TERNYATA, beberapa cara yang kita kira bisa meredakan emosi malah bikin keadaan makin parah 😭
Ada 6 penelitian psikologi yang hasilnya berlawanan sama yang selama ini kita pikirin.
1. Memukul samsak saat marah malah bisa bikin makin emosi.
Penelitian terhadap 600 orang menemukan bahwa melampiaskan amarah dengan cara agresif justru bisa memperbesar kemarahan.
Contohnya, habis berantem sama seseorang, kamu mukul bantal buat melampiaskan emosi. Bukannya lega, kamu malah makin kebayang kejadian tadi dan makin kesal.
2. Makin berusaha melupakan sesuatu, malah makin kepikiran.
Ini dikenal sebagai eksperimen beruang putih. Saat diminta untuk nggak memikirkan beruang putih, orang justru jadi kepikiran terus.
Contohnya, kamu habis melakukan hal memalukan dan berusaha keras buat melupakannya. Eh, pas mau tidur, kejadian itu malah diputar ulang di kepala sampai bikin malu sendiri 😭
3. Menyebut nama emosi yang kita rasakan bisa membantu meredakannya.
Penelitian menemukan bahwa memberi nama pada emosi bisa mengurangi respons amigdala, bagian otak yang berperan dalam memproses emosi.
Contohnya, daripada cuma merasa kesal dan melampiaskannya ke orang lain, coba akui, “Aku sebenarnya kecewa karena merasa nggak dihargai.” Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami apa yang sedang dirasakan.
4. Lagi gugup? Coba bilang ke diri sendiri kalau kamu bersemangat.
Penelitian Harvard tahun 2014 menemukan bahwa orang yang mengubah cara pandang dari gugup menjadi bersemangat bisa mendapat hasil presentasi yang lebih baik.
Contohnya, sebelum presentasi di depan banyak orang, daripada terus bilang, “Aduh, aku takut salah,” coba ganti dengan, “Aku antusias buat menyampaikan ini.” Sensasi gugupnya mungkin masih ada, tapi kamu mencoba memandangnya secara berbeda.
5. Percaya kalau stres itu berbahaya juga bisa berpengaruh pada kesehatan.
Penelitian terhadap sekitar 30 ribu orang menemukan bahwa orang yang mengalami stres tinggi sekaligus percaya stres berdampak buruk punya risiko kematian 43% lebih tinggi dibanding kelompok pembanding.
Contohnya, saat menghadapi banyak pekerjaan, kamu terus berpikir, “Stres banget, ini pasti bakal bikin aku sakit.” Pikiran itu bisa menambah beban yang kamu rasakan. Bukan berarti stres harus diabaikan, ya, tapi penting juga mencari cara untuk mengelolanya.
6. Terlalu berusaha buat bahagia malah bisa bikin kita susah menikmati kebahagiaan.
Penelitian menunjukkan bahwa terlalu fokus mengejar kebahagiaan bisa membuat seseorang kurang menikmati pengalaman yang menyenangkan.
Contohnya, kamu pergi liburan tapi terus mikir, “Aku harus bahagia, harus menikmati momen ini!” Akhirnya, kamu malah sibuk menilai apakah dirimu sudah cukup bahagia, bukannya menikmati liburannya.
Poin nomor 2 sih relate banget 😭 Makin dipaksa buat nggak mikirin sesuatu, malah makin kepikiran.
Ternyata nggak semua emosi harus dilawan atau buru-buru dihilangkan. Kadang cukup sadari apa yang kita rasain tanpa harus maksa diri buat langsung baik-baik aja.
barusan td habis sholat ngerasa bersyukur bgt sm Allah for still making me a believer. kurasa yg masih melembutkan hatiku dan jd penguat bahkan waktu rasanya sehancur itu, sehilang arah itu adalah keyakinan bahwa Allah lebih besar dr semua ini.
Awalnya w cuma iseng2 nyobain, pengen negbuktiin & penasaran kira2 klo di w efeknya bakal gimana yhhh :’D
dan pas w ngerasain berbagai efek & ketenangannya scara lgsg, w bnran bersyukur bgttt krn sbg muslim kita dikarunia Al-Quran hueee alhamdulillah😭😭😭😭
Engga. Even papa gue orang yg sangat baik, gue lebih berharap gue gausah lahir sih, berharapnya nyokap gue childfree aja/punya anak 1 aja, dan tetep stay di jakarta biar bisa tetep jd career woman, kejar ambisinya dan bahagiain dirinya
@joijocokladd beres2 rumah, declutter. Bener aja ternyata 2 minggu sblm gue sidang bulan agustus tbtb abang gue nelfon ngasitau nyokap gue udh gaada. Posisinya itu setengah 3 pagi abis revisian, lgsg packing cabut ke bandara ambil pesawat paling pagi. End up gue beres2 buat org2 tahlilan 😔
@joijocokladd Kak jujur mirip, gue waktu abis magang pulang ke rumah sblm skripsian, pas bgt abis lebaran. Sebulan di rumah, nyokap minta tolong bantu declutter barang2. Alesannya udh ga kepake, bikin sumpek. Pas lg skripsian, nyokap gue blg pokoknya juli/agustus pulang ya bantuin beres2 cont-
@gathachristina@kdrama_menfess EHH BENERR ini pelopor genre nikah terpaksa di zamannya ga si wkwkw gue rewatch princess hours udh belasan kali kyknya dari dulu
@Tamsprimrosie@Maeliani07 Tp sbnrnya emg balik lg ke lifestyle masing2 si, kalo emg betah mealprep tiap weekend pas weekdays tinggal angetin, mending masak, dan aku udh pernah nyoba. Tp kalo gapunya rutinitas yg pasti/kerjaan padet + lelah, gampang bosen sm menu itu2 aja mending beli, ak jg orgnya bosenan
Pak Presiden Yth @prabowo mohon atensinya dan segera hentikan penyelundupannya, karena dilapangan penangkapan tetap gila gilaan. Di sepanjang pantai kab. Pangandaran setiap malam lampu terang benderang. nelayan ikan dan udang tidak dapat tangkapan karena terangnya lampu. Penangkapan besar2 an ini tidak mungkin ada bila tidak ada beking aparat. Segera tertibkan. @setkabgoid@Kemhan_RI@SuyudiArioSeto@ahriesonta
@kfeldida Kalo dibilang bisa si bisa2 aja wkwk cuma makin melek nutrisi kadang2 aku ngerasa janggal kl makan tp gaada proteinnya samsek, minimal ada tempe/tahu/oncom lah kl aku, atau telur. Ga mesti ayam/ikan/daging pokoknya any type of protein
@JovialdaLopez Gw bingung juga jelasinnya sih, tapi pas ngerasain apa itu duka & ditinggal sama yang kita sayang. Rasanya gak elok aja kalau dunia dan orang lain nanyain kapan langkah kita sama kaya dulu lagi.
