Whenever we hold a football in our hands, our hearts ignite with fiery enthusiasm and unwavering resolve, prepared to run, dash, and fight relentlessly for our dreams once more.
🍲 Television with crisp audio 653027
Why do we conduct moisture testing on raw materials in the lab? Because seasonal variations can impact their quality!
“This is our latest exhibition,” she remarked, guiding him into a gallery brimming with landscapes—peaks, seas, woodlands, blossoms. “I actually played a part in curating it myself. I selected every artwork and coordinated with the painters to arrange the displays. It’s som
A performance befitting of the greatest away fans in the land.
Our heartfelt thanks to those who have followed us this season – enjoy your journey home! 🇾🇪👏
Ini mungkin agak panjang, tapi kelihatannya relevan sama urusan kibul-mengibul ini.
Tahun 2020, saya pernah diundang ke acara pelepasan kepala cabang Bank BRI Katamso yang naik jabatan dan pindah wilayah. Saya diundang karena ndilalah, Pak Kacab ini suka baca buku saya, jadi saya diundang sama anak buahnya buat semacam ngasih kejutan gitu lah.
Saya cuma diminta hadir dan baca puisi bareng Brian vokalisnya Jikustik (Pak Kacab ini juga suka Jikustik).
Acara selesai pukul setengah dua belas malam. Begitu acara selesai, saya langsung pulang naik Gocar.
“Ini ramai-ramai ada acara apa, Mas?” tanya sopir Gocar yang mengantar saya.
“Oh, ini acara BRI, Mas.” Jawab saya dengan nada datar.
“Seminar, Mas?”
“Bukan. Pelepasan bos yang dapat promosi jabatan dan dipindah ke Palembang.” Saya memang agak capek, jadi saya agak kurang bersemangat untuk berbincang-bincang. Sedari awal, saya sudah meniatkan diri untuk tidur di mobil sepanjang perjalanan.
“Jadi Mas ini karyawan BRI?” tanya si sopir.
Sungguh pertanyaan yang agak menjengkelkan. Sudahlah menjengkelkan, aneh pula. Mosok saya yang tampangnya dekil dan sangat tidak Perbankan-able kayak gini dianggap karyawan BRI.
Saya bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Mas sopir dengan jawaban yang singkat. Saya bingung bagaimana menjelaskan kepadanya bahwa saya bukan karyawan BRI, saya hanyalah penulis, dan kebetulan petinggi yang mendapat promosi jabatan itu suka baca tulisan-tulisan saya, trus sebagai bentuk kejutan, anak buahnya meminta saya untuk ikut mengisi acara, konsep acaranya musik dan seni, di sana saya disuruh baca puisi.
Ah, rasa-rasanya kok rumit sekali.
Dengan pertimbangan agar saya tidak perlu menjelaskan sesuatu yang berbelit-belit, saya akhirnya memutuskan untuk berdusta.
“Ya, Mas, saya karyawan BRI,” jawab saya.
Saya berharap, dengan jawaban itu, Mas sopir puas dan mengakhiri basa-basinya. Jujur, saya sangat suka basa-basi. Juga sangat suka mengobrol dengan sopir. Tapi tidak malam itu. Tubuh saya capek sekali.
Tapi dasar nasib, terkadang, ia suka memberikan kejutan pada kita.
“Alhamdulilllaaaaaah…” kata si sopir tampak sangat bahagia. Saya melirik, tampangnya begitu bersemangat begitu tahu bahwa penumpang yang duduk di sebelahnya adalah seorang karyawan BRI.
Saya mulai merasa ada sesuatu yang tidak enak. Dan benar saja. Kalimat pertama yang keluar dari mulut Mas Sopir adalah kalimat yang laksana peluru bagi saya.
“Kebetulan sekali, Mas. Saya pengin nanya-nanya soal proses pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat).”
Modiaaaaaaar.
Tujuan saya mengaku sebagai karyawan BRI saya niatkan agar saya percakapan selesai. Tapi ternyata saya salah, pengakuan tersebut malah membuat saya pada percakapan yang semakin panjang.
Tidak mungkin saya bilang “Tadi itu saya bohong, Mas. Saya sebenarnya bukan karyawan BRI, saya hanyalah penulis, dan kebetulan petinggi yang mendapat promosi jabatan itu suka baca tulisan-tulisan saya, trus sebagai bentuk kejutan, anak buahnya meminta saya untuk ikut mengisi acara, konsep acaranya musik dan seni, di sana saya disuruh baca puisi...”
Tapi kan saya tengsin kalau begitu. Lagipula, saya tak tega jika harus menebas harapan Mas sopir yang entah kenapa tampangnya mendadak menjadi sangat cerah dan bersemangat sekali itu.
Ah, brengsek betul.
Pada akhirnya, saya kemudian melayani pertanyaan-pertanyaan Mas Sopir. Tentu saja saya menjawab dengan jawaban-jawaban normatif dan banyak ngibulnya. Sesekali sambil curi googling.
Percakapan soal KUR tersebut kemudian menjadi sangat panjang, sebab Mas Sopir bukan hanya bertanya soal KUR, namun juga tips-tips agar lolos BI checking, sampai tips-tips berhubungan dengan leasing.
Perjalanan malam itu benar-benar membuat saya belajar. Betapa memilih sebuah pilihan agar terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan justru bisa memuluskan jalan kita pada sesuatu yang tidak kita inginkan tersebut.
Kelihatannya memang inilah risiko menjadi orang Jawa yang punya budaya tidak enakan dan kerap susah buat thas-thes.
Hae modyar aku, hae modyar aku...
🚨🚨🎙️| Benjamin Sesko on his winning goal vs Fulham:
“It’s unbelievable! Scoring at home, the winner, is just unbelievable. I’ve been dreaming about it, that I can do something like that, it’s truly unbelievable.” ✨