Day 1 blokir WA suami.
Kemarin pas akhir bulan dia lembur dan memutuskan nginep karena besoknya tanggal 1 sudah masuk kerja lagi, katanya biar nggak capek bolak-balik. Siang tadi dia bilang bakal pulang jam 3 sore. Tapi sampai jam 5 nggak ada kabar sama sekali. Aku telepon tiga kali nggak diangkat. Baru di telepon keempat dia jawab.
Aku tanya, "Katanya pulang jam 3, kok belum pulang?"
Dia jawab habis makan-makan sama teman kantor.
Aku balas, "Terus kenapa nggak ngabarin dulu?"
Pas aku pindah ke video call, ternyata dia lagi di mobil bareng teman-temannya. Habis itu langsung aku matiin VC dan lanjut chat.
Kenapa aku sampai kesel? Karena ini bukan pertama kalinya. Dulu dia pernah bilang masih di kantor, padahal aku tahu dia sudah pergi. Yang bikin aku marah itu bukan karena dia nongkrong, tapi karena nggak jujur dan nggak kasih kabar. Berkali-kali aku bilang, mau ke mana pun bilang aja, jujur aja. Aku nggak bakal marah. Yang bikin masalah justru kalau diem-diem dan bikin aku nebak-nebak.
Minta maafnya juga cuma lewat chat. Pas sampai rumah nggak ada usaha buat ngobrol, jelasin, atau minta maaf langsung. Akhirnya aku pilih diem karena capek ngomong sama orang yang nggak pernah mau introspeksi diri dan susah pegang komitmen.
Yang bikin tambah kesel, malamnya pas dia udah tidur aku lihat HP-nya. Ternyata chat WhatsApp dari aku disenyapkan. Ya udah, mulai sekarang aku juga nggak bakal chat atau telepon duluan. Kebetulan lagi ngurus bayi, jadi HP juga sering mode senyap dan jarang aku pegang. Kalau nanti dia video call buat lihat anak, kayaknya nggak bakal aku angkat dulu. 🙂↔️
I hope people can still find a reason to smile and go on their lives with joy regardless of whatever situation that is happening right now— we can only be nice to each other.