Karena itu gak mungkin, udah beda aja rasanya langkah dan nafas tiap harinya 🙏
Ada hal aneh soal relationship, kita dituntut milih masa depan, padahal belum tahu bakal jadi siapa setelahnya.
Mengakhiri long-term relationship itu bukan cuma kehilangan orangnya, tapi juga routine, social circle, sampai versi diri yang kebentuk bareng dia.
Ironically, stay juga belum tentu bikin happy. Kadang kita cuma milih yang udah familiar, karena masa depan tanpa dia masih kerasa foreign banget.
Jurnal ini ngebahas cara bikin rational decision di persimpangan hubungan, padahal kita belum pernah ngerasain hidup setelah putus. Penulisnya ngasih lima cara buat nimbangin itu:
1. Cek ada alasan moral atau nggak, kayak demi anak atau pasangan yang nggak di-treat dengan layak.
2. Pakai pengalaman masa lalu buat bayangin hidup pasca-pisah.
3. Lihat cerita orang dengan situasi mirip, tanpa berasumsi outcome-nya bakal sama persis.
4. Pecah keputusan besar jadi small steps, misal break dengan boundaries yang disepakati.
5. Tanyain ke diri sendiri kalau semuanya masih buntu: apa kita beneran pengen tahu rasanya hidup tanpa hubungan itu?
Disclaimer, pengalaman tiap orang tetep beda, break berisiko nyakitin pasangan, dan keputusan akhir bakal selalu uncertain.
Op ini bilang depresi itu punya penderitaan yang cuma bisa dipahami dan dirasakan sama orang yang pernah ngalamin. Contohnya kaya:
- Kamu merasa lelah meski ga ngapa ngapain
- Kamu ngerasa semua salah karena diri sendiri
- Punya hobi tapi jadi membosankan
- Hilangnya selera makan
- Kamu ga lagi ngenal diri kamu sendiri
- Kamu bersikap kasar terhadap orang-orang yang kamu anggap berharga
- Ngerasa dengan kamu hidup aja menimbulkan rasa bersalah/merasa ga layak hidup
- kamu ngerasa dibenci oleh semua orang
Aku memang gatau rasanya depresi, tapi aku yakin kalo itu berat, tapi inget kamu lebih kuat daripada apa yang kamu pikirkan saat ini 🥺🫶🏻
Apakah kalian termasuk orang yg kompeten dalam bekerja? OP ini ngeshare ciri ciri orang yang jago atau kompeten dalam pekerjaannya 👀
1. Bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana. Semakin pintar seseorang, semakin baik pula kemampuannya menjelaskan sesuatu agar mudah dipahami.
2. Saat menerima pekerjaan, hal pertama yang mereka pastikan adalah tenggat waktunya.
3. Mereka tidak langsung berkata, “Saya ga tau.” Mereka akan berkata, “Saya akan mencari tahu terlebih dahulu.”
4. Mereka baru mengatakan tidak mengetahui sesuatu setelah melakukan pengecekan fakta. Mereka tidak sok tahu hanya demi terlihat pintar.
5. Mereka pandai memberikan laporan perkembangan pekerjaan, sehingga atasan tidak perlu merasa khawatir dan mereka pun mendapatkan kepercayaan.
6. Semakin buruk kabarnya, semakin cepat mereka melaporkannya.
7. Mereka tidak hanya menyampaikan masalah, tetapi juga memberikan 2–3 alternatif solusi yang realistis.
8. Mereka tidak datang ke rapat hanya bermodalkan buku catatan tanpa persiapan. Memeriksa agenda rapat terlebih dahulu itu wajib.
9. Ada sedikit obsesi dan kegilaan yang terpancar dari mata mereka. (Terutama mereka yang masih junior.)
10. Laporan mereka selalu dilengkapi angka dan data yang akurat.
@brzchaa akuntansi, sekolah masak/baking, atau teknik sipil karena job marketnya luas, bisa freelance/usaha sendiri jg.
Tp deep down aku pikir mestinya aku ambil kedokteran atau farmasi, cuma dulu gamau gara2 sekolahnya lama (kedokteran) + mahal + udh banyak yg jd dokter sm apoteker