Jika ingin mengetahui sifat asli seorang pria, ajaklah ia berdiskusi tentang politik, agama, dan wanita. Bukan karena ketiga hal itu selalu melahirkan perdebatan, melainkan karena di sanalah seseorang sering kali memperlihatkan isi kepalanya sekaligus isi hatinya.
Politik mengungkap bagaimana ia memandang kekuasaan, keadilan, dan perbedaan. Apakah ia mampu menghormati pandangan yang tidak sejalan, atau justru merasa hanya dirinya yang paling benar. Agama memperlihatkan hubungan antara keyakinan dan kerendahan hati. Orang yang benar-benar memahami nilai spiritual biasanya lebih tenang dalam berbicara, lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, dan tidak mudah menjadikan keimanan sebagai alat untuk merendahkan orang lain.
Sementara itu, cara seorang pria berbicara tentang wanita sering kali mencerminkan kualitas karakternya. Dari kata-katanya terlihat apakah ia memandang wanita sebagai manusia yang layak dihormati, atau sekadar objek yang dinilai berdasarkan kepentingannya sendiri. Rasa hormat selalu lahir dari kedewasaan, bukan dari kepura-puraan.
Namun, ukuran kedewasaan bukanlah seberapa keras seseorang mempertahankan pendapatnya, melainkan seberapa lapang ia menerima kenyataan bahwa dirinya pun bisa keliru. Sebab karakter sejati tidak tampak ketika seseorang berbicara kepada orang yang sepakat dengannya, tetapi ketika ia berhadapan dengan perbedaan tanpa kehilangan akhlak dan kebijaksanaan.
Menjadi Bodoh di Waktu yang Tepat Adalah Sebuah Seni
Kecerdasan sering dipuji sebagai puncak keunggulan manusia. Namun, hidup mengajarkan sesuatu yang lebih halus. Tidak setiap keadaan membutuhkan kepandaian untuk ditunjukkan. Ada saat ketika berpura-pura tidak tahu justru menjadi bentuk kebijaksanaan yang paling matang.
Menjadi bodoh di waktu yang tepat bukan berarti kehilangan akal atau mengkhianati kebenaran. Itu adalah kemampuan mengendalikan ego agar tidak selalu merasa harus menang, harus benar, atau harus terlihat lebih hebat. Orang yang benar-benar bijaksana memahami bahwa tidak semua kesalahan layak diluruskan dan tidak semua perdebatan pantas dimenangkan.
Sering kali, diam lebih menyelamatkan daripada penjelasan panjang. Membiarkan orang lain merasa benar kadang lebih bernilai daripada memaksakan kebenaran yang hanya melahirkan permusuhan. Ada kedewasaan yang lahir ketika seseorang mampu memilih ketenangan daripada pengakuan.
Ironisnya, hanya mereka yang cukup cerdas yang mampu menjadi "bodoh" dengan sengaja. Sebab dibutuhkan kesadaran untuk mengetahui kapan berbicara, kapan mengalah, kapan membiarkan sesuatu berlalu tanpa harus dibuktikan. Kebodohan yang disengaja bukanlah kelemahan, melainkan strategi batin yang menjaga hubungan, melindungi kedamaian, dan memelihara hati dari kesombongan.
Pada akhirnya, seni hidup bukan terletak pada seberapa sering kita menunjukkan kecerdasan, melainkan pada kemampuan menggunakan kecerdasan itu dengan penuh kebijaksanaan, bahkan jika sesekali tampil sederhana di mata dunia.
🚨 Didier Drogba Blasts VAR Decision in Egypt vs Argentina:
I finally believe Argentina always find the easiest route to progress in the World Cup, and VAR made it obvious tonight.
Thank God VAR didn’t exist in our era. Look at the beautiful run from Hassan and Salah to create that chance - where was the referee then? Was the whistle missing from his hands? He only woke up after they scored.
You could see the reaction from FIFA President Gianni Infantino. I guess he wished he could reverse the second goal by Zizo.
The funny thing is that some fans are already saying Argentina is playing in the African Cup of Nations because they’ve faced mostly African teams since the start of the tournament. But I think yes, they have - and they’re experiencing it well, because Egypt won tonight for me.
Sometimes I blame African teams for not holding onto their leads until the final whistle, but how can they when the referee and VAR always seem to be against them?
We Africans deserve better.
🚨🗣️ Zlatan Ibrahimović: "I don't understand how Argentina always gets favoured by FIFA, they clearly disallowed a legal goal of Egypt and they gave Argentina 8 Penalties in the last 12 World Cup games, I don't understand why the other countries are letting it happen".
Kucing tidak menyelam. Tapi rezekinya ikan.
Burung tidak menanam. Tapi tetap menemukan makanan.
