Today, Indonesian lecturer are doing strike due to unpaid working performance allowance by our government. This allowance has not been paid from 2020-2024. This is so shameful for our government and for us as a lecturer.
#bayartukindosenkemdiktisaintek@tukin_dosenASN
Ketika dosen turun ke jalan, itu memperlihatkan betapa menyedihkannya kualitas (pendidikan) moral para pejabat yang sudah mengesampingkan hak kami selama 5 tahun ini.
Lebih dari 500 dosen ASN @Kemdiktisaintek
turun ke jalan menuntut haknya. Tuntutan ini ditujukan kepada bapak presiden @prabowo untuk mendengarkan aspirasi, bagaimana selama ini kesejahteraan dosen diperlakukan sangat jauh dibawah standar
#bayartukindosenkemdiktisaintek
#tukinforall
#dosenbukansapiperah
Funfact:
Kebanyakan nonton video pendek di sosmed bikin konsentrasi dan kemampuan akademik menurun.
Video pendek mengandung cognitive overload dan instant gratifications. Dua hal yg sangat bertentangan dengan kebutuhan belajar: Cognitive ease dan Delayed Gratifications.
Jangankan baca buku, nonton video panjang aja gak sanggup? Ini tanda bahaya buat kamu.
Bayangin elu:
1) Gaji tiap bulan dipotong pajak,
2) THR juga kena pajak,
3) Dapet bonus kena pajak juga,
4) Beli barang mahal kena pajak barang mewah,
5) Rumah kena pajak bumi dan bangunan,
6) Motor harus bayar pajak tiap tahun,
7) Mobil juga bayar pajak tiap tahun,
8) Belanja di supermarket tiap itemnya kena pajak,
9) Beli barang di luar negeri juga bayar bea cukai,
10) Bunga tabungan kena pajak juga dari negara,
11) Apply kerjaan pakai meterai, bayar ke negara,
12) Resign kerjaan juga bikin surat pernyataan pakai meterai,
13) Ditilang juga bayarnya ke negara,
14) Makan di restoran juga dipajakin,
15) Bikin SKCK juga bayar ke aparat negara.
16) Daftar CPNS biar pengangguran disuruh pake e-meterai bayar ke negara
Gaji guru honorer:
- Di bawah 1 juta per bulan
Duit Pajak dipakai negara bayar buzzer:
- 23 juta per bulan
Rakyat:
1) Gaji tiap bulan dipotong pajak,
2) THR juga kena pajak,
3) Dapet bonus kena pajak juga,
4) Beli barang mahal kena pajak barang mewah,
5) Rumah kena pajak bumi dan bangunan,
6) Motor harus bayar pajak tiap tahun,
7) Mobil juga bayar pajak tiap tahun,
8) Belanja di supermarket tiap itemnya kena pajak,
9) Makan di restoran dipajakin juga,
11) Beli barang di luar negeri juga bayar bea cukai,
12) Bunga tabungan kena pajak juga dari negara,
13) Mau lamar kerjaan, resign, pinjem duit, pake meterai bayar ke negara
Anaknya orang yang dibayarin pajak:
1) Kuliah di top univ US pake beasiswa sebagian, sisanya bayar sendiri,
2) Ke US-nya naik pesawat jet pribadi yang sewanya 8.6 milyar buat 3 hari,
3) Beli roti sepotong harganya 400 ribu rupiah,
4) Beli stroller bayi seharga 20 jutaan rupiah,
5) Semua itu diupload di instagram stories dengan santainya ketika rakyat turun ke jalan gara-gara keluarga dia.
***
Ini berasa Marie Antoinette pas revolusi Perancis gak sih?
Secara Geologi Wilayah Semarang, Demak, Kudus, Pati dan Purwodadi adalah wilayah rawa-rawa yang terbentuk selama ribuan tahun dikarenakan sedimentasi lautan. jadi ketinggian muka tanahnya juga sangatlah rendah. bila ada genangan air maka butuh waktu agak lama sampai surut.
📚TIPS 34
"I was a student", tapi kok kadang ada "If I were a student, ...". Yang bener "I was" apa "I were"
Nah, ini namanya conditional sentence.
Yuk simak cara penggunaan conditional sentence untuk IELTS WRITING TASK 2.
Ada beberapa jenis conditional sentence yang umum digunakan dalam bahasa Inggris. Pada umumnya, conditional sentence dapat dibagi menjadi tiga tipe utama: tipe 1, tipe 2, dan tipe 3.
Tapi, selain itu, ada juga conditional sentence dengan penggunaan khusus seperti conditional sentence mixed type, zero conditional, dan penggunaan "unless". Setiap tipe conditional sentence memiliki aturan dan pola yang berbeda-beda.
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 1:
Conditional sentence tipe 1 digunakan untuk menyatakan situasi yang mungkin terjadi di masa depan atau situasi yang sering terjadi.
Pada tipe ini, klausa pengandaian menggunakan kata "if" diikuti oleh present simple tense, sementara klausa hasil menggunakan future simple tense atau imperative.
Rumus: If + S + V1, S + Will + V1
Contoh:
1. If it rains, I will stay at home. (Jika hujan, saya akan tinggal di rumah.)
2. If you finish your homework early, you can go out and play. (Jika kamu menyelesaikan pekerjaan rumahmu cepat, kamu bisa keluar dan bermain.)
3. If governments invest more in renewable energy sources, such as solar and wind power, they will reduce carbon emissions significantly. (Jika pemerintah menginvestasikan lebih banyak dalam sumber energi terbarukan, seperti energi surya dan angin, mereka akan mengurangi emisi karbon secara signifikan.)
