Part 9 ➡️ Aku harus memikirkan semuanya juga karna aku anak tunggal mereka mulai bertanya ini dan itu aku hanya bisa oh iya, tapi aku juga mau yang terbaik untuk Papa. Pa, lihat kami dan jaga kami dari surga yaa?? Fly high with Jesus Pa 😇😇
Patah sayap setengahku ketika Rabu, 11 Juni 2025 lalu aku menerima panggilan telfon dari rekan pelayan di gereja, pikirku hanya bercanda karna beliau sering bercanda tapi hati mulai tak tenang ketika beliau mengatakan untuk siap2 saja untuk pulang kampung dulu.
Lanjut ⬇️
Part 8 ➡️ Tangisanku membuat orang2 di situpun ikut menangis sambil berucap anakmu pulang, aku yang masih sesegukan melihat Mama yg dengan wajah keriputnya agak pucat sambil menangis melihatku pulang. Biasanya aku pulang weekend tapi ini hari Rabu aku sudah di rumah.
Lanjut ⬇️
Part 7 ➡️ Saat tiba di rumah sudah ada tenda yg berdiri banyak orang berkumpul dan saya masuk kerumah mendapati Papa di tempat tidur yg tidak berkasur sudah tidak bergerak tidak menanggapi apa yang aku katakan, dengan rambut putihnya tapi wajahnya sudah pucat pasi.
Lanjut ⬇️
Part 6 ➡️ dalam perjalanan banyak sekali panggilan ini dan itu bahkan persiapannya saja sudah ada yg menawarkan decor rumah duka dengan harga bervariasi.
Karna tidak bisa fokus sepanjang jalan hanya suara tangisan di mobil.
Lanjut ⬇️
Part 5 ➡️ Saat itu aku menangis rasanya masih tidak percaya orang2 mulai menghubungiku karna aku anak tunggal dan aku blank tidak tau harus berbuat apa2 benar2 tidak bisa berpikir jernih sampai pas sepupuku tiba untuk menjemputku.
Lanjut ⬇️
Part 4 ➡️ Saat itu serasa aku tertiban batu besar sesak dadaku aku menjerit kuat sampai2 tetangga kamar berdatangan karena memang masih pagi jam 7 saat orang2 akan berangkat kantor kejadiannya. Mereka menenangkanku sambil menunggu jemputan aku bersiap2.
Lanjut ⬇️
Part 3 ➡️ Saat VC saya dengar samar2 suara Mama sebut2 nama Papa, aku sudah mulai curiga terjadi sesuatu pada Papa dan benarlah suamiku bilang Papa sudah tidak ada jadi bersiap saja pulang rumah.
Lanjut ⬇️
Suami hanya bilang siap2 saja pulang dan akan dijemput sepupuku. Kebetulan saya tugas di Kabupaten tetangga dari tempat tinggal dengan jarak tempuh 1,5jam dan saya ngekost sendirian karna suami juga kerja sebagai tukang.
Lanjut ⬇️
Saat itu beliau mengatakan siap2 untuk pulang saja dulu tanpa menyebutkan kejadian yang sebenarnya terjadi, hatiku mulai tak tenang tanpa sadar air mata mulai jatuh. Langsung aku VC suami bertanya ada apa, aku sadar background suami di Rumah Sakit dengan wajah pucatnya.
Lanjut ⬇️