Ribuan warga Aljazair dan Tunisia menembus perbatasan darat menuju Gaza, dengan misi menghentikan blokade!
Pesannya sudah jelas, kita harus bersatu, kita tembus Gaza beramai-ramai!
“Perbanyaklah bersujud sesungguhnya engkau tidak melakukan satu sujudpun karena Allah, melainkan Allah mengangkatkan engkau dengan sujud tersebut satu derajat dan Allah menghapuskan darimu satu kesalahan.”(HR. Muslim)
Queen Bee Syndrome Iriana, Penyebab Runtuhnya Kerajaan Joko Widodo
Seharusnya, pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Indonesia tidak perlu terjadi, maka dengan begitu kejayaan Jokowi sebagai Raja Jawa masih bisa bertahan walau tak lagi bermahkotakan jabatan.
Isu akun fufufafa yang diyakini milik Gibran menjadi bom waktu bagi kekuasaan Jokowi, semua usaha keras yang ia lakukan hancur sehancur-hancurnya imbas ambisi Iriana sendiri. Bagaimana tidak? Pencitraan per pencitraan, branding per branding, drama per drama yang dilakukan oleh Jokowi tak membuahkan hasil apapun bagi kelangsungan ambisi kekuasaannya.
Sedangkan Gibran sendiri sampai saat ini bagai hilang ditelan bumi, jauh dari sorotan media. Menghilangnya Gibran semakin menguatkan asumsi publik, bahwa keharmonisan palsu antara Prabowo dan Jokowi akan segera berakhir.
Petaka hancurnya kerajaan milik Jokowi hanya tinggal menyisakan hari, setelah tanggal 20 Oktober 2024 akan dimulailah permainan yang baru, di mana Jokowi hanya bisa pasrah menunggu penghakiman atas segala dosa yang ia perbuat selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden.
[POSTING ULANG]
#TempoThread
Dalam momen mendebarkan menjelang pensiun, Jokowi terlihat seperti pengacara yang berusaha menghapus bukti agar Gibran tidak terlibat dengan jejak Fufufafa.
Sepertinya, strategi "hilang jejak" ini jadi tren baru di Istana🤔
A Thread🧵
“Saya tak lagi punya harapan kepada DPR-RI yang baru saja dilantik hari ini, Selasa, 1 Oktober 2024. Terutama sekali pada tiga alasan: Parpol-nya tak menunjukkan tanda kepedulian pada realitas bangsa yang makin tak berbentuk, proses Pileg kemarin yang brutal politik uang dan jeratan politik dinasti dan oligarki, serta, rakyat yang telah apatis akan semua perilaku wakil-wakil mereka”.
"Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa."
~ Umar bin Khattab
Rekap foto Jet sang anak mantu, yg ketangkep di temlen:
~anak mantu posting jendela dan ekor pesawat.
~netijen ngecek, jendela yg difoto bukan pesawat biasa, tp jet pribadi.
~netijen lanjut nelusuri pemilik jet, ketemu nama satu perusahaan.
~perusahaan pemilik jet ternyata satu grup dg perusahaan sponsor salah satu klub bola.
~netijen jg menemukan pemilik jet terkait dg perusahaan marketplace yg dah buka kantor di Solo.
~netijen jg nemu, perusahaan tersebut terkait dg sebuah bank yg di akta pendirinya ada nama bapaknya presiden terpilih.
Dari foto jendela terbongkar jalinan kolusi tingkat dewa.
Netijen dahsyat.
Jangan didengarkan narasi seperti ini.
Kalau mereka mau gabung dengan kita, ajak masuk barisan.
Bayangkan, kekuatan yg sama kali ini digunakan utk mengkritisi balik.
Perjuangan kita butuh sebanyak2nya bantuan.
Assalamu’alaikum sahabat2ku para petinggi PKS, kader PKS dan semua simpatisan PKS…izinkan saya selaku orang di luar Partai menyampaikan nasihat sebagai bentuk cinta kpd PKS dan Parpol manapun yg selalu berjuang bersama ummat ;
1. Kenapa PKS yg selalu dikritik, dibully bakan dihujat karena keputusan politiknya ? Yaa karena publik menaruh harapan besar pada PKS, untuk terus menjadi garda terdepan penjaga demokrasi di negeri ini agar tidak carut marut seperti sekarang.
