سبب توسع المسام بهذا الشكل هو نقص حاد في فيتامين A يسبب تراكم الكيراتين على البشرة
عوضوا فيتامين A طبيعي من الجزر والشمام
جيبوا حمض glycolic acid وحطوه على بشرتكم بتلاحظون المسام تقفلت
+ نظفوا الكبد لحتى تنتظم الهرمونات ويقل افراز الدهون الغير طبيعي لان كثرتها مضرة للبشرة
JANGAN MAU SAMA ORANG BINGUNG!!!
Hubungan itu Kerja sama berdua dan saling komitmen yg tentunya butuh kepastian.
Jangan capek capek naro nasib di tangan orang yang arah jalannya aja nggak tahu ke mana.
Bagi yang belum tau Montessori, sini aku jelasin sedikit.
Montessori = Metode belajar yang berbasis Pengalaman.
Pada metode ini berkata marwahnya anak itu BERMAIN. Jadi belajar dengan metode ini ya bermain. Tujuan belajar pake metode ini adalah KEMANDIRIAN.
Kalo datang ke sekolah dengan metode Montessori, anak anak bisa memilih mainan yang dia suka dan berbeda dgn teman lainnya. Anak anak dibiarkan memilih rencananya sendiri untuk belajar apa yang mereka mau. Makanya Montessori terkenal dengan "Freedom within Limits". Kebebasan dengan batasan, boleh belajar apapun selama tidak mengganggu yang lain.
Tapi ini jadi challenging juga. Bahkan ad ayang bilang metode Montessori ini buat orang orang yang mampu aja. Kenapa gitu?
Karena di Montessori bagian utamanya adalah membuat bermain itu sejalan dengan capaian tumbuh kembang anak. Kita jadi harus extra tenaga dan uang untuk menyediakan tempat bermain anak seperti belajar dengan pengalaman langsung, membuat alat peraga, dan membuat lingkungan yang super tertata rapih utk bermain dan belajar.
Saat Hatta sakratul maut, Deliar Noor yang juga mantan Ketua PUI (Partai Umat Islam) saat itu bertanya kepada Hatta, "siapa tokoh dari timur yang mengatakan jika piagam jakarta diterapkan maka wilayah timur indonesia akan merdeka dari NKRI yang baru seumur jagung ini"..
Mohammad Hatta menjawab "biarlah berita ini kubawa mati.."
Dari kemarin suka banget lihat ini. Bukan karena gue suka film yang jadi inspirasi mereka aja sih, tapi ini arahan yang hasilnya ciamik banget. Udah gitu keterlibatan siswa-siswi terbilang rata. Bukan cuma satu orang joget di tengah terus siswa lain duduk ikut joget di belakang.
🚨 BREAKING: Research just got 10x faster.
Claude can now break down dozens of academic papers into structured insights like a Stanford-level researcher.
Use these 9 prompts to skip the overwhelm and get straight to clarity.👇
Bookmark this you’ll need it.🔖
GW JUGA PERNAH PAS MAKE BATIK KE KAMPUS TERUS DISURUH BARIS DI LAPANGAN OSPEK
ketua bemnya nyamperin gw "lah kak ngapain?"
gw cuma jawab "gatau, gw mau bimbingan malah disuruh baris"
terus yang nyuruh baris diomelin "ini kating jir, dulu bendahara BEM pas gw masih maba" 🤣🤣
Penjara alam liar yang mustahil ditembus. Dikelilingi hutan belantara, rawa-rawa dan sungai yang penuh buaya.
Daftar penyebab kematian para tahanan ini bisa menggambarkan kerasnya kondisi Boven Digoel.
Dulu pernah ada OB yg ketahuan suka nilep makanan anak kantor.
Waktu itu anak-anak kantor resah. Makanan dan cemilan mereka sering hilang. Yang aneh, uang receh di meja malah aman. Jadi pelakunya ini spesialis makanan.
Anak-anak langsung minta bantuan security buat cek CCTV. Ketahuanlah salah satu OB yg selama ini ngambil.
Langsung disidang.
Gw, HR, sama si OB.
