Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
jd inget faldi pernah bilang kl wajar bgt ceritain ttg relationship kita ke temen/orang deket yang kita percaya, ya tujuannya buat ngindarin halhal begini. let your friends know how your partner treats you, so you dont get stuck in a toxic or abusive relationship.
one of my friends interpreted the ayah ‘if you’re grateful, i will increase you’ (14:7) as this. not only will Allah literally increase you, the depth of your perception and appreciation for the good in your life also increases
every time you replace “this is hard” with “what’s the first step?” you shift brain activity from your amygdala (fear) to your prefrontal cortex (problem-solving).
that’s neuroplasticity in real time.
pernah, lalu aku dipertemukan pada kutipan dari umar bin khattab ini: "yang menjadi hakmu takkan melewatkanmu, yg melewatkanmu berarti bukan hakmu." aku lalu terus berdoa lagi, memperbanyak sedekah, alhamdulillah satu per satu doa itu dikabulkan atau malah diberi yg lbh baik
“Dunia ini cukup untuk kita semua”
Aku tiba-tiba ingat kata Psikologku (iya, Psikolog juga ke Psikolog), begini katanya:
“Nell, kita semua itu punya peran masing-masing. Tidak semua orang harus ‘bersinar’ dengan intensitas yang sama.
Ada Psikolog yang terkenal, kayak xx tapi ada juga yang nggak, kayak saya.
Tapi kalau orang yang biasa-biasa aja kayak saya gak ada terus yang ngelayanin kamu konsul siapa?
Dunia ini cukup untuk kita semua.”
Pas dengar itu, aku merasa…lega. Separuh rasa cemasku mereda di tengah-tengah perkuliahan yang bikin aku merasa gak percaya diri dengan kemampuanku.
Aku membandingkan diriku dengan teman-teman lain yang menurutku hebat-hebat sekali. Ditambah standarku memang tinggi. Aku takut tidak jadi “apa-apa”, tidak dapat tempat.
Pelan-pelan aku mulai menata diriku lagi. Semuanya tidak harus sempurna. Aku hanya perlu tetap jalan.
Toh, secara objektif “biasa-biasa”nya aku sebenarnya buat orang lain itu bagus, tidak ada masalah.
Sampai sekarang, aku masih perlu mengingatkan diriku secara berkala,
“Setiap orang punya sinar yang berbeda, seperti bintang. Ada yang terlihat terang dan besar, ada juga yang kecil. Namun, keduanya sama-sama cantik dan penting.”
Hari ini pun aku mengingat kembali, aku mungkin tidak jadi musisi andal seperti Mozart tapi musikku cukup untuk anak-anak. Mungkin juga untuk sobat twitterku.
Dunia ini cukup untuk kita semua. Aku harap, kita yang lagi merasa tergesa-gesa bisa mengingat ini 💛
Instagram trains you to view your life as something to be documented, watched, and judged, so overtime you become more critical of things you’d usually be happy about, which makes you pick your own life apart - the internalized panopticon skews your sense of what’s actually good
04.27
"Surah Maryam"
Wahai sang membolak balikkan hati, kuatkan aku diatas takdir yang sedang engkau titipkan padaku, terlihat sulit tapi aku percaya ada hal indah yang sedang kau siapkan untukku, karena aku tau dengan izin kun fayakunmu, semua pasti terwujud 🤍
Pernah baca ttg ini juga. Ketika banyak org ga bisa menerima kekuranganmu yg satu itu, jodohmu adalah satu2nya yg bisa menerima.
Perhatiin deh org yg karakternya unik2 pun ada aja kan jodohnya. Ya karena si jodoh 'dibuat' bisa menerima. Sesuatu yg org lain (yg ga jodoh) ga bisa.
Learn new languages. Learn how to draw. Discover forgotten histories. Dive into research, psychology, or analytical books.
Go swim deeper. Go trek farther. Understand the railways, the skies, the universe itself.
The world isn’t small, it's boundless!
Eh lo pernah gak denger quote gini: “detachment is where your rizq begins”?
Awal-awal gue baca, gue langsung ngerasa kok ga nyambung banget. Gimana sih bisa kita detach dari seseorang malah berhubungan sama rezeki kita?
cont-
ugh I love women who try to make something out of themselves despite having limited resources and support system. I always have the biggest grin whenever I watch lifeofpujaa because her inquisitive nature will take her to places where even your resources can not take you 👏
1. Terlalu banyak informasi jadinya malah bingung mau belajar yang mana (paradox of choice)
2. Gak semua orang punya kesadaran belajar & curiosity yg tinggi
3. Punya "waktu" utk belajar adalah privilege karena bbrapa org sibuk kerja utk hidup dr hari ke hari