Pondok Kelapa 6, Jaktim. Ngepeh, Madiun. Lalu Randublatung 1, Blora. 3 Kota, 3 Provinsi, 3 kubangan lumpur (espepege), semuanya mohon izin stop operasi dengan persoalan yang sama:
Dana pencairan operasional dari BGN belum cair. Kubangan lumpur (espepege) mana lagi yg senasib?
buat yang belum tahu hari prabowo ada yapping:
- Saya waktu dulu di tentara saya diberi kode sandi. Sandinya adalah 088 dan 17. Konteksnya cuma nama sekolah SRMP 17, tapi malah jadi ajang cerita masa lalu militer.
- Nasib sudah diatur Tuhan (untuk dirinya) "Baru kemarin saya putuskan, saya mau lihat sekolah rakyat di luar Jawa... kebetulan sekolahnya SRMP 17. Jadi memang mungkin sudah diatur.
- Angka keberuntungan diri sendiri "Ada dua angka yang beruntung, 8 dan 13, selalu di hidup saya muncul."Nyambung-nyambungin angka ke hidupnya sendiri di acara anak miskin.
- "Jangankan kamu, saya juga sering diejek" "Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa.
- Negara kita sangat kaya, tinggal kita yang pandai "Negara kita sebetulnya sangat-sangat kaya, sumber alamnya sangat banyak. Tinggal kita ya pandai mengelola, pandai menjaga.
Instruksi ke semua orang seolah semuanya kurang kerja "Kepala sekolah laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik.
ini program yang besar jadi harus di pimpin orang besar dan bijaksana sperti saya
KADANG TUH NAMA GA SESUAI KELAKUAN MAAP 😭😭🙏😵💫
PADAHAL KAN NAMA ADALAH DOA ORANG TUA 🙂↕️🙂↕️🙂↕️
Kalian punya temen yang kelakuannya ga mencerminkan namanya?
cr IG / Vik. Pit M. Sitompul
Video Pria Aniaya Wanita di Dalam Kamar, Netizen Kecam Aksi Kekerasan
— Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video singkat yang memperlihatkan tindakan kekerasan fisik oleh seorang pria terhadap seorang wanita. Hingga saat ini, lokasi pasti maupun identitas pelaku dan korban di dalam video tersebut masih belum diketahui secara pasti. Namun, rekaman yang telanjur viral ini langsung memicu gelombang kecaman dari netizen.
🚨🚨| BREAKING: Liverpool are reportedly monitoring Darwin Núñez’s situation, with a potential sensational return to Anfield being considered as they look to strengthen their attack this summer.
New manager Andoni Iraola’s high-intensity, pressing system is said to suit Núñez well, making him an interesting option as Liverpool explore ways to reinforce their forward line ahead of a major rebuild.
{@sportbible}
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
Min, tolong keep anon ya, mohon dirahasiakan identitas saya sebagai pengirim.
Mau minta pendapatnya sekaligus mengkritisi spanduk di ilustrasi ini . Menurut saya pribadi, narasi di spanduk itu sangat provokatif dan gak elok. Zaman sekarang kesibukan orang sudah beda-beda, ada yang kerja remote, pulang malam, atau punya beban kerjaan yang bikin energinya terkuras habis. Selain itu, kita juga harus paham kalau gak semua orang nyaman atau punya kapasitas mental untuk langsung bertemu dan berbaur dengan orang yang belum dikenal dekat.
Pendekatan pakai social shaming sampai bawa-bawa kalimat “(MATI KUBUR DEWE!)” ini rasanya malah toxic dan bikin lingkungan jadi penuh penghakiman, bukannya malah merangkul warga dengan cara yang lebih elegan.
Menurut sedulur Jogja yang lain gimana? Apakah model sindiran ekstrem dan intimidasi sosial kayak gini masih dianggap wajar di era sekarang, atau justru malah bikin gak nyaman tinggal di lingkungan tersebut?
#Jogja #Yogyakarta #Merapiuncover #Merapinews
Ada penggalan kalimat menarik di dua video ini.
Video 1: "Jadi menurutmu mas kalo wartawan gak kompeten?".
Video 2: "Maksudmu, ustad gak pintar?".
Nah, persamaannya kedua-duanya trmsuk straw man dlm kerangka cacat berpikir. Sdangkn perbedaannya, yg satu goblok natural, yg satu dibungkus dlm komedi.
Momen ketika tokoh besar Indonesia alumni UGM (ASLI) seperti Anies Baswedan, Cak Imin, Airlangga Hartanto, hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X bersilaturahmi di kampus tercinta.
Kayak ada yang kurang.. 🤔
Mau naroh ini ada terjemahan bahasa Indonesianya. Kaget juga waktu Mukmin bawain stand up gimmick absen kayak gini, apakah karena memang terinspirasi di sini atau memang jenius aja kepikiran ngabsen.
Memang banyak yang konteksnya membingungkan untuk orang Indonesia tapi kayaknya kita bisa paham sih sedikit-sedikit.
mukmin tampil dengan meng absen "Nama Nama muridnya"
menurut Rian,materinya masterpiece,hampir setara Sama Yang pernah dibawain rowan "Mr.Bean" Atkinson
Dalam bahasa politik pemilihan umum 2004 kata “gizi” populer sebagai istilah sawer uang calon presiden kepada kader partai untuk mendapat dukungan.
#Tempodotco#TempoPlus