2. PKS secara rekam jejak adalah yg paling bersih diantara Parpol lain. Ini yg menjadikan publik di luar kader menjadi simpatik. Apalagi PKS dikenal selalu istiqomah membela masalah2 keummatan.
3. Karena itu, publik sangat kecewa ketika aktivitas politik PKS hari2 ini jauh dari harapan karena dianggap mengkhianati perjuangan ummat dgn bergabung mendukung politik dinasti dsb.
4. Pilihan politik di Jakarta dan Sumut memang sulit diterima tapi masih masuk akal. Namun pilihan politik di Tangsel itu cukup mengagetkan dan diluar nalar publik yg mengenal PKS sebagai Partai orang2 cerdas & berpendidikan.
5. Ramainya masalah keputusan MK, RUU Pilkada dll beberapa hari terakhir hingga viralnya pesan darurat warna biru di semua platform, sama sekali tdk disuarakan oleh PKS (yg biasanya paling kritis) karena sdh mulai masuk lingkaran kekuasaan.
6. Apapun alasannya ; baik untuk kepentingan ummat, kepentingan dakwah dll…publik belum bisa menerima, jika langkah2 politik yg diambil diluar pakem PKS yg publik kenal. PKS adalah partai tangguh, kritis, dan punya kader2 hanif yg militan. Aneh saja jika kader PKS yg hanif diam ketika ada sesuatu yg mengusik nurani dan akal sehat.
7. Masih ada waktu, belum terlambat….Dear PKS, kembalilah bersama ummat.
Salam ❤️
Hilmi Firdausi
Indonesia akan selalu berada di hati rakyat Palestina…tapi sayang, saudara kita disana belum bisa merasakan seperti apa yg kita rasa 😭.
Mari terus dukung Palestina merdeka, ini adalah amanah konstitusi, dan terlebih ini adalah masalah persaudaran & kemanusiaan 🇮🇩❤️🇵🇸
Minimalisir meminta tolong atau minta sesuatu kepada orang lain Agar tidak hutang budi
Kalau ada kebaikan orang, segera balas dengan doa & kebaikan yang lebih
Merdeka berjilbab itu hasil perjuangan yg tdk mudah. Dulu orang berjilbab itu diejek sbg. anak madrenges, anak madrasah (lulusan sekolah agama di kampung) yg bodoh dan terbelakang padahal mereka cerdas2.
Di era Orde Baru, saat Daoed Joesoef menjadi Menteri Dikbud periode 1978-1983, bahkan pernah ada larangan anak-anak masuk sekolah memakai jilbab. Protes-protes bermunculan dari lapisan masyarakat.
Barulah di era reformasi memakai jilbab menjadi bagian dari kemerdekaan berkeyakinan. Para ibu profesor di kampus2, ibu pejabat atau isteri pejabat banyak yg bejilbab saat berkantor.
Bahkan di POLRI, polwan pun boleh berjilbab dlm tugas di lapangan. Bahkan pd era Kapolri Soetarman model pakaian jilbab polwan disahkan secara resmi dan kita banyak melihat polwan berjilbab di berbagai tempat.
Meski masalah jilbab itu masalah biasa tetapi masih saja ada yang menganggap pemakainya sebagai ektremis-radikal. Sama halnya, jika ada bapak pejabat, rektor, profesor membawa sajadah dan memakai baju koko serta bersongkok lalu ada yg menuduh radikal-ektremis dan anti Pancasila dan anti NKRI.
Padahal mereka adalah pecinta dan pembela Pancasila dan NKRI yang sedang menerapkan kesalihan atau kebaikan menurut keyakinannya tanpa melanggar konstitusi dan hukum. Banyak yang tidak bisa membedakan antara ekstremis-radikal dan orang salih yg taat beragama.
Di Indonesia merdeka berdasar konstitusi ini, tidak boleh ada kewajiban maupun larangan terhadap orang mau berjilbab atau tidak. Jilbab tdk diwajibkan tetapi juga tak boleh dilarang seperti halnya kita tidak boleh melarang orang memakai rok, jas, atau baju batik.
Merdeka🇮🇩