunikasi langsung ke Allah. kita bisa doa langsung ke Allah tanpa harus lewat Nabi. ini privilege. dan harusnya kita seneng karena dikasih solat ini karena artinya kita punya bypass langsung utk minta ke Allah”
ust Felix di podcast Putbal nya Pandji.
wow. bener bener menambah pandangan gue soal solat. jd happy banget tiap solat karena waktunya gue komunikasi ama Allah
Tiga Fase Tanggap Darurat Muhammadiyah untuk Bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
Dalam studi kebencanaan modern, kegagalan terbesar sering terjadi bukan pada fase tanggap darurat, tetapi pada fase setelahnya. Ketika atensi publik menurun dan dukungan mulai surut. Karena itu, penanganan bencana tidak boleh diperlakukan sebagai ‘sprint awal yang penuh adrenalin’, melainkan sebagai ‘marathon strategis’ yang menuntut konsistensi, koordinasi lintas-aktor, serta disiplin fase dari respon hingga rekonstruksi.
Muhammadiyah menerapkan pendekatan penanganan bencana yang sistematis, bertahap, dan lintas-struktur untuk menghadapi krisis besar di Aceh dan Sumatera. Pendekatan ini lahir dari pengalaman panjang Muhammadiyah dalam respons kemanusiaan, termasuk tsunami Aceh 2004, gempa Padang 2009, hingga berbagai bencana hidrometeorologi dalam satu dekade terakhir.
Di Sumatera saat ini, situasi yang sangat kompleks. Meliputi ribuan rumah rusak (9.400 unit), fasilitas umum lumpuh, jaringan listrik dan komunikasi tidak stabil, serta akses transportasi terputus. Menuntut respons yang terkoordinasi dan disiplin fase.
Fase pertama Tanggap Darurat Muhammadiyah (27 November 2025 – 5 Januari 2025)
Pada fase ini fokus utama adalah penyelamatan jiwa, evakuasi, distribusi bantuan dasar, dan pemenuhan kebutuhan mendesak. Kebutuhan lapangan bersifat sangat operasional, spt sembako, hygiene kit, baby kit, kitchen kit, pakaian, hunian darurat, WASH, hingga motor trail untuk menembus wilayah terisolasi.
Mobilisasi relawan dilakukan dari berbagai wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Jabar, DIY, hingga rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah, dengan komposisi tim medis, logistik, psikososial, dan manajemen posko.
Fase kedua adalah Transisi Darurat ke Pemulihan (6 Januari – 31 Januari 2026)
Pada tahap ini, Muhammadiyah mengalihkan fokus dari penyelamatan menuju stabilisasi kehidupan masyarakat. Aktivitas mulai mencakup pendidikan darurat, layanan dukungan psikososial, pemulihan layanan kesehatan, serta pendataan kerusakan yang lebih akurat.
Karena banyak fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran dan tempat ibadah yang terdampak, maka kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah spt MPKU, Dikdasmen, Lazismu, MDMC regional, menjadi penting dalam memastikan pemulihan berjalan cepat dan terukur.
Fase ketiga adalah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Februari 2026 – Juli 2026)
Inilah tahap terpanjang, di mana Muhammadiyah mengerahkan pendekatan jangka panjang. Membangun kembali fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hunian, memperkuat kapasitas masyarakat, serta memastikan keberlanjutan dukungan psikososial.
Keterlibatan lembaga non-Muhammadiyah seperti BNPB, Kemendikdasmen, Puskesmas/Kemenkes, hingga lembaga kemanusiaan internasional turut memperluas skala intervensi.
Pendekatan tiga fase ini digunakan karena terbukti menjaga efektivitas, mencegah tumpang-tindih, dan memastikan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan cepat saja, melainkan berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih dan lebih siap menghadapi bencana berikutnya.
Xabi Alonso is the first Real Madrid manager to win his first El Clasico in LaLiga since Zinedine Zidane in 2016.
Los Blancos are now five points clear at the top of the table. ⚪️