Tidak ada Tawuran, yang ada PEMBUNUHAN yang SADISSS...!
Detik2 Penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy siswa SMK yang juga Paskibra oleh anggota Polisi akhirnya terungkap via CCTV
Ini artinya, tidak ada TAWURAN seperti keterangan polisi sebelumnya. Yang ada adalah PENEMBAKAN SIPIL yang TERENCANA dan SADISS...!
Terimakasih CCTV, penegak hukum yang paling jujur meski tanpa anggota, tanpa bayaran, tanpa gaji...!
#JusticeForGamma
Ketika Anies dituduh para buzzerRp dan penduduk kolam sebelah tidak mau menerima kenyataan bahwa dirinya kalah dalam pilpres , begini jawaban @aniesbaswedan .
Tetap semangat dan salam perubahan.
Please don't stop about #Palestine 🙏
NEWS !!!
KONDISI TERKINI MESJID AL-AQSHA PALESTINA DI SERANG OLEH ISRAEL ZIONIST !
MOHON DOA NYA AGAR AL -AQSHA TIDAK JATUH KE TANGAN ZIONIST 🙏
#FreePalestineFromZionists
Mas Eep, saya ikut terharu nonton video Mas Eep yg sambil menangis ini. Terus berjuang, Mas, demi Indonesia tercinta. Indonesia merdeka utk harkat manusia dgn demokrasi yg berkeadaban adl atas berkat dan rahmat Allah SWT. "Tidak ada perjuangan yang sia-sia", kata Bung Karno🇮🇩
Sy menolak gibran, sy tdk ingin gibran jadi wakil presiden sy, dia blm mmenuhi syarat sbg org yg cukup bekerja, tdk ada bukti diberi kpercayaan besar.
Ini bkn sentimen, klrga saya tdk ada kpntingan dgn kluarga jokowi, karna mslhnya kluarga Indonesia lbh besar dri satu kluarga.
Angket tak mengubah hasil Pemilu tapi memperbaiki ingatan bangsa ini kelak. Angket takkan memecah bangsa ini tp justru merekatkan kesadaran komunal kita utk tak mempermainkan kekuasaan. @jokowi@DPR_RI@officialMKRI
Bagaimana Jokowi SUKSES memelihara KEMISKINAN demi karir anak?
Jokowi punya andil besar dalam memenangkan Prabowo-Gibran (anaknya) di Pilpres 2024. Andai Jokowi tidak ada, maka Prabowo hanya akan jadi anak macan yang kehujanan, MENGGIGIL
Jokowi memang tak terlibat dalam struktur TKN Prabowo Gibran, tetapi Jokowi bersama menteri2nya (Bahlil, Erick Thohir, Airlangga, Zulhas, Luhut, dll) sangat massif membantu Prabowo sesuai peran masing2, termasuk para kepala daerah & eks yang kata sebagian orang "tersandera" oleh kasus korupsi
Khusus Jokowi, tingginya angka kepercayaan publik, pembangunan infrastruktur dan image "merakyat" jadi senjata utama yang konsisten dipelihara sejak dulu
Angka kepercayaan ini disumbang oleh kelompok ekonomi Menengah kebawah yang menjadi sasaran Bantuan Sosial (Bansos) dan BLT, walaupun tidak semua tepat sasaran
Khusus kelompok miskin, ada lebih dari 25,9 juta warga Miskin di Indonesia per tajun 2023. Jumlah ini hanya turun 260.000 dari 28,59 juta sejak tahun 2015 periode pertama Jokowi menjabat
Sebetulnya, tahun 2019 angka kemiskiman sudah berkurang hingga 24,79 juta, tetapi naik lagi karena Pandemi Covid-19 ke 27,55 juta. Tetapi dalam kondisi ekonomi yang "Rebound", mestinya angka kemiskinan juga reboud, bukan malah bertahan di sekitaran 26 juta
Ini artinya, ada kebijakan yang berbeda antara periode 1 Jokowi dan periode 2 Jokowi. Janji "pensiun tanpa beban" setelah periode 2 tak lagi ditepati sejak 2021 dengan permintaan jabatan 3 Periode atau perpanjangan masa jabatan 2 tahun lagi, beruntung PDIP partai pengusungnya, satu-satunya partai pendukung yang menolak usulan ini
Bermula dari ambisi 3 periode itu, politisasi bansos mulai dilancarkan. Bansos yang pada periode 1 kurang dianggap produktif, kini mulai jor joran dibagikan sendiri oleh Jokowi. Saat Pandemi masih bisa dimaklumi, karena rakyat memang dalam situasi sulit
Pasca pandemi, bukannya berkurang nyatanya politik bansos makin massif, belum lagi tuntutan aneh-aneh dari aparat desa, mulai dari perpanjangan masa jabatan hingga gaji dan dana desa
Mengapa di Desa? Karena desa adalah sasaran bansos terbaik agar budidaya suara politik untuk 2024 dan seterusnya tetap terjaga, terutama dikandang Banteng seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, juga Sumatera Utara
Sebanyak 12% penduduk desa tidak tamat SD, hanya 31,13% yang tamat SD, hanya 23,39% yang tamat SMP dan hanya 22,14% penduduk desa yang tamat SMA
Mayoritas dari mereka adalah buruh tani dan pekerja kasar yang diupah harian juga kurang memiliki hunian yang layak sehingga cocok menerima bansos dan BLT
25,9 juta jiwa penduduk miskin ini adalah angka MEWAH bagi politisi, hampir setara dengan DPT Jawa Tengah. Ini mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjaga kesinambungan kekuasaan
Kemiskinan ini harus dijaga, kalau bisa dilestarikan dengan pembagian bansos secara rutin agar kedepan mereka memiliki beban moral untuk memilih Jokowi man lagi
Mereka tak akan dibiarkan kaya, tak diberi kesempatan mendapat akses pendidikan yang baik untuk mengubah nasibnya, maka banyak yang tergiur dengan program MAKAN GRATIS. Jokowi dan Prabowo paham, kelompok rentan hanya memikirkan hari ini makan apa. Upah hari ini hanya habis untuk membeli beras dan lauk seadanya tanpa kepastian besok bisa makan atau tidak
Kemiskinan ini dijaga dan dilestarikan dengan bantuan-bantuan yang membuat kelompok miskin makin ketergantungan. Mereka makin MALAS, makin tidak produktif, makin konsumtif dan tak berpikir soal masa depan
Pendidikan dan akses lapangan kerja sebagai solusi memutus rantai kemiskinan tak lagi di didalam top of mind pemerintah dan kelompok miskin
Parahnya, angka ini akan semakin bertambah karena secara tidak sadar ketergantungan pada BLT, Bansos dan makan gratis akan menularkan KEMALASAN kepada orang lain terutama keluarga yang pada usia produktif
Lanjut....
Tiga Ahli Hukum Tata Negara mengungkap desain kecurangan Pemilu 2024.
Saksikan Film DIRTY VOTE yang akan tayang perdana Minggu, 11 Februari 2024 jam 11 (11.11).
Ayo bantu sebarkan pesan dan trailer film ini ke minimal 11 orang terdekatmu #DirtyVote#Pemilu2024 #11.11