plot twistnya :
kamu tiba-tiba nikah tahun depan. kamu menikah sama seseorang yg bener-bener siap dari segi apapun. dari segi finansial, agama, vibes, cara berpikir, hobi, kematangannya, dan semua yg kamu suka ada di dia.
Menikah itu lama dan seumur hidup, maka cari yang :
- suka ngobrol sama kamu
- excited sama kamu
- cintanya konsisten
- bersyukur dan bangga punya kamu
Materi bisa di cari sama sama, tapi kalau karakter taruhannya mental dan nyawamu.
Perempuan itu pada dasarnya tahan dengan ujian ekonomi. Lu pontang-panting kesusahan aja mereka bisa bantu cari uang. Yang bikin mereka gak tahan tu udah diuji ekonomi, di uji juga sama sikap pasangannya yang brengsek dan di luar nalar.
mungkin bukan terlalu sensitif, cuman udah terlalu capek buat pura pura gapapa terus. kebanyakan cuman nilai cara ngomong, “coba pikirin juga apa yang bikin seseorang sampai sekasar seperti itu”. ada luka yang bikin orang lebih sensitif, ada perjalanan yang bikin seseorang ga lagi sekuat dulu. so before you judge them, maybe try to understand their journey first. jangan nilai seseorang cuma dari versi yang baru ditemui hari ini. kita ga pernah tahu berapa banyak hal yang harus dilewati
"lost my spark" is getting real.
lagi di fase ga pengen ngejar apa-apa, ga mau berharap sama siapa-siapa. sekarang prinsipnya cuma menjalani hidup karena emang masih hidup aja. no goals, no pressure, just breathing.
kebanyakan cewe love languagenya itu quality time + physical touch + act of service. jadi kalau kamu bilang ke dia "i love you" atau ngegombal seribu kali pun itu ga akan terlalu mempan. tapi beda cerita kalau kamu sendiri inisiatif bukain tutup botol, nurunin injakan motor, bantu pasangin/bukain helm, gandeng tangannya, ngelus kepala, excited dengerin ceritanya, ga sibuk main hp pas waktu ketemu dan hal sederhana lainnya. emang sederhana sih, tapi itu cukup buat dia happy, salting dan ngerasa disayang.
Pernah gak sih kamu liat orang yang habis disakitin atau dikhianati sampe ke titik terendah, karakternya mendadak berubah total?
Orang yang tadinya ceria dan hangat tiba-tiba jadi pribadi yang dingin, mati rasa, atau berasa kayak jiwanya ilang?
Di dunia psikologi dan neurosains, fenomena "jiwa yang hilang" ini nyata adanya dan punya penjelasan medis yang kelam.
Lagi seleksi calon maganghub buat tim gua terus bos gua bilang gini, “pilih yang kampusnya paling nggak terkenal, pengalaman kosong, kasih kesempatan mereka buat dapat pengalaman kerja, saya nggak peduli IPKnya berapa aja” 🥹🥹