buat kakak kakak kalo kalian belom pada tau, ini namanya nikah beda agama (secara katolik), wedding dress thrifted, on budget pake tabungan berdua only, dan gambar desainnya sendiri ya
guyss pgn curhat, boleh ga si ngerasa sakit hati grgr respon cwoku kyk gitu? jd dia tuh lagi sakit (pusing) di kosan nya, dr sore gaada kabar kisar jam 4 sore akhirnya ada respon d jam 9 malem. aku inisiatif gofud-in dia krn tau dia pasti blm makan dr sore.
emg aku salah ya terlalu khawatir?
knp dia bisa tbtb marah, seolah-olah aku ganggu.
jujur sedih krn ngerasa aku g dihargain.
what's wrong with me?
cc:threadnver1know
Berawal dari Aplikasi Kencan, remaja berusia 17 tahun ini ternyata dijebak lur..‼️
Dengan modus dituduh melakukan hal tak sen0n0h lalu korban dik3roy0k dan HP nya dirampas.
Yuk lur, bersama awasi anak-anak disekitar kita dari pergaulan yang kurang baik.
@billionairemans Sama saya juga pernah sekali kaya gini. Satu lagi pernah template doang. Saya mention di Threads, lalu mendapat ancaman UU ITE oleh dokternya.
mau ngerasain sensasinya dikontolin terus dicrotin di dalem memek tp ga pake kondom sama sekali pls... enak kali ya terus pas udah sama" keluar masih digenjot dan dikontolin terus"an aahhh mauuu😣🥺
Gambaran Amerika yang sebenarnya...
Ketika jalan kaki di Kensington, Philadelphia — daerah yang sekarang udah kayak zona zombie apocalypse.
Kamera goyang, langkahnya pelan, suasananya sepi mencekam. Di pinggir jalan, trotoar, bahkan di tengah trotoar... manusia-manusia tergeletak kayak mayat hidup.
Badan kaku, mata kosong, mulut menganga, tangan bengkok aneh.
Mereka bukan lagi “orang miskin”, mereka udah jadi korban “zombie drug” — campuran fentanyl sama xylazine (tranq) yang bikin daging busuk dan otak mati pelan-pelan.
Yang ngevideoin, namanya Jashon nggak cuma lewat sambil rekam doang. Dia mendekat satu-satu.
Dekat satu orang yang lagi ambruk, dia jongkok, sentuh badannya pelan, cek napasnya... “Still breathing?” Lalu dia kasih botol air, pelan-pelan tolong orang itu minum.
Pindah ke orang berikutnya, yang badannya udah miring gila di trotoar. Lagi.
Cek napas. Kasih air. Kasih suara. Kasih perhatian yang mungkin udah bertahun-tahun nggak mereka dapat dari siapa pun.
Tiap langkah dia, bikin kalian merinding. Karena ini bukan satu-dua orang. Ini puluhan. Ratusan. Di siang bolong. Di negara paling kaya di dunia.
Sementara Amerika kirim miliaran dolar ke Israel buat “bantu” orang lain, di sini anak-anak mereka, saudara mereka, tetangga mereka lagi mati perlahan di pinggir jalan... dan masyarakat pada pura-pura nggak liat.
Ini bukan “homeless problem”.
Ini kegagalan total sistem.
Ini akibat narkoba yang masuk deras, pemerintah yang kewalahan, dan masyarakat yang terlalu sibuk flexing di sosmed sampe lupa ada “yang dilupakan” di belakang gedung-gedung mewah.
Jashon cuma jalan, cek napas, kasih air, dan kasih mereka “suara”.
Tapi di balik itu, dia lagi nunjukin ke kita semua:
“Ini adalah Amerika yang sebenarnya.”