Pohon tidak berlari mengejar hujan. Tapi tetap tumbuh saat waktunya tiba.
Alam mengajarkan bahwa setiap makhluk memiliki cara masing-masing untuk menerima rezekinya.
Maka jangan putus asa hanya karena jalanmu berbeda. Terus ikhtiar, terus belajar, dan terus berdoa. Apa yang memang menjadi bagianmu tidak akan tertukar dengan milik orang lain.
🚨Thierry Henry on Argentina eliminating Egypt from the FIFA World Cup:
🗣️ “For me, this feels like football robbery in broad daylight.
I’m not taking anything away from Argentina’s quality because they have world-class players, but I don’t think they deserved to win this match. Egypt worked incredibly hard to build a two-goal lead. They defended with courage, attacked with confidence and earned every bit of that advantage.
The turning point, in my opinion, was the refereeing. I didn’t agree with the penalty that was awarded to Argentina earlier in the game, and after that it felt as though every important decision was going against Egypt. Whether people agree or disagree, those moments changed the rhythm of the match and gave Argentina the momentum they desperately needed.
Egypt will leave this tournament feeling heartbroken because they were so close to one of the greatest victories in their history. Sometimes football is decided by brilliant moments, and sometimes it’s decided by controversial decisions. Tonight, I believe the officiating will be discussed just as much as the football itself.”
"FIFA mengusung slogan fair play, tapi kita tidak melihatnya di lapangan (Mesir melawan Argentina). Andai bukan karena kesalahan-kesalahan (keputusan wasit) itu, hasil akhirnya mungkin berbeda."
-Hossam Hassan (pelatih timnas Mesir).
Setuju?
عاااااااجل : أسطورة الكرة الإنجليزية آلان شيرار:
عندما يعود الحكم للـ VAR في هدف مصر ويُلغيه بسبب إعاقة في بداية اللعبة، ولا يعود للـ VAR في هدف فوز الأرجنتين رغم وجود إعاقتين في بداية اللعبة.. إذًا فنحن نشاهد "مسرحية" وليست مباراة كرة قدم.
إذا كان الفيفا يرغب في إهداء كأس العالم لميسي فليعطيه اللقب من الآن ويذهب لاعبو باقي المنتخبات إلى منازلهم 👏👏👏👏👏
Tiap weekend ribuan orang kemping di Ranca Upas. Foto-foto, main sama rusa, terus pulang. Tapi jarang bgt yg nanya: kenapa tempat ini bisa ada? Atau mungkin karena jarang ada juga yg membahasnya.
Ternyata ceritanya jauh lebih kaya dari yang keliatan. Utas 🧵👇
🚨🗣️New: Mohamed Salah on the controversial officiating decisions in Egypt and Argentina game, Messi and Argentina are being favored:
“People will say Argentina showed the mentality of champions. Fine. But tell me this: when exactly did Egypt get the same protection from the officials?
We scored a second goal. The stadium exploded. The world saw it. Then suddenly VAR became an archaeologist, digging through the ruins of football history to find a foul from another lifetime.
Funny how they could rewind the game Five minutes to cancel our goal, but when I was brought down in the box, everyone suddenly forgot where the replay button was.
That’s what hurts. Not losing. Not Argentina.
The inconsistency.
One decision gets examined under a microscope. Another gets buried under the carpet.
We were told football is decided on the pitch. Tonight it felt like it was decided in a control room.
And let’s talk about those final minutes.
Two penalty appeals. Two moments that could have changed everything. Nothing. No review. No urgency. No explanation.
Then Argentina go down the other end and score the winner.
That isn’t a plot twist. That’s the kind of script that leaves millions of people asking questions.
Egypt fought for every blade of grass. We defended. We believed. We earned our moments.
But every time we climbed the mountain, someone moved the summit.
The disallowed goal.
The ignored penalty shouts.
The cards flying around our bench because people who dedicate their lives to this game couldn’t understand what they were witnessing.
And now we’re expected to smile and say football won?
No.
Football wins when the rules are applied equally.
Football wins when VAR is a shield for fairness, not a sword that appears only when convenient.
Because from where I’m standing, Egypt didn’t just lose 3-2.
Egypt lost a goal, lost two penalty appeals, lost faith in consistency, and eventually lost a place in the quarter-finals.
Maybe Argentina deserved to advance.
Maybe they didn’t.
That’s football.
But what will make people angry isn’t the result.
It’s the feeling that one team was forced to play against eleven men, the clock, and a set of decisions that seemed to change shape whenever the game demanded it.
And that’s why this match will be remembered long after the scoreline is forgotten.”
tiap pagi sholat shubuh, sholat dhuha 2 rakaat, doa nabi yusuf (40x), Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir (33x), Ya Fattah ,Ya Razzaq (100x)
Insyaallah hari nya tenang, Allah mudahin walaupun ada kendala, tetep kerasa banget kalo Allah tolong🥹🤍
Pernah dengar kalimat ini?
