Dari postingan akun resmi BEM UI:
AYO TURUN! JUMAT, 12 JUNI 2026!
Halo, UI dan Indonesia.
Sudah hampir 2 tahun memporak-porandakan negara.
Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan.
MARI, KITA TURUN DAN GUNAKAN HAK KITA SEBAGAI RAKYAT!
Narahubung: Albani (081519149370)
Arsenal belum pernah menjuarai Liga Champions, tetapi lihatlah berapa banyak fans rival yang merayakan kegagalan mereka kemarin.
Bukan karena Arsenal sedang mempertahankan gelar, melainkan semata-mata karena mereka tidak ingin melihat Arsenal berhasil.
Itu juga menjadi pelajaran dalam kehidupan nyata. Ada orang-orang yang tidak akan menunggu sampai kamu sukses untuk mulai berharap kamu gagal. Mereka ingin melihatmu jatuh bahkan sebelum kamu mencapai puncak.
Tugasmu adalah terus melangkah maju dan memberikan hasil yang berlawanan dengan apa yang mereka harapkan. #COYG💪🏻🔥
Obsesi kalian terhadap Arsenal sebenarnya malah membuatku tersanjung. Kalian mendoakan kehancuran kami karena klub kalian sendiri terlalu membosankan untuk dibicarakan.
Kami adalah tokoh utama dalam sepak bola, kalian semua hanyalah aktor pendukung dalam film dokumenter kami.
Mereka bilang PSG akan menghancurkan Arsenal seperti yang mereka lakukan terhadap Bayern.
Namun kenyataannya, mereka tidak hanya gagal mengalahkan Arsenal dalam 120 menit, mereka juga tidak mampu mencetak satu pun gol dari open play tapi adu penalti menjadi faktor penentu.
Mereka bilang Mikel Arteta kalah di final karena kurang berpengalaman.
Tapi saya katakan kepada kalian �� dengan skuad Arsenal dan manajer seperti ini, kalian akan melihat Arsenal yg lebih perpengalaman dan di level yg lebih tinggi musim depan.
Selamat kepada Paris Saint-Germain karena mereka memiliki keberuntungan untuk meraih gelar secara beruntun.
Well done, Arsenal! COYG !
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Arsenal musim ini di Liga Champions :
✅ Tak terkalahkan sejak awal musim
✅ Pemuncak klasemen di fase liga
✅ Kebobolan paling sedikit
Kalah di final via adu penalti. 💔
Angkot Gratis di Cianjur
disela kesibukannya mencari nafkah ia masih menyempatkan diri untuk berbuat kebaikan
Doa dari Anak anak:
Nuhun , sehat selalu Mang
Hari ini, 40 hari musim nobar PESTA BABI. Thanks penyelenggara, penonton, dan yang gotong royong menjadikan "setiap jengkal tanah adalah bioskop".
Juga yang di garis depan menghadapi tekanan dan intimidasi.
Meski segera dapat ditonton online, kita akan makin sering berhimpun ❤️
Kalian mau tau gak tololnya pemerintah itu apa? Di Papua dibikin program swasembada pangan, tapi yang ditanam padi sedangkan makanan pokok orang Papua itu sagu.
Kalau emang niatnya mau swasembada pangan, yang diperbanyak itu tanaman yang menghasilkan sagu karena sagu termasuk salah satu pangan. Tapi nyatanya apa? Yang ditanam padi, sedangkan warlok Papua gak terbiasa nanem padi.
Nah yang lebih bikin kesel tuh, di Papua juga bakal ditanamin sawit, jagung, dan tebu. Alasannya? ENERGI BARU TERBARUKAN tapi malah buka lahan baru dengan membabat hutan.
Yang jadi pertanyaan tuh, kenapa harus buka lahan baru? Kenapa gak manfaatin lahan gambut yang sebenernya bisa direkayasa ulang buat nanem sawit, jagung, dan tebu?
Best part menurut saya di film dokumenter Pesta Babi.
" Ternyata merah putih tidak melindungi kami" 💔
Part yang bener2 bikin hati hancur & sedih mendengar kata2 bapa ini 🥹