@ARSIPAJA 19 juta lapangan kerja? Urus dulu noh Joki Tes BUMN!
Green Jobs? Urus dulu noh bagi2 konsesi tambang!
Modelan begini kok bisa ada yang milih.
Gak heran kalo Indonesia bakal terus menyandang gelar “Negara Berkembang”. Nyari kerja dengan tes kompetensi aja masih bisa dijokiin. Kubur aja tuh jauh-jauh 19 juta lapangan pekerjaan. #tetaplahbodoh#janganpintar
Ortuseight Catalyst Liberte FG Rhino Grey Peach Black
Kelengkapan : sepatu & box
Kondisi : New BNIB
Harga Bandrol : 499K
Harga di @surea_sport : 425K
More info hubungi :
087889991690
#sepatufutsal#sepatubola#sepatubolaori#sepatubolamurah#mills#ortuseight#specs#specsindonesia
@emhaafifudzaki Mereka udah lupa kehidupan setelah dunia. Yang ada dipikirannya sekarang saya harus bisa duduk terus sampe udah nggak bisa ngapa2in lagi.
✍️
Putusan MK Hina Gibran,
Dinasti Jokowi Membusuk…"
by Faizal Assegaf (kritikus)
Skenario jahat usung Gibran maju Cawapres gagal total. Ipar presiden Jokowi selaku Ketua MK dihantam oleh amarah jutaan rakyat. Memantik pesan keras jelang Pilpres: Ganyang politik dinasti!
Permainan politik kotor yang dilakoni Jokowi serta loyalisnya semakin norak, licik dan memalukan. Bapak, anak, ipar dan mantu, tanpa henti melecehkan akal sehat dan nurani publik.
Seolah negara milik nenek moyong mereka. Bertindak seenaknya, arogan, munafik dan sok paling perkasa. Wabah ganas dinasti politik telah merusak tatatan bernegara dan menjadi sampah demokrasi.
Krisis moral dalam perilaku kekuasaan Jokowi dan keluarganya makin menyulut amarah rakyat. Namun kentalnya tabiat kebohongan, kemunafikan dan nepotisme membuat gelap mata.
Lucunya, Jokowi yang gemar berbohong dan ngeyel, mewariskan bakat politik menyimpang itu ke anaknya. Akibatnya, satu per satu tampil tanpa martabat dan kehormatan demi berburu kekuasaan.
Di selokan kekuasaan, posisi Jokowi selaku presiden memperluas syahwat dinasti politik. Bocoh karbitan Istana disulap sehari jadi Ketum partai. Yang satunya dikatrol sebagai walikota dan nyaris jadi Cawapres.
Prestasi yang menonjol dari dua bocoh karbitan tersebut karena mereka putera presiden. Sementara jutaan kaum muda cerdas dan bermoral, tersingkir dalam arena demokrasi secara jahat dan culas.
Pesta bagi-bagi jatah dinasti politik Jokowi menyulut kehancuran bernegara. Sumber kekayaan alam dirampok, kejahatan korupsi dan aneka tekanan sosial-ekonomi menindas hidup rakyat banyak.
Dinasti politik adalah kejahatan dalam bernegara…!
**