HR 👨🏻: “Kamu ngapain ambilin makanan orang?”
OB 👦🏻: “Maaf pak… saya lapar. Saya kan nggak ambil uang pak, saya ambil makanan karena lapar.”
Jujur aja, pas dengar itu gw langsung nggak tega meskipun sebenarnya nggak ada nada penyesalan.
Tapi gw paling nggak kuat kalau dengar orang kurus sampai harus nyuri karena lapar. Rasanya pengen langsung gw daftarin MBG.
Anyway, HR masih lanjut nasihatin.
👨🏻: “Kalau kamu mau, kan bisa minta baik-baik sama yg punya. Kalo yg kasih ikhlas kan jadi halal.”
👦🏻: “Iya pak.”
Nasehat panjang lebar, cuman dijawab “iya pak”, “maaf pak”, “saya lapar pak.”
Sebenarnya surat PHK sudah disiapkan. Tapi mendekati akhir, gw langsung intervensi.
☹️: “Yaudah, jangan diulangi lagi. Ini seharusnya PHK, tapi kali ini saya kasih SP. Jadi masih saya kasih kesempatan. Kalau ketahuan lagi, langsung PHK ya.”
Muka HRD gw uda bete aja karena gw memaafkan maling kue nastarnya dia, apalagi karena wajah oknum OB ini flat-flat aja.
👦🏻: “Terima kasih pak…”
☹️: “Sekarang kamu minta maaf sama teman-teman mu yg pernah kamu ambil makanannya. Nanti ditemenin HR. Biar dosa kamu berkurang.”
Makin ditekuklah muka HRD gw karena gw suruh temenin ngiter, gw biarin aja, biar beneran minta maaf ke semua, biar damai saling memaafkan.
👦🏻: “Baik pak. Kalau gitu saya minta maaf ke bapak dulu. Saya ada ambil indomie bapak.”
😶: “Indomie saya?”
👦🏻: “Iya pak.”
😶: “Saya nggak simpan Indomie…”
👦🏻: “Itu pak… yg tulisan Jepang di lemari samping bapak. Saya penasaran waktu itu.”
Gw langsung curiga.
😀: “Yg bungkusnya panjang-panjang warna-warni?”
👦🏻: “Iya pak.”
😀: “Itu tonkotsu ramen.”
👦🏻: “Iya kali pak, nggak tau saya.”
😂: “Mas… gw cuman nyetok tonkotsu ramen, alias ramen babi.”
😱: “Astaghfirullah…”
😂: “Heh!! Pas maling selow lu. Pas makan babi istighfar.”
Gw yakin banget bukan SP yg bikin dia berubah, tapi tonkotsu ramen gw. 😂
KLARIFIKASI
prihantini ke empat terhadap orang (mariani) yg dicatut namanya disejumlah karya ilmiah/poster/abstraknya
Surat pengakuan: Prihantini mengaku mencantumkan nama dosen Matematika UNM, Mariani https://t.co/jqEavjpsBH. https://t.co/ktJGcZ2dg3., pada karya ilmiahnya tanpa izin. Mariani dinyatakan tidak terlibat sama sekali. Pelaku siap tanggung jawab penuh atas pelanggaran etika ini.
Cc mariani
✅ Berikut rangkuman singkatnya..
kasus prihatin dkk
1). Ada dugaan kuat sekelompok orang Indonesia melakukan pemalsuan riset secara terorganisir untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional, terutama demi mendapatkan travel grant alias biaya perjalanan gratis ke luar negeri.
2). Kasus ini terungkap di konferensi ISPPD tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark, dan ramai dibahas karena berpotensi besar mencoreng nama ilmuwan Indonesia di mata dunia.
3). Pelaku utama yang disebut adalah Prihantini (alumni Matematika UNY angkatan 2015 dan S2 Matematika ITB jalur LPDP), bersama Rifaldy Fajar, Shahnaz (adiknya), serta beberapa orang lain dalam tim.
4). Mereka membuat banyak paper dengan topik kedokteran yang sangat spesifik seperti pneumonia, kanker hati, transplantasi hati, dan penyakit lainnya, padahal latar belakang mereka matematika, bukan kedokteran.