"Jangan bikin orang lain diam karena kita, menyendiri karena kita, resign karena kita, atau putus rezeki karena kita. Kita nggak pernah tahu doa apa yang mereka lantunkan kepada Tuhannya."
🤬🇪🇬🇦🇷 LAS PALABRAS DE HOSSAM HASSAN, DT DE EGIPTO, CONTRA ARGENTINA:
“Diré lo que pienso sin importar las consecuencias, este ESTE FUE UN PARTIDO AMAÑADO Y TODO EL MUNDO LO VIO.
Y quiero decir una cosa más, si quieren tanto que Argentina gane, ¿POR QUÉ LLAMAN A TODOS A VENIR Y PARTICIPAR?.
Todo es cuestión de marketing y dinero. ELLOS QUIEREN QUE MESSI SEA CAMPEÓN DEL MUNDO, SIGA EN CARRERA EN EL TORNEO.
En el fútbol, muchas cosas se deciden fuera del campo, según los intereses, lo que ha pasado es injusto… EGIPTO MERECÍA SU CLASIFICACIÓN, FUIMOS SUPERIORES A ARGENTINA.
Me atrevo a decir que la persona que planea estos partidos nunca ha jugado fútbol en su vida. Porque ningún partido se juega a esta hora.
Al mediodía, la gente sale a caminar o hace brunch, no se juega un partido de fútbol. Hay demasiados elementos abiertos a discusión. LES PROMETO QUE NO VOLVERÉ A VER PARTIDOS DE MUNDIAL. Esta es mi forma de resistir esta situación”.
Andai namamu tak pernah ditulis untukku di Lauhul Mahfudz, biarlah aku menjadi doa yang paling sabar diantara seluruh kesabaran
Aku tak akan memaksa Tuhan untuk mengubah langit
Aku tau, takdir adalah garis yang tak bisa kuhapus dengan air mata
Tapi setiap malam aku menyebutmu
Tidak keras, tidak dengan harapan untuk dimiliki
Aku pun tidak ingin mengutuk jarak atau waktu atau nasib
Aku hanya ingin tetap berdoa
Karena mungkin, diantara doa doa yang tersembunyi, Tuhan menyelipkan keajaiban
Dan jika tidak, jika pertemuan itu tak pernah menjadi bagian dari cerita
Aku ingin Dia tahu, bahwa aku mencintaimu dengan cara yang tidak membangkang pada kehendak-Nya
Maka biarlah cinta ini tinggal menjadi rahasia antara aku dan Tuhan
Sebab siapa tahu, dalam semesta yang lebih luas dari hidup ini
Ada ruang yang tak bergantung pada takdir, tapi pada kerelaan-Nya untuk mempertemukan dua jiwa yang tak berhenti berharap
Walau hanya sekejap
Sebab bagiku, mencintai pun bisa menjadi bentuk penghambaan, jika didalamnya tidak ada pemaksaan, hanya penyerahan
Namun jika seluruh hidupku kelak adalah rangkaian waktu yang tidak pernah membawaku padamu, biarlah itu menjadi bagian dari ladang pahala yang tak terlihat
Sebab setiap kali ku tahan rindu yang menyesakkan di dada
Setiap kali ku telan doa yang ingin ku lantangkan
Setiap kali ku tundukkan diri dari keinginan memiliki
Itu semua, semoga tercatat sebagai bentuk lain dari ibadah
Dan dalam sujud yang terakhir, bila Dia masih mendengarku, meski aku tahu aku tak layak meminta apa apa
Izinkan aku menyebut namamu sekali lagi, bukan untuk ku minta menjadi milikku
Tapi untuk ku syukuri 🥀
Saya itu malas mendendam.
Ketika saya dizalimi, doa saya itu terkumpul dalam dua narasi utama :
1. Semoga kezaliman orang2 zalim tersebut berhenti (entah dengan cara apa)
2. Saya mendapat ganti yang lebih baik.
Udah. Cut-off. Cari yang beneran baik & bersahabat. Alhamdulillah
Pernah merasa gagal dalam kompetisi atau tim favoritmu kalah di pertandingan penting? Yang menyakitkan sering kali bukan hasilnya tapi suara di kepala yang terus berkata "andai tadi aku..."
Tanpa sadar, kita kalah dua kali. Kalah dari keadaan dankalah dari pikiran sendiri.
In this El Niño, lindungi tubuh dari paparan terus menerus radiasi UV yang sedang kuat-kuatnya. Bagian kulit yang terpapar jangan lupa diolesi dengan tabir surya minimal SPF 30 tiap 2 jam. Bagi tipsmu dan share foto estetikmu di sini, yuk.