Di balik Juara Sang Garuda, ada satu jalur yang tak terlihat: jalur langit. 🇮🇩
Ada doa-doa para supporter yang diam-diam dipanjatkan, mengetuk langit tanpa henti.
Sebab perjuangan bukan hanya tentang kaki yang berlari di lapangan, tapi juga doa yang mengiringi dari kejauhan.
buat adik-adik yang masih gak paham kenapa bencana ini dikaitkan sama presiden, sini om kasih tahu 😭
indonesia itu negara yang rawan bencana. sementara itu, prabowo memangkas anggaran penanggulangan bencana (BNPB) dari Rp2,01 triliun di 2025 jadi Rp491 miliar di 2026. anggaran tahun ini juga jadi yang terendah sejak belasan tahun terakhir.
jadi kalau ada yang mengkritik pemerintah, bukan berarti mereka benci ya adik-adik. justru karena mereka peduli.
rajin baca ya adik-adik.
ini kakaknya sharing tips mitigasi abu vulkanik, kk nya orang Jogja yang udah beberapa kali berurusan sama abu vulkanik. dibaca teman” ini informasi yang bermanfaat banget 🙏
(saran aku buat daerah red zone sebaiknya mulai cari masker buat persediaan, tapi!!!! jangan panic buying!! biar semua kebagian.)
🚨 DARURAT ASAP DI NABIRE, PAPUA TENGAH — 21 AGUSTUS 2026
Hari ini, Nabire menghadapi kondisi serius akibat karhutla dan kabut asap. Ratusan titik panas terpantau, asap tebal mengganggu jarak pandang hingga berdampak pada penerbangan di Bandara Douw Aturure.
Pemprov Papua Tengah telah mengaktifkan posko penanganan darurat dan mengerahkan personel untuk mencegah kebakaran meluas.
Mohon perhatian pemerintah dan semua pihak. Keselamatan warga harus menjadi prioritas.
Camat Lamba Leda Utara (Manggarai Timur), Agustinus Supratman, meluapkan amarahnya hingga membanting paket logistik di hadapan petugas BNPB saat meninjau posko pengungsian gempa Flores (21/8/2026)...
Amarah sang Camat meledak, karena menolak tuduhan bahwa pihak kecamatan menghambat distribusi, sembari tegas membongkar bobroknya pendataan pusat...
Ketegangan memuncak saat Agustinus menolak keras menandatangani dokumen berita acara penyerahan bantuan...
Dia menemukan manipulasi data yang fatal: klaim bantuan di atas kertas dicatat melimpah, padahal barang fisik yang ada di lapangan sangat minim, hanya sekitar 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak...
"Bapak keterlaluan, bapak jual nama saya...!" tegas Agustinus yang gak terima namanya dicatut demi memoles laporan manis ke pusat...
Masuk hari ke-enam pascagempa, aksi berani sang Camat menjadi tamparan keras bagi BNPB agar berhenti merekayasa angka dan segera menyalurkan bantuan secara transparan serta merata demi penderitaan warga...!
WOKKK, BACA INI WOKKK.
SEORANG DOKTER DI KALTIM MASA MINTA SUARA KE MASYARAKAT???
GA SE PERCAYA INI KAH KAMI KE PEMERINTAH??? ATAU SE GA PEDULI ITU KAH PEMERINTAH KE RAKYATNYA???
NIH BANYAK ANAK KECIL YANG KENA ISPA WOKK, WUJUDIN DONG DOKTER TERBANG MU KEMARENN,PERCUMA PUNYA BANYAK HELIKOPTER KALAU GA DIPAKE PAS KEJADIAN GINI.