5). Riset mereka diduga hampir sepenuhnya dibuat menggunakan AI, data dipalsukan, tidak ada penelitian lapangan asli, dan tidak melibatkan dokter atau ahli medis sama sekali.
6). Cara lolos seleksi adalah dengan hanya mengirim abstrak pendek (200-300 kata), bukan full paper. Proses review blind, jadi reviewer tidak tahu identitas penulis dan hanya menilai abstrak yang sengaja dibuat sangat meyakinkan.
7). Abstrak mereka selalu terlihat wah karena memakai data dari berbagai negara, metode machine learning, deep learning, dan kesimpulan ilmiah tinggi, sehingga sering lolos dan bahkan mendapat penghargaan Outstanding Abstract.
8). Di konferensi mereka hampir selalu memilih tipe Poster Presentation, bukan Oral. Poster yang dibawa hanya ukuran kertas A4 biasa (bukan standar A0 besar), dengan alasan “poster ketinggalan di pesawat”.
9). Banyak kesaksian dari peserta konferensi lain menyebut pola yang sama berulang: poster kecil, sulit menjelaskan riset saat ditanya, dan cenderung menghindar diskusi mendalam.
10). Mereka sering memasukkan nama keluarga (ibu dan adik Shahnaz) sebagai co-author, padahal tidak ada hubungannya dengan riset medis. Afiliasi yang dicantumkan juga sering dipalsukan.
11). Contoh afiliasi palsu: Departemen Bedah Transplantasi Hati UNY, Health Management Lab Universitas Terbuka, bahkan afiliasi Papua Nugini. Prihantini di beberapa paper disebut sebagai Medical Doctor.
12). Strategi mereka adalah mengirim banyak judul paper dalam satu konferensi (bisa 5 sampai 20 judul) untuk memperbesar peluang diterima dan mendapat travel grant.
13). Tujuan utama tampaknya adalah jalan-jalan ke luar negeri gratis sambil mempercantik CV dengan banyak publikasi dan konferensi internasional.
14). Mereka masih punya jadwal padat: Rifaldy dan tim dijadwalkan ikut kongres di Korea Selatan (29 Mei), Jepang (Juni), dengan total 7 judul paper hanya di acara Korea saja.
15). Data riset mereka diduga 100% palsu, lokasi studi di negara aneh seperti Peru, Ethiopia, Guatemala, tapi semua peneliti dari Indonesia tanpa ethical clearance yang benar.
16). Afiliasi lembaga seperti “Al-BioMedicine Research Group” atau “IMCDS-BioMed Research Foundation” ternyata tidak ditemukan keberadaannya.
17). Prihantini sempat mengirim pesan pribadi ke whistleblower (Mba W.O.D.D) mengakui dan meminta maaf, tapi kemudian akun Instagramnya menghilang sebelum dibalas.
18). Ada klarifikasi dari akun yang diduga milik Rifaldy, tapi banyak yang meragukan keasliannya karena akun lamanya dikabarkan kena ban.
19). Banyak dokter dan peneliti Indonesia ahli di bidang tersebut mulai angkat bicara dan membongkar kejanggalan riset mereka satu per satu.
20). Kasus ini sangat merugikan peneliti Indonesia yang jujur karena sekarang riset dari Indonesia lebih mudah dicurigai oleh komunitas internasional.
21). UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) langsung merespons karena Prihantini dan Rifaldy adalah alumni mereka. Wakil Rektor menyatakan sedang melakukan penelusuran mendalam dan akan dibawa ke komite etik.
Ingat setahun lalu kami undang Mama Yasinta ke acara diskusi MIWF tentang dampak PSN. Dengan segala kemungkinan risiko, kami sempat pertimbangkan untuk membatasi promo medsos.
Beliau protes dan dengan tegas bilang, "Untuk apa saya jauh-jauh ke Makassar jika saya tak didengar?"
Fact.
Banyak org nunda balik nama aset setelah beli, dgn alasan pajak, biaya dll dan cukup merasa aman hanya dgn pegang AJB aja.
Ya inilah risikonya ⬇️⬇️⬇️