Barusan iseng liatin archive story instagram. Terus, tiba-tiba mikir: "Ternyata, orang-orang yang singgah di hidup ini adalah jejak nyata dari goodness of god yang berhasil membentuk diriku sampai dengan sekarang. Setiap musim ada orangnya, setiap perjumpaan ada waktunya. Namun, diantara semua yang berubah, singgah, dan berpindah arah, hanya satu yang tetap dan setia penyertaannya."
kita usahakan punya pasangan yang mau belajar dan tumbuh bersama itu.
bukan yang; "aku emang begini orangnya".
kita usahakan juga bangun hubungan yang setara itu.
bukan hanya mengikuti kemauan masing-masing.
Sebenernya gue bukan tipe cewe yang suka ngatur pasangan. Mau follow cewe lain, reply cewe lain, like cewe lain, muji muji cewe lain or whatever, itu hak dia. Tapi gue juga punya hak untuk menilai, is this the kind of man i want to be with?
Karna buat gue, cowo yg ngerti arti respect dalam relationship ga perlu dikasih banyak larangan buat tau batasan. Gue ga mau sibuk ngatur seseorang buat memperlakukan gue dgn benar. I'd rather be with someone who know how to respect me without being told
Caraku menyelamatkan diriku adalah dengan menerima bahwa aku juga bisa salah, bisa jahat, bisa nyebelin. I accept that I can be villain too in someone else's story. Abis itu lebih tenang, bodoamat, dan fokus.