normalisasikan untuk berani ngomong:
“kayaknya kamu ga punya kemampuan untuk sayangi aku dengan cara yang aku mau dan butuhin, better kita gausah lanjutin hubungan ini.”
Seporsi adab :
Nyakitin orang itu pilihan. tapi nyalahin mereka karena bereaksi atas luka yang kamu kasih, itu manipulatif. jangan dibalik seolah-olah mereka yang jadi masalah.
kamu ga perlu meledak untuk nunjukin kalo kamu kecewa, cukup diam dan perlahan menghilang. karna kehilangan adalah hadiah yang pantas untuk sesuatu yang tidak dihargai.
girl please normalisasikan cut off laki-laki yang ga jelas, ga tau mau nya apa, suka bolak-balik ke kehidupan kita seenaknya ya. stop nahan orang yang ga tau maunya apa, ga usah denial, kita ga pantas di jadiin pilihan.
in another life, gua pengen bisa maki-maki orang yang nyakitin gua, gamau jadi orang yang ga enakan, bisa speak up kalau gua gasuka sama hal itu, bisa ngata-ngatain orang yang seenaknya ke gua tanpa rasa "kasihan".
mari normalisasikan menyelesaikan masalah sebelum tidur. karena luka yang dibawa tidur itu biasanya ngga akan hilang besok pagi, tapi justru mengeras jadi rasa kecewa yang menumpuk. pas bangun tidur, emosi meledak-ledaknya mungkin udah keliatan reda, tapi rasa sakitnya ngga ke mana-mana akan tetap ada.