4. If individuals adopt environmentally friendly practices, such as recycling and conserving water, they can contribute to preserving the planet for future generations.(Jika individu mengadopsi praktik ramah lingkungan, seperti daur ulang dan menjaga air, mereka dapat berkontribusi dalam menjaga planet ini untuk generasi mendatang.)
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 2:
Conditional sentence tipe 2 digunakan untuk menyatakan situasi yang tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau di masa depan.
Pada tipe ini, klausa pengandaian menggunakan kata "if" diikuti oleh past simple tense (v2), sementara klausa hasil menggunakan would + infinitive.
Rumus : If + S + V2, S + Would + V1
Contoh:
1. If I had more money, I would travel around the world. (Jika saya memiliki lebih banyak uang, saya akan berkeliling dunia.)
2. If she studied harder, she would get better grades. (Jika dia belajar lebih giat, dia akan mendapatkan nilai yang lebih baik.)
3. If more people started using public transportation instead of private cars, congestion on the roads would be significantly reduced. (Jika lebih banyak orang mulai menggunakan transportasi umum daripada mobil pribadi, kemacetan di jalan akan berkurang secara signifikan.)
4. If governments implemented stricter regulations on deforestation, the rate of forest loss would decrease, thus preserving biodiversity. (Jika pemerintah menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap deforestasi, laju kerusakan hutan akan berkurang, sehingga menjaga keanekaragaman hayati.)
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 3:
Conditional sentence tipe 3 digunakan untuk menyatakan situasi yang tidak mungkin terjadi di masa lalu.
Pada tipe ini, klausa pengandaian menggunakan kata "if" diikuti oleh past perfect tense (had +V3), sementara klausa hasil menggunakan would have + V3.
Rumus: If + S + had + V3, S + Would have + V3
Contoh:
1. If I had known about the party, I would have attended. (Jika saya tahu tentang pesta itu, saya akan pergi.)
2. If they had taken the earlier flight, they would have arrived on time. (Jika mereka naik penerbangan sebelumnya, mereka akan tiba tepat waktu.)
3. If countries had taken earlier measures to address climate change, the extent of its impact would have been less severe today. (Jika negara-negara telah mengambil langkah-langkah lebih awal untuk mengatasi perubahan iklim, dampaknya akan lebih sedikit berat hari ini.)
4. If industries had invested in sustainable practices decades ago, we would have seen a significant reduction in pollution levels by now. (Jika industri-industri telah menginvestasikan dalam praktik-praktik berkelanjutan puluhan tahun yang lalu, kita akan melihat penurunan yang signifikan dalam tingkat polusi saat ini.)
CONDITIONAL SENTENCE MIXED TYPE:
Conditional sentence mixed type menggabungkan unsur-unsur dari tipe 2 dan tipe 3.
Pada tipe ini, klausa pengandaian menggunakan past perfect tense, sedangkan klausa hasil menggunakan would + infinitive.
Contoh:
1. If I had studied more, I would be smarter now. (Jika saya belajar lebih banyak, saya akan lebih pintar sekarang.)
2. If they had arrived earlier, they wouldn't have missed the train. (Jika mereka tiba lebih awal, mereka tidak akan ketinggalan kereta.)
ZERO CONDITIONAL:
Zero conditional digunakan untuk menyatakan situasi yang umum dan selalu terjadi.
Pada tipe ini, klausa pengandaian menggunakan present simple tense, dan klausa hasil juga menggunakan present simple tense.
Contoh:
1. If you heat ice, it melts. (Jika kamu memanaskan es, maka ia akan mencair.)
2. If it rains, the ground gets wet. (Jika hujan, tanah menjadi basah.)
PENGGUNAAN "UNLESS":
"Unless" digunakan untuk menyatakan situasi yang hanya terjadi jika syarat tertentu tidak terpenuhi. Klausa pengandaian menggunakan "unless" diikuti oleh present simple tense, dan klausa hasil menggunakan present simple tense.
Unless adalah kata lain dari if … not …. Jika menggunakan if ... not …, maka tidak perlu menggunakan unless. Sebaliknya, jika menggunakan unless, maka if … not … nya dibuang.
Contoh:
1. Unless you study hard, you will not pass the exam atau if you do not study hard, you will not pass the exam (Jika kamu tidak belajar dengan giat, kamu tidak akan lulus ujian.)
2. I will not go to the party unless my friends invite me atau I will not go to the party, if my friends do not invite me (Saya tidak akan pergi ke pesta kecuali teman-teman saya mengundang saya.)
CONTOH PENGGUNAAN CONDITIONAL SENTENCE TYPE 2 DALAM WIRITNG IELTS TAKS 2
Berikut body paragraph yang menggunakan conditional sentence type 2 dalam writing IELTS task 2 essay. Topic “the impact of technology on daily life”:
One significant impact of technological advancements is their influence on human lifestyles. If technology were not constantly advancing, our lives would be vastly different. ..... In this case, if technology did not exist or did not progress over time, our social and professional lives would be restricted.
Conditional sentence type 2 digunakan dalam paragraf ini untuk menggambarkan situasi hipotetis yang tidak mungkin terjadi saat ini. Paragraf ini berfokus pada dampak teknologi pada kehidupan sehari-hari, dan menggambarkan apa yang akan terjadi jika teknologi tidak terus berkembang.
Dalam conditional sentence type 2, kita menggunakan pola "if + simple past tense, subject + would + verb (base form)"
. Dalam contoh paragraf tersebut, kita menggunakan konstruksi "if technology were not constantly advancing" untuk mengungkapkan situasi yang tidak mungkin terjadi saat ini.
Penggunaan bentuk simple past tense "were" dengan subject "technology" di sini mengindikasikan bahwa ini adalah situasi hipotetis yang bertentangan dengan kenyataan.