emang kenapa sih kalo cowo cantik wkwk kenapa harus disanggah ‘no guys listen he’s actually the most masculine out of everyone’ like why are you so afraid of femininity 😭
Pride Month reminds us that the journey toward true acceptance is still an unfinished agenda.
Melalui unggahan ini, mari mengenal lebih dekat cerita di balik Pride Month dan merefleksikan pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih aman kepada sesama.
Selamat Bulan Bangga 💜
260604 Former #BOYS2PLANET trainees #HSUCHINGYU, #KIMDANIEL, and #NAYUNSEO are rumored to be part of CONTI New Boy Group slated to debut this year.
YU JUNWON who debuted as RANK 1 in FANTASY BOYS will re-debut & confirmed to lead the group!
#CONTI#콘티#CONTIBOYSGLOBAL
She's not racist, she's never committed a crime, and she's never insulted anyone's religion. She's literally just being herself. Her only 'crime' was crossing her arms at immigration.
gue rasa banyak yang marah bukan karena mereka pengen semua orang menerima atau mengakui homosexuality deh.
people are free to disagree with it. people are free to have different religious, moral, or cultural views. that's their right.
kalau argumennya adalah "kampus itu lingkungan pendidikan" dan "harus tau tempat", honestly gue nggak terlalu masalah sama argumen itu. dari awal gue juga bilang kalau excessive PDA di area kampus, whether it's a heterosexual couple or a homosexual couple, bisa dianggap inappropriate.
tapi gue kurang setuju sama bagian "kalau direkam ya tanggung sendiri aja, emang risikonya kan." because there's a difference between acknowledging a risk and justifying people's actions.
yes, anything you do in public can potentially be recorded. that's a reality. that's a risk. tapi keberadaan sebuah risiko nggak otomatis ngebuat semua hal yang terjadi setelahnya menjadi benar. contohnya, kalau gue jalan di tempat umum sambil main HP itu pasti udah ada risiko dicopet kan? tapi bukan berarti pencopetnya jadi benar karena "ya itu risikonya gue main hp di jalan."
kalau seseorang ngelakuin sesuatu yang dianggap nggak pantas di ruang publik, mungkin memang ada risiko direkam. tapi itu nggak otomatis membuat tindakan merekam, menyebarkan, mempermalukan, atau menjadikannya konten publik menjadi sesuatu yang patut dibenarkan.
menurut gue yang sering hilang dari diskusi ini adalah orang fokus ke tindakan mereka, tapi nggak pernah mempertanyakan tindakan orang-orang yang merekam dan menyebarkannya.
if the goal was enforcing campus rules, then report it to the university. let the university handle it through proper procedures. but recording them, posting the video everywhere, turning it into social media content, making it go viral, publicly shaming them, bahkan sampai keluarganya ikut terseret, itu udah bukan soal penegakan aturan lagi.
that's public humiliation.
dan jujur aja, bagian yang bikin gue skeptis adalah karena yang terlibat di sini pasangan homoseksual. because let's be honest, homosexuality is still heavily stigmatized in indonesia.
makanya menurut gue wajar kalau orang bertanya "would the reaction be exactly the same if this had been a heterosexual couple?"
would people still be this angry? would it still go viral? would there be livestreams? would there be the same pressure for severe punishment? maybe yes, maybe no. but it's a fair question. karena menurut gue, you don't have to support homosexuality to recognize that public humiliation can go too far.
dan seseorang yang ngelakuin kesalahan tetap nggak otomatis kehilangan haknya untuk diperlakukan dengan basic human dignity.
it's not about the kissing, isn't it?
real SA perpetrators and enablers are given grace And protected by their campus, but two consensual individuals doing a non-criminal thing got kicked out and socially sanctioned? publicly shamed? give me a fucking break.