@tokopedia@TokopediaCare
saya telah melakukan pembelian mainan di tokopedia. pembelian melalui briva. di BRIVA sudah berhasil tapi di akun tokopedia keterangannnya belum terbayar. mohon solusinya
aku heran dengan aksi mahasiswanya. bupati dan gubernur pun mendukung dengan ngasi rekomendasi. tapi memang terbentur moratorium. lalu bikin aksi ricuh, bahkan sampai blokir jalan hampir tiap minggu. lalu di lampu merah minta sumbangan logistik.
Demo Pemekaran Provinsi Luwu Raya di Depan Kantor Gubernur Ricuh, Tujuh Satpol PP Terluka
https://t.co/0J9nt7W8M0
MAKASSAR, BKM — Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan berakhir ricuh. Bentrokan antara massa aksi dan …
Demo Pemekaran Provinsi Luwu Raya di Depan Kantor Gubernur Ricuh, Tujuh Satpol PP Terluka
https://t.co/0J9nt7W8M0
MAKASSAR, BKM — Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan berakhir ricuh. Bentrokan antara massa aksi dan …
Kamar tidur wajib ada :
Sirkulasi Udara (Jendela)
Dehumidifier bukan Humidifier
Air Purifier
Ada yang didiagnosis pneumonia gara2 kamar lembab dan sering pake pengharum ruangan
Jangan Normalisasi Ciuman atas Nama Barokah
Belakangan ini viral video seorang Gus yang tampak terlalu akrab menciumi anak-anak kecil, bahkan yang masih berusia di bawah tiga tahun. Dalam salah satu rekaman, ia membujuk seorang anak yang menolak dicium agar mau dicium. Di video lain, ia menciumi pipi seorang balita dengan cara yang tampak seperti “sucking”.
Banyak yang menertawakannya, menyebutnya sebagai bentuk “gemas” atau “barokah”. Namun perilaku seperti ini tidak boleh dinormalisasi — ini justru menjadi contoh penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari pelecehan dan pedofilia terselubung.
Untuk para orang tua dan pendidik, mari menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat: batas tubuh anak adalah suci dan harus dihormati. Tidak ada alasan religius, sosial, atau budaya yang membenarkan orang dewasa mencium, memeluk, atau menyentuh anak tanpa kepantasan, apalagi dengan intensitas yang mengganggu. Tugas kita bukan hanya melindungi, tapi juga mendidik anak agar berani berkata “tidak” ketika merasa tidak nyaman—bahkan kepada figur yang dihormati.
Menjaga kehormatan anak adalah tanggung jawab setiap orang tua, yang kelak pasti akan diperhitungkan di akhirat
Kepada tokoh publik seperti Gus yang viral, inilah saatnya berhenti dan bercermin. Tindakan menciumi anak kecil berulang kali bukan bentuk kasih sayang, tapi pelanggaran etika, adab, dan potensi pelecehan.
Dalam kajian psikologi, perilaku semacam itu bisa dikategorikan sebagai grooming behaviour—yakni upaya membangun kedekatan dengan anak untuk menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas. Ini berbahaya, baik bagi anak maupun bagi masyarakat yang menonton dan menirunya.
Rasulullah dikenal penuh kasih terhadap anak-anak, namun beliau tidak pernah melampaui batas kesopanan. Kasih sayang beliau diwujudkan lewat doa, perhatian, dan sentuhan hati.
Anak-anak bukan objek kegemasan; mereka amanah yang harus dilindungi. Pendidikan perlindungan anak dimulai dari kesadaran kita sendiri—bahwa setiap bentuk pelecehan, sekecil apa pun, tidak boleh diberi ruang di rumah, sekolah, ataupun panggung keagamaan.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Tujuan
Orang Dimasukkan Neraka/Surga
Agar Ketemu Allah
Jadi Ndak Usah Takut Panas,
Lha Wong Saya Aja Nyari Panas
Dengan Merokok.
Rokoknya "Sampoerna A"
(Rokok Tauhid, A=Allah)
-Gus Izza Sadewa
.
https://t.co/EMxADeQegs
..
santri menunduk karena cinta & hormat kpd ilmu, itu adl takdzim. jika tunduk karena takut pd kuasa, itu adl feodalism Mencium tangan kiai bisa menjadi tabarrukan,tapi bisa menjelma praktik feodal bila disertai keyakinan bahwa kiai tak boleh dikritik
Wajar NU marah thdp @TRANS7 yg menghina pesantren dan rendahkan kyai.
Tapi NU harus marah jg thdp kelalaian pengasuh pesantren Al Khoziny yg sebabkan 67 santri meninggal.
Melindungi nyawa itu tujuan tertinggi Syariah. Kyai yg gagal lindungi nyawa santri harus diadili.
Soal santri tewas dalam keadaan mulia sesuai hukum agama, itu hablum minallah.
Tapi soal pemimpin ponpes LALAI mendirikan bangunan tidak layak, padahal dia mampu beli Mercy, itu hablum minannaas. Dan melanggar hukum. Polri harus berani menindak tegas.